Maulid Diba Pondok Pesantren Sunan Kalijogo

Maulid Diba Pondok Pesantren Sunan Kalijogo

Maulid Diba Pondok Pesantren Sunan Kalijogo

Maulid Diba Pondok Pesantren Sunan Kalijogo

       Masyarakat Indonesia sudah akrab dengan tradisi pembacaan maulid nabi. Salah satu kitab maulid yang cukup sering dibaca adalah maulid Diba’. Biasanya tradisi pembacaan kitab maulid diba’ diistilahkan dengan dibaan. (baca juga : Koleksi Lagu Remaja Sedang Jatuh Cinta)

       Kitab maulid diba’ oleh mayoritas ulama’ diyakini sebagai karya seorang ulama besar dan merupakan ahli hadis (muhaddis), yaitu Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba`i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidiy asy-Syafi`iy. Imam ad-Diba`iy dilahirkan pada hari kamis tanggal 4 Muharram tahun 866 H/1461 M di rumah orang tuanya di kota Zabid. Di akhir tahun kelahirang beliau, sang ayah pergi meninggalkan kota Zabid. Dan ad-Diba’i belum pernah melihat bagaimana rupa sang ayah.

       Ibn Diba` termasuk ulama yang produktif dalam menulis. Hal ini terbukti beliau mempunyai banyak karangan baik dibidang hadis ataupun sejarah. Karyanya yang paling dikenal adalah syair-syair sanjungan (madah) atas Nabi Muhammad SAW. yang terkenal dengan sebutan Maulid Diba`i, (baca juga artikela lain pada : Ceramah Hj Li’izzah Diana Manzil tentang Hikmah Haul) read more

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

      Berikut ini kami share beberapa Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga kepada para muridnya yang mempunyai makna yang sangat dalam untuk kita renungkan dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. (Baca juga : Pendidikan Merupakan Tiket Ke Masa Depan)

Inilah beberapa Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

  1. Urip Iku Urup

“Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik”. Jadilah penerang bagi orang lain.

  1. Memayu Hayuning Bawana

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

  1. Suro Diro Joyo Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti

“Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar”

  1. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho

“Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan”

  1. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kalangan

“Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu” Sabar, Syukur, Qona’ah. (Baca juga artikel lain pada : Perbaiki Amal untuk Bekal Akhirat) read more