Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

Ketika Rindu Menyapa

      Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, dimana aku berkumpul dengan ayah dan ibuku tercinta, ingin rasanya aku mengulanginya masa itu. Saat berkumpul bersama mereka, terasa bahagia walau hidup ditengah kesederhanaan.

      Rumah kami sangat kecil, berdinding bambu dan beratap genting tua. Tapi disanalah kami tumbuh, disanalah tempat kami mendapat curahan kasih sayang dari ayah, ibu dan saudara-saudara tercinta.  

      Angin malam yang berhembus diantara sela bambu sebagai dinding rumah kami tak mampu mengalahkan hangatnya belaian kasih seorang ibu, dan sayang dari saudara. (Baca juga : Hujan Gerimis pada Musim Kemarau)

      Begitupun terik matahari yang menerobos di sela genting tua rumah kami, terlupakan dengan pelukan erat seorang ayah.

      Merdu suara kicau burung yang selalu setia menyapa dari ranting pepohonan dibelakang rumah kami saat pagi menjelang. Gemericik air sungai menjadi tempat kami bersenda gurau di sela kail yang berbalas. Semua masih tersimpan dalam bayang rindu ini. read more

Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu

Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu

Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu

      Dibawah ini ada beberapa do’a yang kami kemas dalam judul “Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu” yang mungkin dapat digunakan oleh para pembaca tercinta dan kami yang ingin mendo’akan kedua orangtuanya sebagai salah satu bukti bahwa kita mendapat predikat sebagai anak yang sholeh / sholihah.

Inilah kumpulan do’a dalam Ku Rangkai Doa Untuk Ayah dan Ibu:

  • Ya Allah, sehatkanlah Ibu dan Ayahku, sukseskanlah dan jadikanlah aku anak yang membahagiakan mereka.” (Baca juga : Pendidikan Merupakan Penyebaran Peradaban)
  • Ya Allah, setiakanlah cintaku, sejahterakanlah keluargaku, dan mampukanlah aku membahagiakan Ibu dan Ayahku.
  • Ya Allah, Jika ini memang jalan ku lancar kan lah dah halal kan lah Ya Allah, aku sangat ingin melihat senyuman bangga dari ayah dan ibu ku !
  • Ya Allah, sukseskanlah aku semudah mungkin, agar bisa lebih segera aku membantu menyejahterakan Ibu dan Ayahku.  
  • Ya Allah, luluskanlah aku dari studiku dengan baik dan membanggakan bagi Ibu dan Ayahku.  
  • Ya Allah, terimakasih sudah mengirim ibu yang sangat sabar dan ayah yang sangat tegar.
  • Ya Allah Yang Esa.. Ampuni dosa ayah dan ibu. Tempatkan mereka di antara kekasih kekasihMu
  • Ya Allah, beri aku kesempatan untuk membahagiakan ayah dan ibu sebelum Kau pisahkan kami dengan maut. (baca juga artikel lain pada : RPP-Rencana Pelaksanaan Puasa)
  • Ya Allah Tuhan kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku
  • Ya Allah, semoga apa yang IBU dan AYAH ku minta bisa aku berikan.
  • Ya Allah, mohon beri ayah dan ibu umur yang panjang, agar mereka bisa melihat aku berhasil di masa depan.
  • Ya Allah , berikan ayah , ibu dan kakak ku umur panjang agar mereka bisa melihat aku sukses dan bisa membahagiakan mereka bertiga.
  • Ya Allah, damaikanlah hati ibu dan ayahku, sehatkanlah mereka, panjangkanlah umur mereka dalam kasih sayangMu.
  • Ya Allah, berilah ayah dan ibu kami tetesan kekuatan agar selalu kuat menjalani kehidupan ini
  • Ya Allah, lindungilah bapak ibu ku dimnapun mereka berada,brikanlah mereka umur yg pnjng agar dpt melihat aku memakai topi wisuda. (baca juga artikel lain pada : Kebaikan Seorang Ibu)
  • Ya Allah Ya Tuhanku, Ampunnilah Dosa Ku, Ampunnilah Dosa Kedua Ibu Bapa Ku, dan Ampunnilah Dosa Hamba Hamba Mu Ya Allah.
  • Ya Allah, bahagiakanlah ibu dan ayahku dengan keberhasilan studi dan karirku yang semuda mungkin.
  • Ya Allah Ya Tuhanku. Ampunilah dosa kedua ibu bapa ku. Kau sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku semasa kecil dahulu.
  • Ya Allah, jangan Engkau jauhkan ayah dan Ibu dari hidupku ini Ya Allah. HambaMu ini tak sanggup berpisah dengan ayah dan Ibu yang aku sayangi ini Ya Allah.
  • Ya Allah, maafkan aku yang sering menyakiti perasaan ayah dan ibuku. Aku menyesal
  • Ya Allah, sayangilah ayah dan ibuku seperti mereka yang senantiasa menyayangiku dari kecil hingga saat ini.
  • Ya Allah, tolong sampaikan sejuta sayangku untuk ayah dan ibu, aku berjanji takkan lagi menghianati permintaan mereka.
  • read more

    Masa Tua Kelabu Seorang Ayah

    Masa Tua Kelabu Seorang Ayah

    Masa Tua Kelabu Seorang Ayah

          Pada suatu hari seorang pria sholeh (sebut saja Nasrul) pergi ke rumah panti jompo atau panti werdha bersama dengan teman-temannya. Ketika Nasrul sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata Nasrul tertumpu pada seorang kakek tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

          Lalu sang pria sholeh mencoba mendekati kakek itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang kakek akhirnya mau mengobrol dengannya dan si kakek menceritakan kisah hidupnya. (Baca juga : Bahagia Diperoleh dari Rasa Syukur)

    Inilah Kisah Masa Tua Kelabu Seorang Ayah yang dituturkan sang kakek tua:

          Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus bekerja keras demi keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus tersedia.

          Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga. read more

    Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

    Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

    Sepucuk Surat dari Seorang Ayah

          Sepucuk Surat dari Seorang Ayah ini menandakan bahwa Anakmu Bukan anakmu, anakmu adalah titipan Tuhanmu. Surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki : (baca juga : Antara Doa Anak dan Orang Tua)

    Salam rindu dari Seorang Ayah

          Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

          Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

          Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.

          Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini. read more

    Puisi dan Lagu tentang Ayah

    Puisi dan Lagu tentang Ayah

            Puisi dan Lagu tentang Ayah. Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap, dan perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan karena setara dan terkadang mungkin lebih besar daripada ibu. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih sayang ayah juga sangat besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu yang dapat melahirkan, sehingga membuat kasih sayang ayah akan lebih besar dan dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga adalah kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah.

         Sifat ayah pada dasarnya adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut merupakan bentuk kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tidak rapuh, tidak nakal/menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab, dan menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi atau memberi kasih sayang. Pernahkah kita berfikir betaba besar dan banyaknya pengorbanan ayah kita? Dan pernahkah kita berpikir juga untuk membalas semuai itu.??? read more