ayam

Percakapan Antara Anak dan Induk Ayam

Percakapan Antara Anak dan Induk Ayam

Percakapan Antara Anak dan Induk Ayam

Percakapan Antara Anak dan Induk Ayam

       Suatu ketika terjadi dialog antara anak ayam dengan induknya. Dalam percakapan tersebut anak ayam menanyakan kepada induknya tentang jati dirinya. Percakapan antara Anak Ayam dengan induknya diawali dengan pertanyaan anak ayam sebagai berikut: (Baca juga : Dibalik Perbedaan Tertanam Persamaan)

Anak Ayam :

Mak, aku heran kenapa kita semua kok namanya sama, yaitu semua bangsa kita dipanggil “AYAM”?

Gak seperti Manusia, yang masih kecil saja sudah punya Nama, misalnya:

Ismail,

Amir,

Didik,

Munir,

Rangga,

Purnomo,

Lea,

Devi,

Cicik,

Dewi,

Anto,

Indra,

Isabella,

Tampan,

Mariaman,

Dll….

(Baca juga artikel lain pada : Struktur dan Tipe Kromosom)

Induk Ayam menjawab dengan senyum penuh bijak:

Nak….! Manusia yang masih hidup Nama nya memang banyak, tapi nanti kalau sudah Mati, nama nya satu yaitu : “MAYAT”.

Jelas beda dengan kita.

Kalau kita sudah Mati, Baru nama nya banyak.

Ada yang nama nya :

Ayam Goreng,

Ayam Bakar,

Ayam Panggang,

Ayam Pop,

Ayam Penyet, read more

Curhat Antara Ayam dan Sapi

Curhat Antara Ayam dan Sapi

Curhat Antara Ayam dan Sapi

Curhat Antara Ayam dan Sapi

      Pada suatu hari ketika para binatang akan menuju kandang mereka masing – masing, seekor sapi yang akan menuju ke kandangnya, berpapasan dengan seekor ayam. Sapi lalu menyapa ayam dan mereka saling bebicara sambil berjalan ke kandanyag mereka dan terjadilah dialog Curhat Antara Ayam dan Sapi seperti dibawah ini.  (Baca juga : Cara Melihat Jin Yang Menempel Di Tubuh)

Sapi : “ Hai Ayam, kamu kok kelihatan cemberut, Ada apa, Yam?”

Ayam : ” Gue benci banget sama manusia, Pi…

Sapi : ” Lah emangnya kenapa kamu benci sama manusia, Yam ? “

Ayam : ” Gimana gak benci? Coba deh Pi lu bayangin : Gue makan beras yang berserakan di tanah aja di usir-usir, padahal mereka tiap hari makan telur dan daging gua, belum lagi jika ada lesalahan, maka semua kesalahan mereka imbasnya ke gue yang jadi kambing hitam… (Baca juga artikel lain pada : Nasehat Ulama Agar Terhindar dari Siksa Kubur)

Sapi : “ Gue kagak ngerti maksud loe, Yam.” read more

Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

       Suatu ketika Keluarga Panjul yang terdiri dari seorang istri yang bernama Menik dan seorang anak laki-laki yang berusia 7 tahun harus pindah ke lain daerah karena mutasi kerja. Kebetulan Menik juga bekerja di kantor yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka yang baru. Tentu saja hal ini membuat keluarga Panjul sangat senang. Namu resiko kepindahan ini adalah juga kepindahan anak mereka yang bernama Dudung. Dudung harus pindah ke Sekolah Dasar yang baru. Untungnya sekolah tempat Dudung belajar tidak jauh dari rumahnya sehingga setiap hari  walau minggu-minggu pertama, Dudung berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. (Baca juga : Kentut Kejutan)

      Pada suatu hari pada pukul 07.30, Menik yang akan berangkat ke kantor dikejutkan oleh kepulangan anaknya yang bernama Dudung sambal menangis terisak-isak. Menik sangat heran mengapa anaknya pulang dari sekolah pagi amat dan dalam keadaan menangis sesenggukan pula. Namun naluri Menik sebagai seorang ibu keluar, dan dengan bijak Menik menghampiri dan meredakan tangis anaknya dan meminta ijin ke kantornya karena akan terlambat tiba di kantor. read more

Transaksi Jual Beli

Transaksi Jual Beli

Transaksi Jual Beli

Pada suatu hari di pasar tradisional disalah satu kota besar terjadi Transaksi Jual Beli antara pembeli dan penjual. Dalam Transaksi Jual Beli tersebut terjadilah dialog seperti dibawah ini. (baca juga : Kecerdasan Pengemudi Mobil)

Pembeli: Mas, telornya berapa satu kilo?

Penjual: Yang Telor ayam apa telor bebek, Mbak?

Pembeli: Telor ayam!

Penjual: Telor ayam biasa apa ayam kampung?

Pembeli: Telur ayam biasa..!!

Penjual: Yang lokal apa yang import, Mbak?

Pembeli: Yang lokal ajalah…

Penjual: Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor, atau Depok?

Pembeli: Yang Jakarta aja deh, Mas…! ( wajahnya mulai terlihat merah karena kesal )

Penjual: Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan, Mbak?

Pembeli: Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan? ( sambil marah )

Penjual: Maaf Mbak, sebenarnya saya ini penjual bakso di sebelah. Kebetulan yang jual telor sedang kebelakang sebentar. Nah, jika ada pembeli, Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli tersebut sampai dia datang.

Pembeli: Uuuuh! Ngomong dong,Mas, dari tadi..!! (ngeloyor pergi sambal ngedumel) read more