Kisah Pohon Bambu

Kisah Pohon Bambu

Kisah Pohon Bambu

      Ada sebuah Kisah Pohon Bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Sebatang pohon bambu ini tumbuh tegak dan tinggi menjulang di antara batang-batang pohon bambu lainnya. (baca juga : Hikmah Dibalik Air Telaga)

      Suatu hari datanglah sang petani si pemilik pohon bambu itu. Dia mengamati beberapa pohon yang tumbuh itu. Ketika pandangan petani tertuju pada sebatang pohon bambu yang indah tersebut maka berkata kepada batang pohon bambu tersebut,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

      Pohon bambu yang tegak tersebut menjawabnya, “Oh tentu saja aku mau bila dapat bermanfaat bagi engkau, Tuan. Tapi beri tahu apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

      Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.” read more

Semangka Merah Tanpa Biji

Semangka Merah Tanpa Biji

Semangka Merah Tanpa Biji

      Pada suatu hari di salah satu kios pada pasar buah yang ada di tengah kota yang sangat ramai oleh penjual dan pembeli, penjual buah berteriak menawarkan buah semangkanya dengan selalu mengatakan “Manis Semangka Merah Tanpa Biji”. Kalimat tersebut diucapkan berulang kali untuk menarik perhatian orang yang lalu lalang agar mampir ke kiosnya untuk membeli semangka yang dijualnya. Karena dia selalu menagatakan “Semangka manis tanpa biji, sehingga tidak berapa lama ada pembeli yang ingin membeli semangka tersebut.

      Pembeli bertanya kepada pedagang, “Benarkah Semangkanya manis, Pak?” (baca juga : Jangan Khawatir Istriku)

      “Oh jangan khawatir, Mas. Manis, Semangka Merah Tanpa Biji!” jawab pedagang dengan antusias.

      Tanpa pikir panjang pembeli itu langsung memilih salah satu semangka yang berserakan, kemudian mengeluarkan uang dan membayar sesuai kesepakatan harga antar pembeli dan penjual tadi. Pembeli tersebut kemudian pulang dengan membawa semangka yang dibelinya dengan mengendarai motornya. Sialnya dalam perjalanan, pembeli semangka tadi menabrak trotoar sehingga semangka itu jatuh, lalu semangka itu pecah. read more

Jangan Khawatir Istriku

Jangan Khawatir Istriku

Jangan Khawatir Istriku

Istriku sayang,

Janganlah kamu merasa khawatir, …..

Walaupun tariff listrik naik,

Walaupun biaya administrasi kendaraan naik berlipat,

Namun …….

Istriku tidak usah khawatir,

Istriku tidak perlu ikut panik,

Istriku tidak usah mengeluh,

Karena aku bakal menjamin,

Bahwa …….

Uang belanja untuk istriku tidak akan aku naikkan.

Maka tenagkanlah dirimu wahai istriku tercinta.

      Itulah humor tentang Jangan Khawatir Istriku yang merupakan ungkapan atas kenaikan kebutuhan pokok. Kami mohon maaf jika ada yang merasa tersinggung atas tulisan kami yang membahas tentang seorang istri  yang khawatir. (baca juga : Tips Mencegah Nyamuk Masuk ke Dalam Rumah)

Semoga humor tentang Jangan Khawatir Istriku diatas bermanfaat. (kunjungi juga : Ungkapan Lucu Bikin Tertawa)