Keberkahan Lebih dari Sekedar Kebahagiaan

Keberkahan Lebih dari Sekedar Kebahagiaan

Keberkahan Lebih dari Sekedar Kebahagiaan

      Saudara dan saudariku semua yang dimuliakan Allah. Kita semua sebagai hamba Allah, kami yakin bahwa bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Baik itu di dunia, terlebih untuk akhirat. Oleh itulah, mari rehat sejenak dari membicarakan kebahagiaan. (baca juga : SURAT KEPUTUSAN PERMOHONAN MAAF)

      Hidup kita seumpama buah-buahan dengan beraneka aroma, bentuk, warna, dan rasa, yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis atau berjenjang jenjang. Tiap irisan atau jenjang itu adalah karunia Allah, kemudian tumbuh dari benih yang kita tanam. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, teratur maupun acaknya, besar maupun kecilnya, cerah maupun kelamnya, lembut maupun kasarnya, manis maupun pahitnya, masam maupun asinnya. Tapi kepastian dariNya dalam segala yang terindra itu adalah; semua mengandung gizi yang bermanfaat bagi ruh, hati, akal, dan jasad kita. (Baca juga artikel lain pada : Pancen saiki Jaman Edan)

      Itulah berkah. Itulah lapis-lapis atau jenjang-jenjang keberkahan. Ia bukan nikmat atau musibahnya; melainkan syukur dan sabarnya. Ia bukan kaya atau miskinnya; melainkan shadaqah dan doanya. Ia bukan sakit atau sehatnya; melainkan dzikir dan tafakkurnya. Ia bukan sedikit atau banyaknya; melainkan ridha dan qana’ahnya. Ia bukan tinggi atau rendahnya; melainkan tazkiyah dan tawadhu’nya. Ia bukan kuat atau lemahnya; melainkan adab dan akhlaqnya. Ia bukan sempit atau lapangnya; melainkan zuhud dan wara’nya. Ia bukan sukar atau mudahnya; melainkan ‘amal dan jihadnya. Ia bukan berat atau ringannya; melainkan ikhlas dan tawakkalnya. (Baca juga artikel lain pada : Aku Merindukan Ayah) read more

Rumah Tempat Merajut Asa

Rumah Tempat Merajut Asa

Rumah Tempat Merajut Asa

      Rumah sanagt sederhana yang aku gunakan sebagai tempat menghabiskan masa bayiku dengan dekapan hangat dari seorang ibu tercinta, masa kecilku yang hari-harinya untuk bermain belajar “Alif”, “Ba”, “Ta”, “Tsa”, hingga remaja yang membawa kenangan yang sangat berkesan. (Baca juga : Cerita Sendu Menyambut Malam)

      Untuk setiap sudut ruangan yang pernah aku habiskan dengan tawa dan air mata, dalam keramaian dan kesendirian, antara kesibukan dan kebosanan, dan juga aku habiskan untuk merebahkan badan saat aku lelah dan melepas penat, disana aku mengenal cinta yang sejati seorang ibu dan ayah. Mengenal dan mencinta yang mutlak dicinta, Dialah Allah SWT. Belajar mencinta orang telah mengorbankan diri untuk aku, ibuku, ayahku, tetanggaku, dan semua orang di muka bumi, dialah Muhammad,SAW.

      RUMAH adalah tujuan terakhir yang aku punya saat aku merasa kebingungan untuk menentukan tujuan, karena selalu ada alasan untuk pulang ke RUMAH. Entah dari manapun aku bepergian, entah dalam suasana ataupun segala hal apapun yang ada di dalamnya. (Baca juga artikel lain pada : Kenangan Terkikis oleh Harapan Baru) read more

Langkah Kaki di Bumi Allah

Langkah Kaki di Bumi Allah

Langkah Kaki di Bumi Allah

      Dibawah ini kami bagikan beberapa kata mutiara penuh hikmah tentang Langkah Kaki di Bumi Allah agar kita termotivasi dalam menjalankan hidup di dunia ini sebagi jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, Tuhan yang memberi kita segalanya ini. (Baca juga : Cinta Membawa Inspirasi Hidup)

Inilah beberapa kata mutiara tentang Langkah Kaki di Bumi Allah:

  • Apapun rintangan dan halangan yang sedang saya hadapi saat ini pasti saya akan jalani sepenuh hati dan lapan dada.
  • Apa yang sedang saya tanam dan saya kerjakan niscaya akan membuahkan hasil yang baik karena saya datang dan bekerja dengan niat yang baik pula.
  • Berusahalah sekuat yang kamu bisa, yakinlah, Tuhan tidak akan berdiam diri.
  • Bersyukurlah untuk apa yg kamu miliki saat ini, karena kamu tak pernah tahu semua itu bisa hilang esok hari.
  • Demi keluarga dan demi cita cita saya maka akan saya kerjakan dengan sepenuh hati.
  • Di dalam hati dan juga langkah kakiku tercipta sebuah impian untuk mewujudkan harapan dari orang yang menanti diriku.
  • Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung, sebagai perantau saya selalu menghormati adat dan istiadat sekitar.
  • Di perantauan sungkan pulang, di rumah enggan berangkat lagi
  • Ibu, walaupun kita berjauhan. Aku berjanji sekuat tenaga akan membahagiakanmu. Doa di setiap sujudmu selalu menyertai setiap langkahku menuju kesuksesan itu.
  • Jangan cuma berandai-andai atau membayangkan sesuatu, lakukanlah, mungkin apa yang kamu lakukan itu akan berakhir bahagia.
  • Kami mungkin punya mental yang jauh lebih kuat dibanding anak yang masih tinggal bersama orang tua. Setiap permasalahan yang ada kami hadapi dengan sendiri dan mandiri.
  • Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri.
  • Kita tidak akan pernah tahu, sebelum kita melakukannya.
  • Ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.
  • Merantaulah, agar kau merasakan betapa besarnya rindu akan kampung halamanmu.
  • Merantau akan memberikanmu banyak pengalaman hidup. Pergilah sejauh mungkin, tapi jangan sampai lupa pulang. (Baca juga artikel lain pada : Rumus Pola Bilangan Persegi Panjang)
  • Merantau bukanlah perkara sederhana. Jauh dari orang tua adalah hal yang sangat menyiksa. Namun berbahagialah mereka, semakin jauh dari orang tua, hati mereka justru semakin dekat di sisinya.
  • Mungkin saya sedang jauh dari orang tua dan keluarga namun dengan doa semuanya terasa dekat dan sangat bersahaja.
  • Setiap kesepian yang datang kami lawan dengan ketegaran yang hebat. Bila rindu mengetuk hati, kadang hanya tangis yang kami tahan setiap malam.
  • Tiap langkah kakiku berpijak ada sebuah harapan yang ditanam oleh orang-orang yang sangat mencintai dan merindukan diriku ini, oleh sebab itu saya tidak boleh gagal.
  • read more

    Tatap Masa Depan dengan Harapan

    Tatap Masa Depan dengan Harapan

    Tatap Masa Depan dengan Harapan

          Banyak orang mengatakan bahwa masa lalu adalah masa kenangan, masa lalu adalah masa untuk kita jadikan pelajaran. Ya, itu memang benar. (baca juga : Perangkap yang Menggiurkan)

    Tapi perhatikan beberapa fakta ……

          Bahwa sebagian manusia hidup dalam masa lalunya. Pura-pura nyaman hidup dalam angan-angan yang sudah jadi kenangan.  Tangannya yang layu mendekap tubuhnya sendiri. Kakinya melangkah ke depan, tapi kepalanya terus menoleh ke belakang, berjibaku melawan waktu yang terus berjalan ke depan. Tanpa ampun. Tanpa pengertian sedikitpun. Walaupun angan-angan masih menerawang ke belakang.

          “Siang berganti malam. Gelap akan berganti terang, terang akan disusul gelap. Apa bedanya? Bukankah itu sama saja dengan yang lalu?”, katanya suatu hari. “Kalau kehidupan manusia selalu berputar dan sejarah berulang, apa bedanya masa lalu dan hari ini? Bukankah itu artinya melangkah ke depan adalah untuk melangkah ke belakang, masa depan adalah masa lalu juga sebenarnya?”

          Bumi memang berputar teratur pada porosnya. Dari perputaran akan kembali ke porosnya semula. Barangkali kehidupan memang berputar. Boleh jadi sejarah memang berulang. Tapi langkah suatu saat akan terhenti. Tapi dunia ini akan punya akhir. Kehidupan punya batas. Dan nahasnya, berbagai hal yang terjadi dalam rentang waktu kehidupan yang terbatas ini akan dimintai pertanggungjawaban. Itu pasti. read more

    Pelajaran Dibalik Hujan Turun

    Pelajaran Dibalik Hujan Turun

    Pelajaran Dibalik Hujan Turun

          Kali ini kita akan belajar dan mengambil Pelajaran Dibalik Hujan Turun. Dari hujan yang turun dipermukaan bumi ini kita dapat mengambil hikmah dibalik turunnya air hujan. (baca juga : Berbagi itu Indah)

    Inilah Pelajaran Dibalik Hujan Turun

    Hujan….

    Ternyata banyak pesan bermakna yang dapat kita ambil dari sekedar turunnya hujan,

    Dari sekedar tetesannya yang dapat menghidupi jutaan mahkluk yang ada di dunia ini.

    Hujan ….

    Dengan  tetesannya, tidak pernah memilih-milih tempat dimana dia akan jatuh.

    Dia senantiasa jatuh dan turun menyirami tanah dimana saja …..

    Tetesan hujan ….,

    Dia akan senantiasa jatuh pada sebuah rumah yang megah,

    Dan dia senantiasa dengan senang jatuh pada sebuah rumah yang kumuh.

    Dia akan senantiasa jatuh pada pelataran rumah seorang yang Alim,

    Tapi  ….

    Dia pun tidak keberatan untuk jatuh pada pelataran seorang rumah penjahat.

    Dia akan menetes pada sebuah daun yang hijau,

    Dan dia akan senantiasa ikhlas jatuh pada sebuah ranting yang kering.

    Dia akan jatuh membasahi rumput yang hijau,

    Dan dia akan membasahi pula sebuah got yang kotor. read more