Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur

      Di suatu daerah ada seorang pedagang kaya namun dia merasa tidak bahagia. Sejak pagi buta dia telah bangun dan keluar rumah untuk memulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari dia lalui dengan monoton.

      Suatu pagi setelah mandi, ketika dia berkaca, tiba-tiba dia merasa kaget saat menyadari bahwa rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah mulai tua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu banyak, tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”  berkata dia dalam hati. (Baca juga : Mengalah Demi Ketenangan Jiwa)

      Setelah menimbang-nimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar rutinitas dia. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. read more