Adap Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah

Tata Cara Makan Sesuai Sunnah Rasul

       Adap Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah. Islam merupakan agama rahmat bagi semesta alam. Islam adalah petunjuk yang menjelaskan segala bentuk kemaslahatan (kebaikan) bagi manusia, mulai dari masalah yang paling kecil dan ringan hingga masalah yang paling besar dan berat. Islam juga memberikan petunjuk bagi umat agar tidak melakukan hal-hal yang buruk atau jelek mulai dari hal buruk yang sangat ringan sampai hal buruk yang sangat berat.

     Demikianlah kesempurnaan Islam yang hujjahnya sangat jelas dan terang, malamnya bagaikan siang. Sehingga tidak ada satupun permasalahan yang tersisa melainkan telah dijelaskan didalamnya. Termasuk dari keindahan dan kesempurnaan agama Islam adalah adanya aturan-aturan dan adab atau cara-cara ketika kita makan dan minum.

       Namun terkadang kita melihat Seorang muslim atau muslimah (maaf yang kami singgung disini adalah saudara kita yang seiman) makan sambil berjalan, makan dengan tangan kiri, tanpa berdoa, bahkan menyisakan makanan, hal ini seakan sudah menjadi pemandangan umum di kantin-kantin sekolah atau kampus, pada waktu ada jamuan makan ketika undangan, dan lain lain. Betapa miris hati ini melihatnya. read more

Air Nabeez Minuman Kesehatan Rasulullah

Air Nabeez

    Air Nabeez Minuman Kesehatan Rasulullah. Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan seluruh orang muslim yang senantiasa mengagungkan sunnahnya hingga akhir masa.

       Pada postingan kali ini kami ingin berbagi tentang air Nabeez yang merupakan air rendaman kurma atau kismis. Air Nabeez merupakan minuman salah satu minuman kegemaran Rasulullah SAW. Sebagaimana dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

      Aisyah pernah ditanya tentang nabeez, kemudian ia memanggil seorang wanita pelayan asal Habasyah. “Bertanyalah kepada wanita ini!” Kata Aisyah. “Karena ia dahulu pernah membuat nabeez untuk Rasulullah SAW,” tambahnya. Lalu wanita asal Habasyah itu berkata, “Aku pernah membuat nabeez untuk beliau dalam sebuah kantung kulit pada malam hari. Kemudian aku mengikatnya dan menggantungnya. Lalu di pagi harinya beliau SAW meminumnya.”Dari Aisyah dia berkata, “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah SAW di dalam air minum yang bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya dipagi hari.” (HR Muslim). read more

Renungan sebelum kita mati

Renungan Sebelum KIta Mati

       Renungan sebelum kita mati. Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 8 malam kami mendengar pengumuman dari kepala dusun kami yang menginformasikan melalui pengeras suara di dua musholla dusun kami bahwa tetangga kami “si Fulan” telah meninggal dunia. Atas pengumuman itu kami warga dusun berduyun-duyun berdatangan ke rumah duka.

   Proses pemakaman dimulai dengan memandikan jenasah, mengkafani lalu menshalati. Tapi sungguh sangat disayangkan bahwa yang ikut menshalati tidak lebih dari dua puluh orang. Mungkin mereka beranggapan bahwa shalat jenasah hukumnya fardlu kifayah sehingga asal sudah ada yang menshalati maka gugurlah kewajiban mereka.

      Proses berikutnya adalah mengantarkan jenasah ke makam yang merupakan tempat tinggal sementara bagi sang mayat. Perjalanan ke makam dimulai sekitar pukul 10 malam dengan lama perjalanan sekitar lima belas menit.

       Ketika kami berada di area pemakaman, suasana begitu hening, kecuali suara para pengantar yang yang saling berbicara urusan masing-masing dan suara binatang malam yang sayup- sayup terdengar agak jauh karena binatang malam didekat makam terdiam karena mendengar suara langkah kaki dan guman para pengantar. read more

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

Idul Fitri

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

      Setiap tanggal 1 Syawal seluruh umat Islam di Indonesia maupun di negara negara lain di dunia merayakan Hari Raya Idul Fithri dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, setelah menjalani “trainning” 1 bulan lamanya selama bulan puasa dengan melaksanakan ibadah “shaum”. (Baca juga : Adap Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah)

       Hari Raya Idul Fitri merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses ibadah selama bulan Ramadhan dimana dalam bulan tersebut kita melakukan ibadah Shaum dengan penuh keimanan kepada Allah SWT. Penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh Rasulullah dimaksudkan untuk menggantikan Hari Raya yang biasa dilaksanakan orang-orang Madinah pada waktu itu. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yaitu :

       Jabir ra. Berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah sedangkan bagi penduduk Madinah ada dua hari yang mereka (bermain-main padanya dan merayakannya dengan berbagai permainan). Maka Rasulullah SAW bertanya : Apakah hari yang dua ini? penduduk Madinah menjawab : Adalah kami dimasa jahiliyah bergembira ria padanya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Allah telah menukar dua hari ini dengan lebih baik, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri. (HR Abu Daud). read more