Apakah kita menjadi korban atau tersangka Phubbing

Apakah kita menjadi korban atau tersangka Phubbing

Apakah kita menjadi korban atau tersangka Phubbing

Apakah kita menjadi korban atau tersangka Phubbing

Apakah anda mengalami fenomena dibawah ini?

Anda mungkin sering melihat atau mengalami fenomena berikut ini:

  • Pada waktu makan bersama, makanan yang sudah terhidang di meja makan tidak langsung disantap; semua sibuk memotret makanan tersebut dan langsung mengunggah fotonya ke media sosial baik itu WhatsApp, Facebook, Instagram dan lainnya, atau sekedar mengganti gambar profil di media social. Dalam waktu 1 – 2 menit setelahnya, akan muncul komentar dari teman dan berlanjut dengan saling membalas komentar. Makanan sudah dingin dan masing-masing individu masih sibuk dengan gadget. (Baca juga : Pertemanan Tanpa Ada Pamrih)
  • Gadget diletakkan sedekat mungkin dalam jarak pandang yang memungkinkan individu untuk segera tahu jika ada chat masuk atau komentar baru di facebook atau media lainnya.
  • Setiap kali telepon genggam berdering, orang akan langsung merespons meskipun tengah bercakap-cakap dengan lawan bicara di depannya atau sedang mengerjakan tugas.
  • Tiap dua menit lawan bicara kita melirik ke layar gadgetnya untuk mencari tahu apakah ada message masuk atau tidak.
  • Gadget selalu stand by di genggaman, jadi bisa langsung merespons jika ada notifikasi.
  • Asyik bermain game di android ketika ada pemateri yang membosankan atau kurang menarik topik yang sedang dibahas. (Baca juga artikel lain pada : Definisi dan Fungsi Inti Sel)
  • Ketika berkendaraan, perhatikanlah berapa banyak orang yang langsung meraih gadgetnya begitu lampu menyala merah dan apa yang mereka lakukan untuk mengisi waktu selama 60-90 detik tersebut. Membalas chat, memeriksa updates, menelepon.
  • Menemani anak mengerkan PR, kita lebih sibuk dengan gadget daripada mendengarkan soal yang ditanyakan si anak dan merasa terganggu karena harus membantu mencarikan jawaban atau menerangkan.
  • Berjalan di trotoar atau di mal tapi mata tertuju pada layar dan jempol sibuk mengetik.

      Jika kita mengalami fenomena yang disebutkan di atas, maka kita disebut telah menjadi korban Phubbing, bahkan mungkin kita menjadi tersangka phubbing, yaitu sebuah istilah untuk tindakan acuh seseorang di dalam sebuah lingkungan, karena lebih fokus pada gadget dari pada membangun sebuah percakapan. Istilah ini mulai mencuat seiring dengan boomingnya smartphone di pasaran akhir-akhir ini. Penggunaan handpone dan hal lain yang ada di sekitar tersebut, membuat mereka atau kita cendrung lebih asyik dengan gagetnya, entah karena isu yang berkembang dan menarik, atau update status, tanpa memperhatikan lawan bicaranya. Phubbing berasal dari dua kata yaitu Phone dan Snubbing. (Baca juga artikel lain pada : Bait Indahku Untukmu)

Maka berusahalah agar kita tidak menjadi korban atau tersangka Phubbing.

HORMATILAH ORANG – ORANG DISEKITAR KITA, JANGAN SAMPAI KITA DIKATAKAN TIDAK MEMPUNYAI SOPAN SANTUN OLEH ORANG DISEKITAR KITA. read more

shalat sbg kebutuhan kewajiban atau beban

Shalat sebagai Kebutuhan

        Apakah shalat sbg kebutuhan, kewajiban atau beban? Wahai saudara saudariku seiman dan seperjuangan, marilah kita selalu ingat bahwa kita pasti akan dipanggil Allah untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah kita lakukan didunia ini. Dan ingatlah bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah. Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin mengingatkan terutama pada diri kami untuk tidak terlena pada tipuan dunia dengan sharing perlunya sholat. Kami menyadari bahwa kami tidak diberikan ilmu kecuali hanya sedikit.

       Perjalanan hidup manusia bagaikan roda yang berputar. Adakalanya berada pada posisi diatas, namun kadang berada dibawah. Maka janganlah merasa terlalu bahagia manakala berada diatas, tetapi juga  jangan merasa terlalu sedih manakala berada dibawah. Ingatlah bahwa didunia adalah wahana untuk menempa diri, menyaring iman. Apakah kita termasuk golongan yang teruji atau tidak. Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (Q2.21) read more