Common

Terlena Pada Ujian Kenikmatan

Terlena Pada Ujian Kenikmatan

Terlena Pada Ujian Kenikmatan

Terlena Pada Ujian Kenikmatan

 Pada suatu ketika ada seekor monyet sedang bertengger di dahan sebatang pelepah pohon kelapa. Monyet itu tidak menyadari bahwa dia sedang diintip oleh tiga angin besar, yaitu: Angin Topan, Angin Tornado dan Angin Bahorok

 Ketiga angin tersebut rupanya sedang beradu kesombongan kekuatan mereka. Lalu mereka ingin membuktikan siapa diantara ketiga angin tersebut yang paling kuat dengan cara siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa itu. (Baca juga : Makna Persaudaraan yang Tulus)

 Angin Topan bilang bahwa dia cuma perlu waktu satu menit untuk menjatuhkan monyet.

 Angin Tornado nggak mau kalah, dia cuma butuh 40 detik, katanya.

 Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang, 20 detik juga jatuh tuh monyet.

 Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

 Angin TOPAN yang beraksi duluan, dia tiup sekencang-kencangnya, Wusss… Wuuusss…. Wuuuuusss

 Merasa ada angin kencang datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa. Dia berpegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, ternyata nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun menyerah. (Baca juga artikel lain pada : Pengertian Desain Produk dan Fungsi Kerajinan Tekstil)

 Giliran Angin TORNADO yang beraksi, Wuuusss… Wuuuuuusss… Wuuuuuuusss….

 Dia tiup sekencang-kencangnya. Namun monyet tersebut tidak jatuh juga. Angin Tornado juga menyerah.

 Terakhir, Angin BAHOROK yang beraksi. Angin tersebut meniup lebih kencang lagi. Wuuuuuuss… Wuuuuuuuss… Wuuuuuuuuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya pada pohon kelapa sehingga dia tidak jatuh-jatuh.

 Ketiga angin dasyat itu akhirnya mengakuin, si monyet memang jagoan, tangguh dan daya tahannya luar biasa.

 Tidak berselang lama, datanglah si ANGIN SEPOI-SEPOI. Dia bilang mau ikutan adu kekuatan untuk menjatuhkan si monyet. Keinginan itu tentu saja ditertawakan oleh ketiga angin dasyat tersebut. Angin yang besar saja tidak bisa, apalagi yang kecil. (Baca juga artikel lain pada : Pelangi Tak Secerah Sinar Bulan)

 Tidak banyak berdebat, ANGIN SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss… dengan lembut desiran……..

 Terasa sejuk dan nikmat sekali. Dingin… Seger… kerlap-kerlip mata si monyet. Tidak berapa lama dia ketiduran sehingga lepas lah pegangannya…. Alhasil, .. jatuhlah si monyet itu dari pohon kelapa.

PESAN MORAL

Boleh jadi ketika kita:

Diuji dengan  KESUSAHAN…

Dicoba dengan PENDERITAAN…

Didera MALAPETAKA…

Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…

Tapi ketika kita diuji dengan : KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN… KEKUASAAN… Dan…. KEJAYAAN

Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi…. ✒ Jangan sampai terlena…terbuai..

Tetap  ✍

”Rendah hati”,

“Mawas diri”,

“Sederhana”,

“Berbuat Amal”

“Hati-hati dalam tindakan , perbuatan dan perkataan”

Bukan KRITIKAN yang membuat Seseorang “JATUH” tapi sanjungan & pujian…. Yang menjadikan lena, sehingga terjerembab.

 Itulah postingan tentang Terlena Pada Ujian Kenikmatan yang dapat kami bagikan dalam kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Terlena Pada Ujian Kenikmatan diatas dapat menjadi renungan bagi kita agar kita tetap waspada dalam segala situasi, kesedihan atau kesenangan, penderitaan atau kenikmatan jangan menjadikan kita terlena. (Baca juga artikel lain pada : UAS Biologi Kelas 10 Semester 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *