Jawa

Mantra Jawa Sangat Manjur

Mantra Jawa Sangat Manjur

Mantra Jawa Sangat Manjur

Mantra Jawa Sangat Manjur

      Ada seorang anak laki-laki Flores yang berusia 12 tahun, namanya Cornelius. Suatu hari Cornelius berlari lari menemui Pak Purnomo guru pada Sekolah di daerah pedalaman Flores. (Baca juga : Penjual Banyak Tanya)

      Cornelius meminta Pak Purnomo untuk datang kerumahnya untuk mengobati anjingnya yang sedang sekarat. Pak Purnomo yang berasal dari Solo (Jawa Tengah) tersenyum dan bersedia untuk datang ke rumah Cornelius.

      Mereka berdua langsung menuju rumah Cornelius. Setelah sampai di rumah Cornelius, Pak Purnomo melihat anjing tersebut dalam keadaan sekarat. Pak Purnomo yang asli Solo itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dalam bahasa Jawa, (Baca juga artikel lain pada : Asa di Bulan Puasa)

      “Su, asu ( njing, anjing ), nek kowe arep mati, yo mati-ò. (kalau kamu mau mati, ya mati saja)”.

       “Nek arep urip, yo waras-ò (kalau mau hidup, ya sembuhlah)”.

      Cornelius yang tidak bisa bahasa Jawa berpikir bahwa Pak Purnomo menggunakan mantra bahasa Latin yang mengandung magis. Diam-diam Cornelius menghafalkan kata-kata yang dia kira adalah mantra / doa itu. read more

Doraemon Pindah Suku

Doraemon Pindah Suku

Doraemon Pindah Suku

Doraemon Pindah Suku

      Tahukah anda tentang Doraemon yang pernah menjadi salah satu film / sinetron kartun di salah satu televisi swasta yang menjadi favorit bagi anak-anak Indonesia?? Ternyata DORAEMON itu KUCING asli dari Jawa lho, nama aslinya adalah DORAEMAN : yang artinya TIDAK ADA yang SAYANG….., dan karena merasa di Jawa sudah tidak ada yang menyayangi makanya dia pergi ke Negeri Jepang…. Ya akhirnya Doraemon Pindah Suku di Jepang. (Baca juga : Pertengkaran Suami Istri Orang Jepang)

      Nah, yang lebih mengherankan lagi ternyata di Jawa DORAEMAN sebenarnya juga punya banyak saudara dan teman yang masing-masing nama sesuai dengan karakternya masing-masing, seperti dibawah ini :

  • ☞ Yang tidak punya tata krama (unggah ungguh) namanya DORADUGO.
  • ☞ Yang bodoh namanya DORAMUDENG.
  • ☞ Yang minggat / kabur namanya DORABALI.
  • ☞ Yang suka keluyuran namanya DORAMULIH.
  • ☞ Baca juga artikel lain pada : Pituduh Becik Saka Para Leluhur
  • ☞ Yang sudah tidak mau bermain namanya DORAMAIN.
  • ☞ Yang sudah tidak merindukan lagi namanya DORAKANGEN.
  • ☞ Yang suka begadang namanya DORATURU.
  • ☞ Yang suka ngawur dalam bicara namanya DORANGGENAH.
  • ☞ Yang pikun namanya DORAELING.
  • ☞ Yang sering gatelen namanya DORAADUS.
  • ☞ Yang suka omong namanya DORAMENENG.
  • ☞ Yang suka berantem namanya DORAAKUR.
  • ☞ Yang kelaparan namanya DORAMANGAN.
  • ☞ Yang mengulang ulang perbuatan kurang baik namanya DORAKAPOK.
  • ☞ Yang tidak kelaparan namanya DORALUWE.
  • ☞ Baca juga artikel lain pada : Tetes Air Mata Mengiringi Kepergian Ayah
  • ☞ Yang tidak memenuhi undangan namanya DORAMORO
  • ☞ Yang suka nya gratisan namanya DORABAYAR
  • ☞ Yang baca TULISAN ini sambil senyum senyum sendiri namanya DORAWARAS.
  • ☞ Yang nggak pada ketawa namanya DORAPAHAM.

Nek moco iki nanging iseh mumet jenenge DORADUWEDUWIT… Ora usah nesu, ayo podho ngguyu!!!! 😝😁😁🤣🤣🤣

      Itulah postingan cerita humor tentang Doraemon Pindah Suku yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Kami mohon maaf karena asal usul asli DORAEMON kami tidak tahu. Postingan diatas hanya sekedar hiburan saja. Cerita humor diatas hanya fiktif belaka. Semoga postingan diatas bermanfaat. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda tentang Zakat) read more

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

      Berikut ini kami share beberapa Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga kepada para muridnya yang mempunyai makna yang sangat dalam untuk kita renungkan dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. (Baca juga : Pendidikan Merupakan Tiket Ke Masa Depan)

Inilah beberapa Filosofi Jawa Yang Diajarkan Oleh Sunan Kalijaga

  1. Urip Iku Urup

“Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik”. Jadilah penerang bagi orang lain.

  1. Memayu Hayuning Bawana

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

  1. Suro Diro Joyo Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti

“Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar”

  1. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho

“Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan”

  1. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kalangan

“Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu” Sabar, Syukur, Qona’ah. (Baca juga artikel lain pada : Perbaiki Amal untuk Bekal Akhirat) read more