Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

      Di suatu daerah ada seorang pedagang kaya namun dia merasa tidak bahagia. Sejak pagi buta dia telah bangun dan keluar rumah untuk memulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari dia lalui dengan monoton.

      Suatu pagi setelah mandi, ketika dia berkaca, tiba-tiba dia merasa kaget saat menyadari bahwa rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah mulai tua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu banyak, tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”  berkata dia dalam hati. (Baca juga : Mengalah Demi Ketenangan Jiwa)

      Setelah menimbang-nimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar rutinitas dia. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. read more

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

      Aku kesulitan menemukan makna rasa ini. Dan aku kebingungan mencari arti rasa ini. Rasa yang diam, rasa yang bukan mengganggu hanya saja selalu mengusik warasku. Aku memang tahu saat ini telah barada bersamanya, tetapi aku masih memendam heran bagaimana aku bisa begitu menyayanginya. Aku juga merasa penasaran bagaimana aku bisa begitu mencintainya. (Baca juga : Terindah diantara Padang Rumput)

      Setiap saat aku selalu berharap berada di sampingnya, merangkul rasa yang ia hadirkan untukku. Aku tak tahu mengapa aku seperti terbius dan tak sadar bagaimana aku telah bersamanya dan begitu menyayanginya. Aaach, mungkin ini seperti apa yang dirasakan bintang ketika dengan sendirinya memilih menemani bulan.

      Ya, mungkinkah disana hadir kata takdir itu? Atau aku saja yang melebih-lebihkan rasa itu? Kini aku terdiam bermain dengan pengandaian-pengandaian. Memikirkan apa yang akan terjadi seandainya dulu tidak seperti ini, seandainya dulu tidak begini, seandainya dulu harusnya bukan. read more