Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup

Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup

Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup

      Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup karena hidup itu indah, seindah mentari pagi yang diiringi nyanyian-nyanyian burung yang bercengkerama diantara ranting pohon. Maka tidak ada perlunya kita harus bersedih. Jangan terbawa arus kesedihan walaupun masalah mengitari kita, walaupun derita menimpa kita, walaupun beban menghimpit hidup kita, karena memang hidup adalah ujian. (Baca juga : Istri Wanita Super Hebat)

Jangan sedih jika kita menghadapi ujian, sedihlah jika dalam hati kita merasa terbebani oleh ujian

Jangan sedih jika kita gagal dalam ujian, sedihlah jika kita tidak punya keinginan untuk mengatasi kegagalan.

Jangan sedih jika orang tidak memahami anda, sedihlah jika kita tidak mau memahami orang lain.

Jangan sedih jika orang lain tidak menghargai hasil karya kita, sedihlah jika kita berhenti berkarya.

Jangan sedih jika orang tidak mempercayai kita, sedihlah jika kita tidak percaya diri sendiri.

Jangan sedih jika orang lain tidak mengetahui siapa diri kita, sedihlah jika kita tidak mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya. read more

shalat sbg kebutuhan kewajiban atau beban

Shalat sebagai Kebutuhan

        Apakah shalat sbg kebutuhan, kewajiban atau beban? Wahai saudara saudariku seiman dan seperjuangan, marilah kita selalu ingat bahwa kita pasti akan dipanggil Allah untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah kita lakukan didunia ini. Dan ingatlah bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah. Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin mengingatkan terutama pada diri kami untuk tidak terlena pada tipuan dunia dengan sharing perlunya sholat. Kami menyadari bahwa kami tidak diberikan ilmu kecuali hanya sedikit.

       Perjalanan hidup manusia bagaikan roda yang berputar. Adakalanya berada pada posisi diatas, namun kadang berada dibawah. Maka janganlah merasa terlalu bahagia manakala berada diatas, tetapi juga  jangan merasa terlalu sedih manakala berada dibawah. Ingatlah bahwa didunia adalah wahana untuk menempa diri, menyaring iman. Apakah kita termasuk golongan yang teruji atau tidak. Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (Q2.21) read more