History of Padang City

History of Padang City

History of Padang City

History of Padang City

       As we know, the city of Padang is the capital of the province of West Sumatra. The city which is famous for the legend of Malin Kundang and Siti Nurbaya is directly adjacent to the sea and hills, so it automatically has a variety of interesting tourist attractions. (Also read : Legend of Semarang City)

       The city of Padang has a diverse culture, the types of people are also diverse, the customs are coded with sarak, sarak is codenamed Kitabullah that is the slogan of the Minang community that is inherent today. The city is very famous for its exceptional culinary delights.

       Not only domestically, Padang restaurants also exist in foreign countries with appetizing food menus, for example rendang. Besides the food, Padang also has a very thick culture.

       Well, you certainly want to know about the history of the City of Padang. The following is the history.

In the 14th century

       The Old City area in Padang was once one of the rantau areas which was established by nomads in the Minangkabau area of ​​the highlands or also called Darek. read more

Terindah diantara Padang Rumput

Terindah diantara Padang Rumput

Terindah diantara Padang Rumput

      Pada suatu hari ada seorang guru beserta seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon yang berada di tengah lapangan rumput. Sambil menikmati desiran angina, si pemuda itu bertanya kepada sang guru. (Baca juga : Kucing Kecil Disekitar Kandang)

“Guru … saya ingin bertanya bagaimana cara menemukan pasangan hidup ? Bisakah membantu saya?” Tanya pemuda itu.

Sang Guru diam sesaat kemudian menjawab …”Itu pertanyaan yang gampang – gampang susah “

Pemuda itu di buat bingung oleh jawaban gurunya.

      Melihat pemuda itu dalam kebingungan, maka sang guru berkata, “Begini muridku … coba kamu lihat ke depan, banyak sekali rumput disana … coba kamu berjalan kesana tapi kamu jangan berjalan mundur kembali, tetaplah berjalan lurus ke depan, ketika berjalan coba kamu temukan sehelai rumput yang paling indah kemudian berikan kepada saya ….. tapi ingat, yang kamu ambil hanya sehelai rumput.”

      Pemuda itu menuruti permintaan gurunya. Dia berjalan menyusuri padang rumput yang luas. Dalam perjalanan itu dia menemukan sehelai rumput yang indah namun tidak di ambilnya .. karena dia berfikir akan menemukan yang lebih indah … dan tanpa pemuda itu sadari, ia telah sampai di akhir padang rumput. Pada akhirnya dia mengambil sehelai rumput yang paling indah yang ada diakhir padang rumput itu. .. kemudian dia kembali ke Gurunya read more