Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

      Setiap orang, siapapun dia pasti akan mengalami kesulitan, baik itu konglomerat atau melarat, golongan teras atau yang tidur di teras, artis atau pengemis, semua pasti mengalami kesulitan karena kesulitan pasti menyertai hidup yang selalu diuji. (baca juga : Ketika Aku Jarang Melihat Diriku)

      Tinggal bagaimana kita menghadapi ujian berupa kesulitan ini. Ketika hati sudah tidak tertanggung derita dan bibir masih sempat mengukir tawa, alangkah indahnya. Dia sembunyikan segala rasa dan untuk dicurahkan hanya kepada Allah satu-satunya. Karena menampakkan kemuraman wajah di hadapan manusia tidak akan menyelesaikan apa-apa. Mungkin kita akan memperoleh simpati tetapi selebihnya hanya Allah yang tahu jalan penyelesaiannya.

      Ketika ditimpa bencana, tersenyumlah karena ujian adalah tanda kasih sayang Allah. Allah tidak akan membiarkan manusia yang disayangNya terlena dalam kenikmatan sehingga melupakan DIA.

      Cobalah kita bandingkan ketika kita dalam kegembiraan dengan kita yang dalam kesakitan/kesedihan, berapa lama waktu yang sempat kita habiskan di atas tikar sejadah? Kebanyakan kita terlalu mudah lupa ketika dalam kegembiraan, dan hanya tersentak apabila Allah mengetuk kita dengan kegundahan dan masalah. read more

Mayat Tersenyum

Mayat Tersenyum

Mayat Tersenyum

      Pada suatu ketika laboratorium forensic (labfor) sedang menangani tiga mayat tersenyum. Karena keanehan tersebut maka keiiga jenazah tersebut dibawa ke ruang otopsi, ketiganya dalam keadaan tersenyum lebar-lebar. (baca juga : Genderuwo mau Dimakan Anak Kecil)

      Setelah selesai melakukan otopsi kemudian dokter forensik yang menangani otopsi terhadap ketiga mayat tersebut melaporkan hasil pemeriksaannya kepada polisi.

Polisi : “Bagaimana hasil pemeriksaan mayat yang pertama ini?”

Dokter : “Mayat yang pertama adalah orang Perancis. Mati karena serangan jantung ketika dia sedang menonton film yang sangat lucu, maka dia tertawa lebar.

Polisi : “Lalu mayat yang kedua? Orang mana? Dan mengapa dia mati dalam keadaan tersenyum?”

Dokter : “Mayat yang kedua adalah orang Inggris, dia telah menang lotere lalu minum-minum hingga keracunan alkohol, makanya dia tersenyum senang.

Polisi : “Lalu mayat yang ketiga bagaimana ? Orang mana dia ?”

Dokter : “Mayat yang ketiga ini adalah Orang Indonesia, dia meninggal karena disambar petir.” read more

Punya Istri Satu Masih Kurang

Punya Istri Satu Masih Kurang

Punya Istri Satu Masih Kurang

        Kali ini kami share percakapan humor tentang Punya Istri Satu Masih Kurang yang berisi seorang ayah yang ingin mengimplemasikan isi ceramah yang dia dengar bersama anaknya. (baca juga : Misteri Suara Aneh)

Percakapan lengkapnya tentang Punya Istri Satu Masih Kurang adalah sebagai berikut:

        Dalam perjalanan pulang dari kegiatan pengajian, seorang ayah dan anak membahas isi ceramah yang telah disampaikan oleh sang kiai.

Ayah : Nak, tadi kamu dengerin ceramahnya?

Anak : Dengerin dong yah!! Jawab si anak dengan tegas..

Ayah : Kalau begitu sekarang Ayah ingin menguji kamu, sebagai seorang anak yang baik, kamu harus berbakti kepada siapa?

Anak : Kepada Ibu..

Ayah : Kemudian kepada siapa lagi?

Anak : Kepada Ibu..

Ayah : Ok, selanjutnya?

Anak : Ibu..

Ayah : Baguuus, ternyata kamu dengerin dengan seksama , abis itu kepada siapa lahi?

Anak : Ayah..

Ayah : Pinteeer banget, jadi ibunya ada berapa tadi?

Anak : ada 3 (tiga)

Ayah : Ayahnya berapa ?

Anak : Satu Ayah : Ibu kamu ada berapa?

Anak : Satu

Ayah : Naah, Berarti kurang berapa?

Anak : Kurang 2 (dua)

Ayah : Siiiiip… Nanti sampai dirumah bilang sama ibu ya.. read more