Mata

Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Tanpa ku sadari ….

Engkau kian mendekati saat kepergianmu

Sedang aku baru mulai menghitung nilai ibadahku

Yang rupanya terlalu tipis ibadah yang ku gubah

Saat ini baru ku sadari kenikmatanmu

Saat ini baru ku sadari keindahanmu

Duhai Ramadhan …

Ku akui imanku terlalu kecil umpama partikel-partikel yang beterbangan

Ku tahu kedatanganmu terlalu cepat seumpama sambaran kilat

(Baca juga : Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup)

Namun aku tetap terus asyik dengan mainan khayalan benakku

Tanpa memikirkan untuk mengatur cara mendakapmu seerat-eratnya

Sehingga aku akan tetap merasakan kehangatanmu walau kau telah pergi,

Pergi selama sebelas bulan meninggalkan diriku.

Aku lupa bahwa dirimu bisa membimbingku melawan amarah yang menyingga

Dirimu juga berusaha mendidik tembakan nafsu birahiku

Dan daripadamu juga aku mengenal kondisi diriku yang sebenarnya

Kini baru aku mulai bersungguh menggapaimu

PadaNya ku sujud meratab memohon jutaan keampunan

Atas segala bongkahan dosa yang pernah ku pahatkan padaNya

Air mataku basah kuyup membasahi hamparan sujudku read more

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

      Kita kadang rancu membedakan istilah cinta dengan suka, sehingga ketika kita mencintan seseoarang, kita mengatakan “Aku cinta Kamu”, padahal makna cinta dan suka itu pada dasarnya adalah beda. Begitu juga ketika ada orang yang mengatakan “Aku suka kamu”, kita menganggap bahwa orang yang mengatakan itu berarti mencintai kita, padahal belum tentu persaannya seperti itu. (Baca juga : Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang)

      Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka agar kita memahami bagaimana perasaan cinta itu, dan bagaimana pula perasaan suka itu.

Inilah Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka:

Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang. Tapi di hadapan orang yang kita suka, hati kita akan gembira. Di hadapan orang yang kita cinta, musim senantiasa berbunga-bunga. Sedangkan di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja. Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku. Tapi jika kita melihat ke dalam mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum. Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Sedangkan di depan orang yg kita suka, kita akan menunjukkan penampilan yang sebenarnya. Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata. Sedangkan di depan orang yang kita suka, kita akan bebas berkata apa saja. Kita tidak akan merenung mata orang yang kita cinta. Tapi kita akan selalu merenung mata orang yang kita suka. Bila orang yang kita cinta sedang menangis, kita akan turut juga menangis. Namun bila orang yang kita suka sedang menangis, kita akan cuba untuk membuat dia gembira. (Baca juga artikel lain pada :

Terpaku Diatas Hamparan Duka read more

Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

       Suatu ketika Keluarga Panjul yang terdiri dari seorang istri yang bernama Menik dan seorang anak laki-laki yang berusia 7 tahun harus pindah ke lain daerah karena mutasi kerja. Kebetulan Menik juga bekerja di kantor yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka yang baru. Tentu saja hal ini membuat keluarga Panjul sangat senang. Namu resiko kepindahan ini adalah juga kepindahan anak mereka yang bernama Dudung. Dudung harus pindah ke Sekolah Dasar yang baru. Untungnya sekolah tempat Dudung belajar tidak jauh dari rumahnya sehingga setiap hari  walau minggu-minggu pertama, Dudung berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. (Baca juga : Kentut Kejutan)

      Pada suatu hari pada pukul 07.30, Menik yang akan berangkat ke kantor dikejutkan oleh kepulangan anaknya yang bernama Dudung sambal menangis terisak-isak. Menik sangat heran mengapa anaknya pulang dari sekolah pagi amat dan dalam keadaan menangis sesenggukan pula. Namun naluri Menik sebagai seorang ibu keluar, dan dengan bijak Menik menghampiri dan meredakan tangis anaknya dan meminta ijin ke kantornya karena akan terlambat tiba di kantor. read more

Ulang Tahun dalam Air Mata

Ulang Tahun dalam Air Mata

Ulang Tahun dalam Air Mata

Pada suatu hari seorang anak yang berumur 5 tahun bertanya pada ibunya.

“Bu, kenapa tiap aku ulang tahun Ibu gak Pernah ngasih aku apa – apa?

ibunya cuma diam dan meneteskan air mata. Dia belum bisa menjawab.

Namun akhirnya berkata : ”Nak, kamu  kan masih kecil?”

Hari berlalu, bulanpun berganti dan si anak kini tumbuh semakin besar. Hingga pada suatu hari, ketika anak itu umurnya menjelang  8 tahun, dia mengalami kecelakaan.

Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, seorang dokter segera menemuinya dan berkata pada ibunya itu.

”Maaf bu, saya tidak yakin apakaah anak ibu bisa bertahan, Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.

Mendengar penjelasan dokter itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.

Anaknya terbaring lemas dan berkata: ”Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?

ibunya tak kuasa membendung air matanya, kemudian ia menggengam tangan putranya dengan erat sambil menangis. . . read more