Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

      Kejadian dibawah ini hanya catatan kecil agar aku selalu instropeksi diri agar aku dapat merenungkan tentang apa yang telah dan akan aku lakukan kepada orang lain. Subyek yang aku gambarkan dibawah ini adalah dengan menggunakan kata “AKU” (baca juga : Merubah Diri untuk Mengubah Dunia)

Inilah catatan kecil tentang Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

      Suatu ketika aku merasa sangat khawatir terhadap istriku. Aku berpikir bahwa jangan jangan istriku akan mengalami gangguan pendengaran seperti yang pernah terjadi padanya, aku pikir untuk mencari solusi bahwa istriku butuh alat bantu pendengaran. Aku tidak begitu yakin bagaimana cara yang kugunakan untuk membicarakan hal ini kepada istriku, diam diam aku berkunjung ke seorang dokter spesialis THT untuk berkonsultasi terhadap permasalahan ini. Dokter itupun memberikan solusi sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan ini. bahwa sebenarnya ada cara yang sangat sederhana yang bisa aku gunakan sebagai tes untuk mengetahui apakah istriku benar benar tuli atau tidak.

Dokter menjelaskan : “Ini yang harus anda lakukan” kata dokter. read more

Aku Berada pada Titik Nol

Aku Berada pada Titik Nol

Aku Berada pada Titik Nol

      Terngiang pertanyaan …. Ingatkah aku ketika aku bayi yang pertama kali menghirup udara dunia ini? Bahwa dahulu aku hanya bisa menjerit dan menangis. Bisakah aku merasakan tetes keringat dan air mata ibu yang dengan susah payah melahirkan aku? Mampukah aku merasakan lafadz adzan ayahku yang berdendang indah ditelinga mungilku? (baca juga : Andai Ini Ramadhan Terakhirku)

      Tidak, …… aku sudah tidak ingat semua peristiwa itu. Aku juga sudah lupa tentang kejadian itu. Satu-satunya yang masih bisa aku rasakan sampai saat ini adalah dekap hangat dan kebahagiaan serta doa pengharapan dari kedua orang tuaku sejak saat aku pertama kali menyapa dunia.

      Kini tak terasa jauh sudah langkah yang telah aku tempuh.  Meninggalkan jejak demi jejak dalam setiap langkah hidupku, entah langkah itu menuju hal yang baik atau buruk.  Melewati kisah demi kisah yang berhembus kemudian  berlalu tersapu angin dan hujan.  Paling tidak aku sudah merasakan kerasnya hidup.  Merasakan arti sebuah perjuangan, jatuh bangun dan tersungkur dalam kegagalan dan kegagalan.  read more

Aku Orang yang Paling Jelek

Aku Orang yang Paling Jelek

Aku Orang yang Paling Jelek

Aku Orang yang Paling Jelek

        Berikut ini kami sampaikan satu cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek yang patut untuk dijadikan renungan bagi kita agar perilaku kita tidak sombong dan merendahkan orang lain. Agar kita tidak menganggap diri kita lebih baik dari orang atau makhluk lain. (baca juga : KEINGINAN MANUSIA MENUJU AKHIR KEHIDUPAN)

Inilah cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek:

        Pada suatu hari di sebuah pondok pesantren, sang kyai memanggil salah salah satu santrinya yang telah menuntut di pondok pesantren tersebut selama bertahun – tahun dengan berbagai ujian telah dia lewati dengan hasil yang sangat baik. Sang santri (sebut saja si Fulan) juga telah menunjukkan sifat yang sangat baik, taat beribadah.

        Ketika si Fulan menghadap sang Kyai, maka sang kyai berkata: “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan berbagai ujian dengan hasil yang sangat memuaskan, tetapi masih ada satu ujian terakhir yang harus kamu tempuh. Jika kamu bisa menjawab ujian terakhir ini maka kamu dinyatakan lulus.”  read more

Istri Minta Aku Poligami

Istri Minta Aku Poligani

        Istri Minta Aku Poligami. Sudah beberapa hari ini istriku merajuk dan bahkan setengah memaksa.Terus-menerus. Tak pernah berhenti. Sepanjang waktu. Siang-malam, pagi-sore; ia tak mengenal lelah untuk merajuk dan memaksa. Rajukan dan paksaannya juga tak main-main. Sangat berat. Bahkan mungkin maha berat yang sangat sulit untuk kulakukan. Ia meminta aku untuk untuk menukah lagi dengan perempuan lain. Ia meminta aku untuk melakukan poligami.

        Aku tidak tahu apa alasan pasti sehingga istriku meminta aku berpoligami. Bagi aku, istriku adalah wanita yang mendekati sempurna. Ia adalah wanita yang sholihah, cantik, tidak suka keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang sangat penting. Itupun hanya dia lakukan kalau kalau aku mau mengantanya. Di waktu-waktu tertentu, dia begitu mandiri, tabah, dan keibuan. Di saat lain, istriku mampu bertindak cerdas dan suka bermanja. Bagi aku, dia adalah hiasan terbaik di dunia ini sehingga untuk apa aku berpoligami?

         ”Aku mohon mas, berpoligamilah. Poligami bukan buat Mas, ”tegas istri aku. ”Tapi, poligami ini buat aku. Aku ingin masuk surga seperti wanita-wanita lain yang rela dan ikhlas dimadu. Apakah Mas tidak senang jika istrinya masuk surga?” read more