Cerita Sendu Menyambut Malam

Cerita Sendu Menyambut Malam

Cerita Sendu Menyambut Malam

Malam,,,,..

      Mungkin kau memang mampu menenggelamkan setiap senja yang hadir di penghujung waktu. Senja yang selalu mampu membangkitkan ingatanku tentang cerita sendu. Cerita yang tak pernah selesai hingga senja berikutnya datang dan malam selanjutnya mulai menjemputku. (Baca juga : Derita Sebatang Pohon Lapuk)

Malam,,,..

      Senjamu kali ini terlihat amat berbeda, air mukanya terlihat merintih, merana, kalut dan sendu. Apa yang sebenarnya terjadi? Entahlah,,,, Aku tak tahu mengapa. Aku tak lagi melihat senja yang biasa menyapaku tatkala aku terduduk di tengah rumput ilalang yang menjulang teduh dengan anggunnya. Senja yang menemaniku meliukkan jari jemari  untuk menggoreskan titik titik tinta tentangmu di atas kertas putih yang selalu ku bawa.

Malam,,,…

      Waktu senja tadipun tak ku lihat burung camar terbang di atas awan. Tak ku lihat fragmen-fragmen mahkota bunga daendelion yang terbang di depan mukaku yang terbawa semilirnya angin kemarau, tak kudengar sapa matahari yang biasanya selalu terdengar sebelum kembali ke peraduan malam. Dan itu semua membuat aku kehilangan akal untuk mampu mengguratkanmu dalam goresan pena yang saat ini berada dalam guratan takdirku. read more

Tatap Masa Depan dengan Harapan

Tatap Masa Depan dengan Harapan

Tatap Masa Depan dengan Harapan

      Banyak orang mengatakan bahwa masa lalu adalah masa kenangan, masa lalu adalah masa untuk kita jadikan pelajaran. Ya, itu memang benar. (baca juga : Perangkap yang Menggiurkan)

Tapi perhatikan beberapa fakta ……

      Bahwa sebagian manusia hidup dalam masa lalunya. Pura-pura nyaman hidup dalam angan-angan yang sudah jadi kenangan.  Tangannya yang layu mendekap tubuhnya sendiri. Kakinya melangkah ke depan, tapi kepalanya terus menoleh ke belakang, berjibaku melawan waktu yang terus berjalan ke depan. Tanpa ampun. Tanpa pengertian sedikitpun. Walaupun angan-angan masih menerawang ke belakang.

      “Siang berganti malam. Gelap akan berganti terang, terang akan disusul gelap. Apa bedanya? Bukankah itu sama saja dengan yang lalu?”, katanya suatu hari. “Kalau kehidupan manusia selalu berputar dan sejarah berulang, apa bedanya masa lalu dan hari ini? Bukankah itu artinya melangkah ke depan adalah untuk melangkah ke belakang, masa depan adalah masa lalu juga sebenarnya?”

      Bumi memang berputar teratur pada porosnya. Dari perputaran akan kembali ke porosnya semula. Barangkali kehidupan memang berputar. Boleh jadi sejarah memang berulang. Tapi langkah suatu saat akan terhenti. Tapi dunia ini akan punya akhir. Kehidupan punya batas. Dan nahasnya, berbagai hal yang terjadi dalam rentang waktu kehidupan yang terbatas ini akan dimintai pertanggungjawaban. Itu pasti. read more

Hitam Pekat Gelap Gulita

Hitam Pekat Gelap Gulita

Hitam Pekat Gelap Gulita

      Pada suatu ketika ada tiga anak pelajar yang baru pulang dari sekolah. Ketiga anak tersebut rupanya adalah keturunan negro karena nampak dari kulitnya dari ujung kaki hingga ujung kepala berwarna hitam. Hanya gigi dan mata yang berwarna putih. (baca juga : Semangka Merah Tanpa Biji)

      Sambil berjalan, ketiga anak tersebut (yang masing – masing bernama Mince, Nancy dan Paula)  saling berdebat membanggakan kehebatan orang tua mereka masing – masing.

Inilah perdebatan mereka tentang Hitam Pekat Gelap Gulita:

Mince : ”Tau nggak, Babe gue kemarin ketika sedang ngupas mangga, eh..tangannya terluka oleh pisauny, iiiih, Darahnya berwarna HITAM PEKAT!!!!…

Nancy : “Itu sich belum seberapa. Papi aku kemarin sore sedang benerin Antenna Parabola, eh…. Papi terjatuh sampai patah tulang, dan perlu loe tau TULANG nya HITAM !!!”

Paula, Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu mah masih biasa, tadi

malam waktu kami sedang asyik nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap

gua KENTUT, dan tau gak apa yang terjadi kemudian? …..secara mengejutkan ,… tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP GULITA !!!!!!” read more