Malam

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Sebenarnya,

Aku masih ingin bercerita padamu.

Perihal Hujan yang sore kemarin jatuh di halaman rumah kita.

Perihal angin yang tadi malam menerobos celah dinding rumah kita.

Perihal matahari yang belakangan malas bangun diantara hamparan mendung.

Juga perihal senja yang selalu tampak terburu-buru menjelang malam.

(Baca juga : Ketika Kematian Menjemput Kita)

Sebenarnya,

Aku masih ingin melewati terik matahari bersamamu.

Aku masih ingin meniti gerimis hujan tanpa payung berdua denganmu.

Aku juga masih ingin bercengkerama denganmu sambil menikmati biskuit dan secangkir kopi hangat.

(Baca juga artikel lain pada : Aku terserah pada Pencipta ku)

Sebenarnya,

Aku masih ingin membagi cita hari esok berdua denganmu.

Tentang mendirikan sebuah rumah kecil yang akan menaungi kita.

Tentang sarapan pagi dan dongeng malam yang akan kusediakan untuk anak-anak disetiap pagi dan petang.

Tentang ciuman di kening dan pelukan hangat yang akan selalu kusematkan dalam tidur malam dan sebelum bangun pagimu. read more

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

      Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, dimana aku berkumpul dengan ayah dan ibuku tercinta, ingin rasanya aku mengulanginya masa itu. Saat berkumpul bersama mereka, terasa bahagia walau hidup ditengah kesederhanaan.

      Rumah kami sangat kecil, berdinding bambu dan beratap genting tua. Tapi disanalah kami tumbuh, disanalah tempat kami mendapat curahan kasih sayang dari ayah, ibu dan saudara-saudara tercinta.  

      Angin malam yang berhembus diantara sela bambu sebagai dinding rumah kami tak mampu mengalahkan hangatnya belaian kasih seorang ibu, dan sayang dari saudara. (Baca juga : Hujan Gerimis pada Musim Kemarau)

      Begitupun terik matahari yang menerobos di sela genting tua rumah kami, terlupakan dengan pelukan erat seorang ayah.

      Merdu suara kicau burung yang selalu setia menyapa dari ranting pepohonan dibelakang rumah kami saat pagi menjelang. Gemericik air sungai menjadi tempat kami bersenda gurau di sela kail yang berbalas. Semua masih tersimpan dalam bayang rindu ini. read more

Istri Wanita Super Hebat

Istri Wanita Super Hebat

Istri Wanita Super Hebat

      Pada suatu hari seorang pegawai kantor Bank ternama (Sebut saja namanya Anton) berkonsultasi dengan Psikolog tentang keluarga pegawai tersebut sehingga terjadilah wawanca diantara keduanya.

Psikolog : Apa yang anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup anda dan keluarga ???

Anton : Saya bekerja sebagai analis d bank nasional!!!

Psikolog : Istri anda ???

Anton : Tidak bekerja. Dia hanya seorang ibu rumah tangga.

Psikolog : Siapa yang membuat sarapan untuk keluarga anda di pagi hari ???

Anton : istri saya sebab dia tidak bekerja. (Baca juga : Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk)

Psikolog : Jam brapa dia bangun untuk menyiapkan sarapan ???

Anton : Jam 4 pagi karena dia membersihkan rumah dulu sebelumnya.

Psikolog : Bagaimana anak anda berangkat sekolah ???

Anton : Istri saya yang mengantar anak-anak kami karena dia tidak bekerja.

Psikolog : Setelah mengantar anak, apa yang dia lakukan ???

Anton : ke pasar lalu pulang kerumah untuk masak dan mencuci pakaian, karena anda pasti tahu, itu dia lakukan karena dia tidak bekerja. read more

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Semua harus diawali dengan prasangka baik,

Saat kita mulai melangkahkan kaki menuju suatu tempat yang belum pernah kita ketahui,

Saat kita mulai melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan,

Saat kita mulai bertemu dengan hal-hal baru,

Maka semua harus dimulai dengan prasangka yang baik.

Jiwa kita harus diselimuti dengan prasangka yang baik

Hati kita harus diisi dengan prasangka yang baik,

Saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan,

Saat kita mulai lelah memperjuangkan satu hal yang terasa tidak pernah selesai,

Saat kita kehilangan hal-hal yang kita cintai,

Hati kita harus tetap diisi dengan prasangka yang baik.

(Baca juga : Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan)

Tetaplah berprasangka baik,

Saat senyum dibalas dengan cibiran.

Saat ketulusan dibalas dengan pamrih,

Saat kejujuran dibalas dengan pengingkaran,

Saat cinta dibalas dengan kebencian,

Tetaplah berprasangka baik.

Teruslah berpikir dengan baik dan penuh kebaikan,

Karena kita memiliki hati yang tidak pernah ingkar kepada kita

Karena kita memiliki pemahaman yang tidak pernah mengelabui kita read more

Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

      Sepertinya memang harus mengalah dengan keadaan ini. Walau ada lelah tertahan, mungkin sudah jalan tergaris untuk ditapak dan untuk dilalui.

      Hanya tak ingin menopang pada ego ini dan mencoba untuk membuka diri, berharap tak salah dalam melangkah, walau dalam ragu bertepi bimbang yang menghadang.

      Senyum ini belum bisa lepas mengembang. Seperti masih ada rasa tertahan dan masih harus dipaksakan. Belum juga ada jawaban terhadap apa yang menjadi harap dalam tujuan.

(Baca juga : Belajar dari Pengalaman Pahit atau Manis)

      Memang hidup di dunia ini tak pernah sempurna. Tak selamanya harapan yang diangankan bisa menjadi kenyataan. Hanya mampu untuk bertahan dan terus berharap; semoga perubahan yang lebih baik itu akan segera datang sesuai dengan harapan.

      Terkadang rasa sedih menghampiri, saat merasa ada sesuatu yang hilang, kebebasan yang harus terlewati, kebebasan yang terbelenggu. Tapi lagi-lagi semua itu harus dihadapi. Kebebasan yang terlewati dan Kebebasan Yang Terbelenggu yang harus dihadapi read more

Cerita Sendu Menyambut Malam

Cerita Sendu Menyambut Malam

Cerita Sendu Menyambut Malam

Malam,,,,..

      Mungkin kau memang mampu menenggelamkan setiap senja yang hadir di penghujung waktu. Senja yang selalu mampu membangkitkan ingatanku tentang cerita sendu. Cerita yang tak pernah selesai hingga senja berikutnya datang dan malam selanjutnya mulai menjemputku. (Baca juga : Derita Sebatang Pohon Lapuk)

Malam,,,..

      Senjamu kali ini terlihat amat berbeda, air mukanya terlihat merintih, merana, kalut dan sendu. Apa yang sebenarnya terjadi? Entahlah,,,, Aku tak tahu mengapa. Aku tak lagi melihat senja yang biasa menyapaku tatkala aku terduduk di tengah rumput ilalang yang menjulang teduh dengan anggunnya. Senja yang menemaniku meliukkan jari jemari  untuk menggoreskan titik titik tinta tentangmu di atas kertas putih yang selalu ku bawa.

Malam,,,…

      Waktu senja tadipun tak ku lihat burung camar terbang di atas awan. Tak ku lihat fragmen-fragmen mahkota bunga daendelion yang terbang di depan mukaku yang terbawa semilirnya angin kemarau, tak kudengar sapa matahari yang biasanya selalu terdengar sebelum kembali ke peraduan malam. Dan itu semua membuat aku kehilangan akal untuk mampu mengguratkanmu dalam goresan pena yang saat ini berada dalam guratan takdirku. read more

Psikolog dan Air dalam Gelas

Psikolog dan Air dalam Gelas

Psikolog dan Air dalam Gelas

      Pada suatu haro seorang psikolog sedang memberikan pengarahan kepada audiens tentang bagaimana cara mengatur stress. Dia menjelaskan sambil berjalan mondar mandir di ruang tersebut dan kemudian dia menghampiri meja dan masih dalam keadaan berdiri dia mengambil segelas air. Para peserta pengarahan mulai beranggapan bahwa mereka akan di tanya mengenai filosofi gelas setegah kosong atau setengah penuh, tapi ternyata pertanyaan yang di ajukan oleh psikolog itu justru lain. (Lihat juga : Perjalanan Burung Merpati)

      Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Ia bertanya ke para peserta, “Brapakah berat dari gelas yang berisi air ini?”

      Banyak sekali yang menjawab, ada menjawab 8 oz, 15 oz sampai 20 oz atau lainnya.

      Psikolog itu kemudian melanjutkan, “Para hadirin. berapapun berat pasti dari gelas ini tidak akan jadi masalah. Tapi masalah sebanarnya adalah berapa lama saya akan memegangnya atau mengangkatnya. Jika saya memegang atau mengangkatnya selama satu menit, tentu tidak akan berpengaruh. Jika saya mengangkatnya selama satu jam, maka tangan saya akan terasa pegal. Jika saya mengangkatnya selama satu hari penuh, maka tangan saya akan mati rasa dan lumpuh. Kenapa bisa demikian, padahal dalam kasus ini, Berat dari gelas yang berisi air tidak pernah berubah. Nah para hadirin sekalian, saya bisa simpulkan bahwa berat dari gelas yang berisi air ini bukanlah letak permasalahannya, tapi berapa lama saya akan memegang dan mengangkat gelas ini, adalah permasalahan sebenarnya.” read more

Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Andai Ini Ramadhan Terakhirku

Andai aku tahu bahwa ini adalah Ramadhan terakhirku …….

Tentu aku akan sibuk mempersiapkan diri untuk mendekatkan diri pada Allah

Sebagai upaya untuk menggapai ridlo dariNYA,

Tentu aku tidak akan berkata sia-sia ataupun melakukan perbuatan yang sia-sia

Sehingga aku tidak akan merugi ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta

Andai tahun ini Ramadhan terakhirku …….

Mulutku tidak akan sempat membicarakan orang lain,

Karena kesibukanku untuk berdzikir, bersholawat dan beristighfar.

Andai ku tahu tahun ini Ramadhan terakhirku…

Tentu malamku akan aku sibukkan dengan .. berqiyamullail..

Sebagai upaya persiapan mendapatkan tarawih yang berkualitas kelak.

(baca juga : Hakikat dan Hikmah Idul Fitri)

Dengan mengadu.. merintih.meminta belas kasih

Karena sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU,

Tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU…. 

Andai ku tahu tahun ini Ramadhan terakhirku…

Tentu aku tak akan menyia-nyiakan mereka yang tersayang

ibuku…ayahku…kakak adikku…sahabat-sahabat yang ku kasihi read more

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

      Pernah mendengar pepatah yang berbunyi “Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”? Untuk memahami pepatah tersebut, berikut ini kami sampaikan satu cerita yang berkaitan dengan pepatah tersebut yang kami beri judul “Perangkap yang Menggiurkan” agar kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut. (baca juga : Belajar dari Seorang Anak Kecil)

Inilah cerita yang berjudul Perangkap yang Menggiurkan

      Pada suatu ketika ada burung Elang dan Kalkun yang telah akrab berteman. Kemanapun mereka pergi,  mereka selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi yang melihat Elang dan Kalkun terbang melintasi udara bebas, mereka selalu berdua.

      Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perutku sudah lapar nih!”. Elang membalas, “Baiklah, ide ini sangat bagus”. Maka kedua burung itupun melayang turun. Ketika melihat beberapa binatang lain sedang makan, mereka memutuskan bergabung dengan mereka. Kedua burung itu mendarat dekat dengan seekor sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun ketika melihat ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”. read more

Malam Bertabur Cinta

Malam Bertabur Cinta

Malam Bertabur Cinta

        Indahnya Malam Bertabur Cinta dari seorang hamba yang mengharap ridlo dari Allah pada waktu yang utama adalah rangkaian kata – kata indah yang kami curahkan bagi para ikhwan dan akhwat kali ini dengan harapan dapat menjadikan bagian dari ibadah kami untuk mengetuk hati demi ukhuwah dan mujahadah. (baca juga : Hindari Kesombongan yang Menjerumuskan)

Inilah Malam Bertabur Cinta

Malam Bertabur Cinta

Ditengah hening malam . . . .

Dia terhenyak dari peraduan.

Kelopak matanya terbuka,

Terbuka karena kehendak Allah yang Maha Kuasa,

Dia memulai langkah kakinya

Menggapai malam gulita menapak mencari cinta Mu YA ALLAH..

Malam yang sunyi tiada terdengar lagi canda manusia,

Kala mereka sedang nyenyak tidur mengukir mimpi..

Hanya terdengar nyanyian binatang malam

Dia bersyukur masih diperkenankan menikmati gemerlap bintang.

Dia mulai menjulurkan tangan menyentuh air yang sejuk mencecah ke tulang-belulangnya…

Melakukan wudhu tuk menggugurkan dosa-dosa kecilnya..

Dia  melangkah menuju bilik kecil di bagian rumah

Yang merupakan pancaran baitul Jannah baginya. read more