Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Perbedaan NU dan Muhammadiyah

       Artikel yang berjudul “Perbedaan NU dan Muhammadiyah” dibawah ini adalah artikel yanh kami ambil dari tulisan akun facebook “Simbah Kintelan” edisi Jun’at 5 Juni 2020, pukul 03:44. Kami tertarik untuk mempublish artikel tersebut di website kami karena artikel tersebut mempunyai makna yang mendalam untuk persatuan umat dan bangsa Indonesia walau dikemas dalam Bahasa yang kocak. (Baca juga : Dunia Terbalik 2020 Tahun Corona )

       Sebagaimana dilansir dalam fanspage Gusdurian, dimuat Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam pandangan presiden keempat K.H Abdurahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur. Di emperan masjid selepas sholat maghrib, para wartawan mengerubungi Gus Dur. Belum sempurna Gus Dur menyandarkan punggungnya ke tembok, pertanyaan berat disodorkan kepada dirinya.

“Gus, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?” tanya wartawan.

“Menurut siapa dulu, NU atau Muhammadiyah?” tanya Gus Dur balik. read more

Nasehat Ulama yang Bijaksana

Nasehat Ulama yang Bijaksana

Nasehat Ulama yang Bijaksana

      Dalam suatu perjalanan, seorang ulama bertemu dengan pemuda paruh baya yang sedang duduk termenung. Maka dihampirinya sang pemuda paruh baya tersebut sembari menyapa: (baca juga : Aku Berada pada Titik Nol)

Ulama: “Assalamu’alaikum.”

Pemuda: “Wa’alaikumussalam. Oh, Abah Kyai. Maaf saya tidak tahu.”

Ulama: “Tidak apa-apa, anak muda. Mengapa engkau tampak muram dan sedih?”

Pemuda: “Saya merasa bingung, Abah Kyai. Mengapa saya miskin terus ?”

Ulama: “Miskin? Engaku bilang miskin? Bukankah kamu sangat kaya?”

Pemuda: “Abah Kyai, gimana bisa Anda katakan kalau saya kaya? Padahal saya tidak punya apa-apa selain pakaian yang saya kenakan ini. Lalu dari mana anda menilai kalua saya ini kaya?”

Ulama: “Kalau sekarang engkau kehilangan satu jari tanganmu, sebagai gantinya aku beri 25 juta, apa kamu mau?”

Pemuda: “Hmm.. Tidak mau”

Ulama: “Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau ?” read more

Istri Yang Dianiaya Suami

Istri Yang Dianiaya Suami

Istri Yang Dianiaya Suami

      Pada suatu hari seorang wanita, sebagai Istri Yang Dianiaya Suami, dengan wajah sedih dan murung mengadukan nasibnya pada seorang ulama tentang perangai suaminya. (baca juga : Harapan Mampu Menghidupkan Cinta dan Iman)

Ulama: Apa keperluanmu wahai Ibu?

Wanita: Saya ingin mengadu kepada Pak Kiai perihal suami saya.

Ulama: Ada apa dengan suamimu?

Wanita: Saya sebagai seorang Istri Yang Dianiaya Suami dan juga dizalimi suami saya, Pak Kiai. Saya diabaikan. Suami saya tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada saya. Nafkah saya tidak ditunaikan. Makan minum saya tidak dihiraukan. Tempat tinggal saya juga tidak diuruskan.

Ulama itu tersenyumsetelah mendengar penuturan wanita itu yang membuat wanita itu merasa heran,  sedang hatinya dirundung sedih, namun Ulama itu hanya tersenyum mendengar aduannya.

Ulama: Wahai Ibu yang dirahmati ALLAH, sesungguhnya kamu wanita istri yang beruntung.

Wanita: Hah??? Beruntung??

Ulama: Ya wahai Ibu. Kamu sangat beruntung. Kamu adalah wanita dan istri yang terpilih. read more