Nasehat Ibu Yang Cantik

Nasehat Ibu Yang Cantik

Nasehat Ibu Yang Cantik

Nasehat Ibu Yang Cantik

       Pada suatu pagi, seorang anak gadis bertanya kepada ibunya :

“Ma.. mama selalu terlihat cantik.. Aku ingin seperti Mama, tolong beritahu aku caranya, Ma..”

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sambil membelai rambut anak gadisnya, sang Ibu menjawab : (Baca juga : Ceramah Kocak Gaya Gus Muwafiq Jago Merayu)

“Anakku sayang ….

  • Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik..
  • Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun..
  • Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain..
  • Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin..
  • Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu..
  • Untuk wajah putih bercahaya, bersihkan wajahmu dengan air wudhu, dan bersihkanlah kekotoran batinmu..
  • (Baca juga artikel lain pada : Pengertian Urbanisasi dan Faktor yang Mempengaruhinya)
  • read more

    Senyum Bahagia Seorang Guru

    Senyum Bahagia Seorang Guru

    Senyum Bahagia Seorang Guru

    Senyum Bahagia Seorang Guru

          Untuk saudara dan saudariku para guru yang senasib seperjuangan. Janganlah menyesal ketika kita sudah menyandang predikat seorang guru walaupun di era sekarang predikat seorang guru sangat jauh berbeda dengan di era orangtua atau kakek kita dahulu. Walaupun di era sekarang murid kurang menghargai jasa para guru. Walaupun orangtua siswa kurang respect pada jabatan guru, namun tetaplah dalam Senyum Bahagia Seorang Guru, karena jabatan guru masih banyak kelebihannya dibandingkan jabatan atau profesi lainnya. (baca juga : Elegi Seorang Laki Laki)

    Berikut ini kami sampaikan alasan Senyum Bahagia Seorang Guru

    Mengapa Sang Guru awet muda?

    Guru cenderung awet muda karena sang guru selalu bekerja dengan penuh kebahagiaan serta ketulusan mendampingi siswa yang sangat dinamis.

    Mengapa Sang Guru selalu selamat?

    Karena tiap pagi sang guru menyambut dan disambut oleh anak dan siswa dengan mendo’akan dan dido’akan dengan “Assalamu’alaikum” dan “Wa’alaikumussalam”. (Baca juga artikel lain pada : Pesona Alam semesta) read more

    Rayuan Membawa Petaka

    Rayuan Membawa Petaka

            Rayuan Membawa Petaka. Suatu hari ada seorang pemuda (sebut saja Supa’i). Dalam perjalanan pulang dari lading dia ketemu seorang gadis (yang ini sebut saja Menik). Supa’I ingin menggoda Menik agar suka sama dia.

            Dalam hati dia bergumam (Ehmm..Lama banget dah gak ngegombal cewek…. Mumpung ada gebetan.. Neee…Gombalin ahh… sapa tau dia langsung klepek – klepek ama aku) sambil benerin bajunya yang lusuh dan celananya yang tadinya dilipat sampai bawah lutut….

    Supa’i : Ehemm!! ..Assalamu’alaikum…

    Menik : wa’alaikumussalam ..!! (senyum dikit)

    Supa’i : Ibu kamu suka arisan ya??

    Menik : Kamu ko’ tau??

    Supa’i : Karena kamu teleh mengocok-ngocok isi hatiku.

    Menik : Ihh, Dasar gombal!! (hatinya mulai berbunga)

    Supa’i : Eumz. . . Bapak kamu maling ya??

    Plaaak !! (tiba – tiba Menik menampar Supa’I dan mengenai pelipis Supa’i)

    Menik : Dasar sialan loe, enak aja nuduh Bapak gue maling!! (melototkan mata)

    Supa’i : …Mak,,mak..sud saya.. Belum sempat Supa’i melanjutkan perkataannya tiba2 read more

    Burung Bengkak

    Burung Bengkak

            Burung Bengkak. Cerita humor yang akan kami sampaikan ini hanya bermaksud untuk menghibur para pembaca dari hal – hal yang berat agar dapat sedikit berkurang dengan senyum atau ketewa sebentar. Namun jika para pembaca menganggap cerita yang kami posting ini menjurus kearah pornografi, maka kami mohon maaf yang sedalam – dalamnya. Dibawah inilah ceritanya.

            Pada suatu hari ada seorang pasien yang bernama Encong datang keruang praktek dokter spesialis kelamin. Setelah sampai diruangan, Encong menemui dokter spesialis kelamin untuk berkonsultasi soal keluhannya.

    “Dok, saya sedang punya masalah, tapi saya minta Dokter untuk janji dulu agar tidak tertawa setelah saya sampaikan, bagaimana Dok?” Pinta Encong pada dokter sebelum menyampaikan keluhannya.

    “Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Karena jika saya tertawa, maka Itu melanggar sumpah kedokteranku,” Jawab si Dokter spesialis

    “Begini Dok, ….Ini ….” Sambal berkata, Encong menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar diameter pensil 2B. Melihat “alat kelamin” yang hanya sebesar itu, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal2, sampai berguling-guling di lantai. Kira2 lima menit, baru dia dapat mengendalikan emosinya. read more