Home » palsu

palsu

Tabib Palsu Mengalahkan Dokter

Tabib Palsu Mengalahkan Dokter

Tabib Palsu Mengalahkan Dokter

 Tabib Palsu Mengalahkan Dokter diawali dari Kisah seorang dari kampung (sebut saja Dudung) yang mencoba mengadu nasib di kota besar Jakarta. Ternyata di Jakarta tidak semudah yang dibayangkan. Dia telah mencoba melamar kerja ke berbagai kantor atau pabrik dengan harapan mendapatkan pekerjaan disana. Namun karena hanya berbekal ijazah SMA, maka semua tempat yang didatangi tidak ada yang mau menerima lamaran kerjanya. Dalam kejenuhan mencari pekerjaan, akhirnya dia pun terpikir mencoba membuka sebuah klinik pengobatan, walaupun dia tidak punya keahlian sedikitpun dibidang pengobatan. (Baca juga : Menjadi Kesukaan Para Wanita)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Supaya orang-orang mau berobat ke klinik nya, Dudung membuat iklan menarik :

“Menyembuhkan segala penyakit. Ayo berobat kemari. Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh kami bayar anda 1 juta”.

Konon ada seorang dokter tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.

Dudung: “Sakit apa sampeyan Pak..?”

Dokter : “Mulut terasa hambar, kalau makan tak terasa apa- apa “. read more

Kemesraan Kakek Nenek

Kemesraan Kakek Nenek

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kemesraan Kakek Nenek

 Pada suatu siang hari, sang pemuda yang sedang menyantap makan siang di sebuah warung dengan berbagai menu masakan, melihat sepasang kakek nenek sedang masuk ke warung tersebut. Sang pemuda itu memperhatikan kakek nenek yang masuk itu. Kakek nenek itu nampak serasi sekali, mulai dari bajunya, kaca matanya, dan ditambah mereka masuk dengan bergandengan tangan. (Baca juga : Kentut Kejutan)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

 Setelah mereka berdua di salah satu meja makan, si kakek segera duduk, sedangkan si nenek menuju tempat penjual untuk memesan makanan dan minuman.

 Lalu si nenek kembali ke kursi dihadapan si kakek sambil saling senyum. Selang beberapa saat menu makanan yang dipesan sudah tiba di meja nakan. Ternyata si nenek hanya memesan satu porsi makanan dan satu gelas es teh. Si nenek lalu membagi dua makanan tersebut; nasi mereka bagi dua, ayam juga di bagi dua, kentang pun mereka bagi dua.

 Sang kakek mulai menyantap hidangannya, dan si nenek melihat mesra kepada kakeknya yang sedang makan, namun sang pemuda merasa heran karena melihat si nenek yang belum mulai menyantap makanan yang ada di hadapannya. read more