Lelaki

Jangan Menggadaikan Cinta

Jangan Menggadaikan Cinta

Jangan Menggadaikan Cinta

      Dari Judul “Jangan Menggadaikan Cinta” yang tertera ketika anda browsing di internet mungkin akan membuat anda bertanya tanya apa maksud dari judul diatas. Judul tersebut diatas memang untuk memancing agar anda penasaran. Tulisan ini walau banyak kata “saudari”, namun dapat juga dijadikan renungan bagi kaum hawa. (Baca juga : Nasihat Indah untuk Kaum Wanita)

      Di era sekarang bukan hal tabu jika ada dua orang yang berlainan jenis memadu asmara dengan dibungkus istilah “PACARAN”. Mereka pergi kemana-mana berdua, bermesraan. Padahal ketika dua orang yang berlainan jenis sedang pacaran atas nama cinta, maka sebenarnya mereka berdua sedang menggadaikan cinta.

       Jika ada seorang lelaki yang berkata “ Aku mencintaimu mau kah kau menjadi pacarku ? ” Sebenarnya ia sedang ingin merajut zinah atau mendekat pada zinah.

      Ingatlah wahai saudara saudariku, dalam psikologi lelaki dan wanita memang di desain berbeda. Lelaki lebih mengedepankan logika atau akal dibandingkan perasaan. Maka sebenarnya saat seorang lelaki merayu dan memuji perempuan yang belum halal baginya, jarang itu keluar dari hatinya, namun lebih tepatnya nafsu yang di kemas oleh logikanya. read more

Lelaki jangan Semena-mena kepada Wanita

Lelaki jangan Semena-mena kepada Wanita

Lelaki jangan Semena-mena kepada Wanita

      Tidak ada satu lelaki pun didunia ini yang tidak membutuhkan wanita. Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Bagaimana Nabi Adam ketika diturunkan ke dunia dan dipisahkan dengan Siti Hawa sehingga Nabi Adam mencari dan melakukan perjalanan yang sangat jauh dan dalam waktu yang sangat lama sampai berpuluh-puluh tahun. (baca juga : Kekuatan Jiwa Dibalik Tangis Wanita)

      Ya, apapun dan bagaimanapun kedudukan lelaki, pasti membutuhkan wanita. Lalu mengapa kadang kita dengar atau kita lihat Lelaki berlaku semena-mena kepada wanita? Sungguh sangat ironi jika hal itu terjadi. Maka seharusnya Lelaki jangan Semena-mena kepada Wanita.

      Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tak mungkin mampu lelaki tersebut meluruskan mereka. Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

      Luruskanlah wanita dengan cara yang ditunjuk Allah, karena mereka dicipta sebegitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya. Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. read more