Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

      Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, dimana aku berkumpul dengan ayah dan ibuku tercinta, ingin rasanya aku mengulanginya masa itu. Saat berkumpul bersama mereka, terasa bahagia walau hidup ditengah kesederhanaan.

      Rumah kami sangat kecil, berdinding bambu dan beratap genting tua. Tapi disanalah kami tumbuh, disanalah tempat kami mendapat curahan kasih sayang dari ayah, ibu dan saudara-saudara tercinta.  

      Angin malam yang berhembus diantara sela bambu sebagai dinding rumah kami tak mampu mengalahkan hangatnya belaian kasih seorang ibu, dan sayang dari saudara. (Baca juga : Hujan Gerimis pada Musim Kemarau)

      Begitupun terik matahari yang menerobos di sela genting tua rumah kami, terlupakan dengan pelukan erat seorang ayah.

      Merdu suara kicau burung yang selalu setia menyapa dari ranting pepohonan dibelakang rumah kami saat pagi menjelang. Gemericik air sungai menjadi tempat kami bersenda gurau di sela kail yang berbalas. Semua masih tersimpan dalam bayang rindu ini. read more

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

      Setiap orang, siapapun dia pasti akan mengalami kesulitan, baik itu konglomerat atau melarat, golongan teras atau yang tidur di teras, artis atau pengemis, semua pasti mengalami kesulitan karena kesulitan pasti menyertai hidup yang selalu diuji. (baca juga : Ketika Aku Jarang Melihat Diriku)

      Tinggal bagaimana kita menghadapi ujian berupa kesulitan ini. Ketika hati sudah tidak tertanggung derita dan bibir masih sempat mengukir tawa, alangkah indahnya. Dia sembunyikan segala rasa dan untuk dicurahkan hanya kepada Allah satu-satunya. Karena menampakkan kemuraman wajah di hadapan manusia tidak akan menyelesaikan apa-apa. Mungkin kita akan memperoleh simpati tetapi selebihnya hanya Allah yang tahu jalan penyelesaiannya.

      Ketika ditimpa bencana, tersenyumlah karena ujian adalah tanda kasih sayang Allah. Allah tidak akan membiarkan manusia yang disayangNya terlena dalam kenikmatan sehingga melupakan DIA.

      Cobalah kita bandingkan ketika kita dalam kegembiraan dengan kita yang dalam kesakitan/kesedihan, berapa lama waktu yang sempat kita habiskan di atas tikar sejadah? Kebanyakan kita terlalu mudah lupa ketika dalam kegembiraan, dan hanya tersentak apabila Allah mengetuk kita dengan kegundahan dan masalah. read more