Tatap Masa Depan dengan Harapan

Tatap Masa Depan dengan Harapan

Tatap Masa Depan dengan Harapan

      Banyak orang mengatakan bahwa masa lalu adalah masa kenangan, masa lalu adalah masa untuk kita jadikan pelajaran. Ya, itu memang benar. (baca juga : Perangkap yang Menggiurkan)

Tapi perhatikan beberapa fakta ……

      Bahwa sebagian manusia hidup dalam masa lalunya. Pura-pura nyaman hidup dalam angan-angan yang sudah jadi kenangan.  Tangannya yang layu mendekap tubuhnya sendiri. Kakinya melangkah ke depan, tapi kepalanya terus menoleh ke belakang, berjibaku melawan waktu yang terus berjalan ke depan. Tanpa ampun. Tanpa pengertian sedikitpun. Walaupun angan-angan masih menerawang ke belakang.

      “Siang berganti malam. Gelap akan berganti terang, terang akan disusul gelap. Apa bedanya? Bukankah itu sama saja dengan yang lalu?”, katanya suatu hari. “Kalau kehidupan manusia selalu berputar dan sejarah berulang, apa bedanya masa lalu dan hari ini? Bukankah itu artinya melangkah ke depan adalah untuk melangkah ke belakang, masa depan adalah masa lalu juga sebenarnya?”

      Bumi memang berputar teratur pada porosnya. Dari perputaran akan kembali ke porosnya semula. Barangkali kehidupan memang berputar. Boleh jadi sejarah memang berulang. Tapi langkah suatu saat akan terhenti. Tapi dunia ini akan punya akhir. Kehidupan punya batas. Dan nahasnya, berbagai hal yang terjadi dalam rentang waktu kehidupan yang terbatas ini akan dimintai pertanggungjawaban. Itu pasti. read more