Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

      Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, dimana aku berkumpul dengan ayah dan ibuku tercinta, ingin rasanya aku mengulanginya masa itu. Saat berkumpul bersama mereka, terasa bahagia walau hidup ditengah kesederhanaan.

      Rumah kami sangat kecil, berdinding bambu dan beratap genting tua. Tapi disanalah kami tumbuh, disanalah tempat kami mendapat curahan kasih sayang dari ayah, ibu dan saudara-saudara tercinta.  

      Angin malam yang berhembus diantara sela bambu sebagai dinding rumah kami tak mampu mengalahkan hangatnya belaian kasih seorang ibu, dan sayang dari saudara. (Baca juga : Hujan Gerimis pada Musim Kemarau)

      Begitupun terik matahari yang menerobos di sela genting tua rumah kami, terlupakan dengan pelukan erat seorang ayah.

      Merdu suara kicau burung yang selalu setia menyapa dari ranting pepohonan dibelakang rumah kami saat pagi menjelang. Gemericik air sungai menjadi tempat kami bersenda gurau di sela kail yang berbalas. Semua masih tersimpan dalam bayang rindu ini. read more

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

      Mungkin kita juga sepakat bahwa dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan, banyak orang yang mengatakan bahwa mencari adalah sesuatu hal yang paling melelahkan. Dibutuhkan segenap energy dan tenaga untuk berpikir, bergegas sana-sini, berkunjung ke suatu tempat ke tempat lainnya, dan juga menghadapi ketidakpastian.

      Seperti halnya mencari “kamu”. Memang, tidak terlalu melelahkan fisik. Tapi, melelahkan hati. Kaki tak perlu menjejak banyak pulau, bahkan negara. Hanya saja, hati yang lelah menahan sesak. Hal lumrah ketika hati mudah terpaut dalam perasaan terhadap seseorang. Di mana, lambat laun rasa itu semakin menguat sampai batas yang tak bisa kita perkirakan. (Baca juga : Buah dari Kesabaran dan Kerajinan)

      Apa yang terjadi jika hati tidak kuat? Dia akan rapuh dalam sebuah ikatan semu. Kenapa semu? karena ikatan ini tidak resmi dan tak mengabadikan hati. Masih ada peluang hati tak terpaut sepenuhnya. Lalu bagaimana jika kemudian hubungan seperti ini selesai? banyak sesak terasa di dada. Bisa saja membuat depresi karena patah hati. read more

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

      Aku kesulitan menemukan makna rasa ini. Dan aku kebingungan mencari arti rasa ini. Rasa yang diam, rasa yang bukan mengganggu hanya saja selalu mengusik warasku. Aku memang tahu saat ini telah barada bersamanya, tetapi aku masih memendam heran bagaimana aku bisa begitu menyayanginya. Aku juga merasa penasaran bagaimana aku bisa begitu mencintainya. (Baca juga : Terindah diantara Padang Rumput)

      Setiap saat aku selalu berharap berada di sampingnya, merangkul rasa yang ia hadirkan untukku. Aku tak tahu mengapa aku seperti terbius dan tak sadar bagaimana aku telah bersamanya dan begitu menyayanginya. Aaach, mungkin ini seperti apa yang dirasakan bintang ketika dengan sendirinya memilih menemani bulan.

      Ya, mungkinkah disana hadir kata takdir itu? Atau aku saja yang melebih-lebihkan rasa itu? Kini aku terdiam bermain dengan pengandaian-pengandaian. Memikirkan apa yang akan terjadi seandainya dulu tidak seperti ini, seandainya dulu tidak begini, seandainya dulu harusnya bukan. read more

Diriku Hanya Rindu

Diriku Hanya Rindu

Diriku Hanya Rindu

      Dibawah ini kami bagikan catatan kecil tentang Diriku Hanya Rindu sebagai nasehat bagi adik adik para remaja agar dapat mengendalikan diri untuk tidak berharap pada lawan jenisnya menjadi calon suami atau istrinya kelak, karena jodoh ada ditangan-NYA. (baca juga : Sepucuk Surat dari Seorang Ayah)

      Ketika seorang penyair mengalami kegundahan, hampir dapat dipastikan dia akan mampu untuk mengungkapkan kegundahannya melalui syair, sedangkan aku hanya mampu mengungkapkan kegundahanku melalui linangan air mataku.

      Aku merindu akan dirimu, namun kadang aku takut jika rinduku pada-Nya tak lebih besar lagi jika aku terus merindu akan dirimu. Maka air mata ini menjadi tangis rindu serta do’a untuk yang terbaik bagimu yang kurindu.

      Ya Rabb, jika memang ia tidak KAU pilihkan untukku nantinya, biarlah ia disana dan aku disini. Biarlah terhijab oleh jarak ini, biarlah terhijab oleh malu ini. Rabb, hatiku benar-benar berharap penjagaan-Mu.

     Manalah yang lebih kupilih selain menjaga kebaikan keduanya. Memang terasa berat dengan sedikit memudarkan lamunan. Memang terasa sedikit menyayat hati ketika mencoba menghapus kerinduan. Namun itulah pilihan. Namun itulah jalan. Kupilih karena aku mencintaimu. read more

Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

      Sepucuk Surat dari Seorang Ayah ini menandakan bahwa Anakmu Bukan anakmu, anakmu adalah titipan Tuhanmu. Surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki : (baca juga : Antara Doa Anak dan Orang Tua)

Salam rindu dari Seorang Ayah

      Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

      Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

      Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.

      Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini. read more

Istriku Mahkota Hati

Istriku Mahkota Hati

Istriku Mahkota Hati

        Dibawah ini posting tentang Istriku Mahkota Hati yang merupakan kata – kata hatiku atas pengabdian istri tercintaku dalam kehidupanku selama aku berkarya dan beribadah. Walaupun rangkaian kata yang ku curahkan ini tidak seindah yang dia tunjukkan padaku, namun setidaknya postingku tentang pengabdian Istriku sebagai Mahkota Hatiku ini menjadi bagian dari rasa cintaku pada dia. (Baca dan resapi juga : Malam Bertabur Cinta)

Inilah kata-kata tentang Istriku tercinta sebagai Mahkota Hati

Istriku Mahkota Hati

Senyummu adalah bahagiaku

Ceriamu adalah dambaku

Gelisahmu adalah kebimbanganku

Air matamu adalah kesedihanku

Setiap kau sambut kedatanganku adalah kebanggaanku

Setiap kau cium tanganku adalah penghilang kepenatanku

Setiap kau raih kakiku tuk lepas sepatuku adalah penambah kagumku

Setiap kau siapkan makan minum adalah perekat ragaku

Kau belahan jiwaku

Kau bidadariku

Kau pelipur lara dukaku

Kau pengiring suka citaku

Kau penyempurna imanku

Bersama kita dalam hari-hari keberkahan

Bersama kita dalam malam-malam bermunajat

Kita saling terikat

Kita saling terjalin

Kita saling tertaut read more