Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

      Kita semua pasti mengetahui dan hampir semua orang di dunia ini yang pernah dan sedang, bahkan akan selalu memakai dan membutuhkan sepasang sepatu walaupun fungsi sepatu selalu berada di bawah kaki si pemakai. Namun dibalik fungsi sebagai alas kaki bagi sang pemakai, terdapat filsafat yang dapat kita ambil dari sepasang sepatu yang kita pakai. (Baca juga : Ujian Calon Pimpinan Perusahaan

  1. Bentuk tidak persis sama, namun serasi.

      Sepasang sepatu tidak akan persis sama antara bagian kanan dan bagian kiri demi keserasian sepasang sepatu tersebut dan bentuk telapak kaki dari sang pemakainya.

  1. Saat berjalan tidak pernah kompak, tapi tujuannya sama.

      Ketika sepasang sepatu dugunakan berjalan atau berlari, maka bagian kanan sepatu tidak akan menunjukkan kekompakan. Artinya ketika bagian kanan sepatu dibagian depan dalam suatu langkah, maka bagian kiri sepatu akan berada di langkah bagian belakang dan dari ketidak kompakan tersebut akan sampai pada tujuan yang sama. (Baca juga artikel lain pada : Soal tentang Pengaruh Kolonialisme Barat di Indonesia) read more

Pengaruh Kosmetik pada Usia

Pengaruh Kosmetik pada Usia

Pengaruh Kosmetik pada Usia

        Satu lagi cerita humor yang akan kami bagikan kepada para pembaca yang tercinta. Cerita ini kami beri judul Pengaruh  Kosmetik pada Usia. Selamat membaca cerita humor dibawah ini. (baca juga : Surat Ijin Tidak Masuk Sekolah)

        Ketika menjelang Idul Fitri tiba, Siti Fatonah (maaf jika terjadi kesamaan nama) tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM (multi-level marketing) seperti teman – temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, dan Mac itu menurut sales-girlnya memberi garansi bahwa pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.

        Suatu pagi setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ajaibnya, kemudian Siti Fatonah ingin mengetahui bukti tentang manfaat kosmetik yang dia pakai tersebut dengan cara memanggil suaminya untuk menilai tentang dirinya.

Siti fatonah: “Mas, tolong dijawab dengan sejujurnya nampak berapa tahun kira – kira usiaku sekarang?”

Badrodin: (sambal memandang lekat – lekat istrinya tercinta) “Ckckckck …. Istriku, kalau dilihat dari depan, usiamu 21 tahun, dilihat dari belakang, hmmmmm seperti gadis yang berusia 17 tahun, sedangkan ketika diamati dari penampilanmu, usiamu seperti gadis seuasia 20 tahun.” read more