Rumah Tempat Merajut Asa

Rumah Tempat Merajut Asa

Rumah Tempat Merajut Asa

      Rumah sanagt sederhana yang aku gunakan sebagai tempat menghabiskan masa bayiku dengan dekapan hangat dari seorang ibu tercinta, masa kecilku yang hari-harinya untuk bermain belajar “Alif”, “Ba”, “Ta”, “Tsa”, hingga remaja yang membawa kenangan yang sangat berkesan. (Baca juga : Cerita Sendu Menyambut Malam)

      Untuk setiap sudut ruangan yang pernah aku habiskan dengan tawa dan air mata, dalam keramaian dan kesendirian, antara kesibukan dan kebosanan, dan juga aku habiskan untuk merebahkan badan saat aku lelah dan melepas penat, disana aku mengenal cinta yang sejati seorang ibu dan ayah. Mengenal dan mencinta yang mutlak dicinta, Dialah Allah SWT. Belajar mencinta orang telah mengorbankan diri untuk aku, ibuku, ayahku, tetanggaku, dan semua orang di muka bumi, dialah Muhammad,SAW.

      RUMAH adalah tujuan terakhir yang aku punya saat aku merasa kebingungan untuk menentukan tujuan, karena selalu ada alasan untuk pulang ke RUMAH. Entah dari manapun aku bepergian, entah dalam suasana ataupun segala hal apapun yang ada di dalamnya. (Baca juga artikel lain pada : Kenangan Terkikis oleh Harapan Baru) read more

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

      Pernah mendengar pepatah yang berbunyi “Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”? Untuk memahami pepatah tersebut, berikut ini kami sampaikan satu cerita yang berkaitan dengan pepatah tersebut yang kami beri judul “Perangkap yang Menggiurkan” agar kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut. (baca juga : Belajar dari Seorang Anak Kecil)

Inilah cerita yang berjudul Perangkap yang Menggiurkan

      Pada suatu ketika ada burung Elang dan Kalkun yang telah akrab berteman. Kemanapun mereka pergi,  mereka selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi yang melihat Elang dan Kalkun terbang melintasi udara bebas, mereka selalu berdua.

      Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perutku sudah lapar nih!”. Elang membalas, “Baiklah, ide ini sangat bagus”. Maka kedua burung itupun melayang turun. Ketika melihat beberapa binatang lain sedang makan, mereka memutuskan bergabung dengan mereka. Kedua burung itu mendarat dekat dengan seekor sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun ketika melihat ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”. read more