Kyai Bijaksana Dan Wanita Pelacur

Kyai Bijaksana Dan Wanita Pelacur

Kyai Bijaksana Dan Wanita Pelacur

Kyai Bijaksana Dan Wanita Pelacur

       Kisah renungan dibawah ini kami ambil dari sahabat facebook Akhi Mukhsin Al-Asyi dan Lathifah Azka Izzatillah sebagi bahan renungan bagi kami pribadi dan kita semua dengan maksud agar kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini. (Baca juga : Senam Otak Untuk Memperlambat Pikun)

KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya.

Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia.

“Malam, Om.”

“Malam.”

“Ikut dong, Om. Boleh, ya?”

“Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.” read more

Nasehat Bijaksana Pagi Hari

Nasehat Bijaksana Pagi Hari

Nasehat Bijaksana Pagi Hari

Nasehat Bijaksana Pagi Hari

      Sebelum beraktifitas di pagi hari, mungkin kita perlu merenung sejenak melalui rangkaian kata bijak dibawah ini agar kita lebih termotivasi dan punya gairah dalam menjalankan berbagai aktifitas kita.

Inilah Nasehat Bijaksana Pagi Hari :

  • Ada hal yang tidak dapat diraih kembali: kata-kata setelah diucapkan & waktu setelah beranjak
  • Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. – Thomas Alva Edison
  • Cinta itu seperti puzzle. Bukan kesamaan yang diperlukan, tapi kecocokan agar dia bisa melengkapimu. (Baca juga : Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu).
  • Dengan keikhlasan, Tuhan akan memberi pengganti yang lebih baik & lebih dari apa yang kamu pikirikan.
  • Dibalik perhatian pria TERKADANG tersembunyi friendzone itu lebih baik daripada pacaran.
  • I know who I am. So, saya tidak peduli dengan apa pun kata “orang asing” yang hanya kenal sepintas.
  • Kehilangan itu selalu menyakitkan. Tapi percayalah, kehilangan adalah awal tuk memiliki sesuatu yang baru.
  • Rasa iri adalah kekaguman yang tertunda. (Baca juga artikel lain pada : Kenangan Yang Menyisakan Luka)
  • Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi — Raymond Aron
  • Saya tidak butuh persetujuan tuk menyetujui sesuatu sama seperti kamu tak butuh persetujuan saya tuk menyetujui sesuatu.
  • Selama dilandasi ketulusan maka tak ada yang sia-sia. Tuhan Maha Adil, percayalah!
  • Semakin sukses seorang pria, semakin besar ketakutan ditinggalkan oleh pasangannya.
  • Sepandai-pandai nya orang selingkuh pasti akan ketahuan juga.
  • Siapa pun bisa berjanji. Siapa pun bisa mencintai. Namun hanya yang benar-benar cinta akan membuktikan semua janjinya.
  • Tak memberitahu keinginanmu hanya akan membuatnya sulit mehamimu. Jika ingin DIPAHAMI, sampaikanlah isi hatimu.
  • Terlalu berharap sebelum jadian akan berakhir: terlalu cinta atau terlalu sakit hati. Tergantung diterima atau ditolak. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Teks Negosiasi)
  • Tidak semua harus diurusin apa lagi dikepoin. Mantan, misalnya.
  • Tuhan tidak kekurangan cara tuk membela umat-Nya yg benar. Tuhan tak kekurangan cara tuk mengumbar dosa umat-Nya yg munafik.
  • Tuhan tidak pernah terlambat ataupun tergesa-gesa, Dia selalu tepat waktu.
  • Wahai kaum pria, wanita suka didengarkan, maka jadilah pendengar yang baik.
  • Wanita adalah mahkluk terindah yang diciptakan tuk pria. Hargailah sebelum ia pergi ke lain hati.
  • Wanita butuh kepastian bukan digantung tanpa status yang jelas.
  • Yang belum move on itu ibarat mati suri, jiwa dan raganya berpisah, karena jiwanya masih terjebak di masa lalu.
  • read more

    Nasehat Ulama yang Bijaksana

    Nasehat Ulama yang Bijaksana

    Nasehat Ulama yang Bijaksana

          Dalam suatu perjalanan, seorang ulama bertemu dengan pemuda paruh baya yang sedang duduk termenung. Maka dihampirinya sang pemuda paruh baya tersebut sembari menyapa: (baca juga : Aku Berada pada Titik Nol)

    Ulama: “Assalamu’alaikum.”

    Pemuda: “Wa’alaikumussalam. Oh, Abah Kyai. Maaf saya tidak tahu.”

    Ulama: “Tidak apa-apa, anak muda. Mengapa engkau tampak muram dan sedih?”

    Pemuda: “Saya merasa bingung, Abah Kyai. Mengapa saya miskin terus ?”

    Ulama: “Miskin? Engaku bilang miskin? Bukankah kamu sangat kaya?”

    Pemuda: “Abah Kyai, gimana bisa Anda katakan kalau saya kaya? Padahal saya tidak punya apa-apa selain pakaian yang saya kenakan ini. Lalu dari mana anda menilai kalua saya ini kaya?”

    Ulama: “Kalau sekarang engkau kehilangan satu jari tanganmu, sebagai gantinya aku beri 25 juta, apa kamu mau?”

    Pemuda: “Hmm.. Tidak mau”

    Ulama: “Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau ?” read more