Mengapa Aku Dilarang Berhijab

Mengapa Aku Dilarang Berhijab

Mengapa Aku Dilarang Berhijab

Mengapa Aku Dilarang Berhijab

      Daripada kita mendengar berita – berita dari media cetak atau media elektronik tentang politik, ekonomi, terorisme atau hal lain yang menimbulkan kita ngeri, bingung, marah yang berkecamuk atau parasaan lainnya, marilah kita sejenak berpaling dari hal tersebut dan membaca postingan kami berikut ini yang kami beri judul Mengapa Aku Dilarang Berhijab (Baca juga : Buaya Merayap di Dinding)

Inilah postingan kami Mengapa Aku Dilarang Berhijab :

Suatu hari seorang ayah marah besar ketika melihat anaknya memakai hijab dan pakaian muslimah..

Ayah : “Buka dan buang pakaian,itu.!!!Ayah benci melihat engkau memakainya.”

Namun dengan tegas dan lantang sang anak menjawabnya..!!

Anak : “Ayah, Sebagai seorang muslim seharusnya ayah senang melihat anknya memakai hijab dan menutup aurat, tapi kenapa ayah malah begitu benci dengan pakaian ini? Bukankah ini perintah agama kita.?? (Baca juga artikel lain pada : Semangat Penuh Rasa Optimis)

Ayah : “Tidak ada alasan..!!! Kalau kamu masih memakai pakaian itu, silahkan pergi dari rumah ini, aku tidak sudi melihatmu mengenakan pakaian itu,,!! Tanggalkan pakaian itu atau pergi kau sekarang juga… ! read more

Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Tanpa ku sadari ….

Engkau kian mendekati saat kepergianmu

Sedang aku baru mulai menghitung nilai ibadahku

Yang rupanya terlalu tipis ibadah yang ku gubah

Saat ini baru ku sadari kenikmatanmu

Saat ini baru ku sadari keindahanmu

Duhai Ramadhan …

Ku akui imanku terlalu kecil umpama partikel-partikel yang beterbangan

Ku tahu kedatanganmu terlalu cepat seumpama sambaran kilat

(Baca juga : Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup)

Namun aku tetap terus asyik dengan mainan khayalan benakku

Tanpa memikirkan untuk mengatur cara mendakapmu seerat-eratnya

Sehingga aku akan tetap merasakan kehangatanmu walau kau telah pergi,

Pergi selama sebelas bulan meninggalkan diriku.

Aku lupa bahwa dirimu bisa membimbingku melawan amarah yang menyingga

Dirimu juga berusaha mendidik tembakan nafsu birahiku

Dan daripadamu juga aku mengenal kondisi diriku yang sebenarnya

Kini baru aku mulai bersungguh menggapaimu

PadaNya ku sujud meratab memohon jutaan keampunan

Atas segala bongkahan dosa yang pernah ku pahatkan padaNya

Air mataku basah kuyup membasahi hamparan sujudku read more

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

      Kita kadang rancu membedakan istilah cinta dengan suka, sehingga ketika kita mencintan seseoarang, kita mengatakan “Aku cinta Kamu”, padahal makna cinta dan suka itu pada dasarnya adalah beda. Begitu juga ketika ada orang yang mengatakan “Aku suka kamu”, kita menganggap bahwa orang yang mengatakan itu berarti mencintai kita, padahal belum tentu persaannya seperti itu. (Baca juga : Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang)

      Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka agar kita memahami bagaimana perasaan cinta itu, dan bagaimana pula perasaan suka itu.

Inilah Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka:

Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang. Tapi di hadapan orang yang kita suka, hati kita akan gembira. Di hadapan orang yang kita cinta, musim senantiasa berbunga-bunga. Sedangkan di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja. Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku. Tapi jika kita melihat ke dalam mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum. Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Sedangkan di depan orang yg kita suka, kita akan menunjukkan penampilan yang sebenarnya. Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata. Sedangkan di depan orang yang kita suka, kita akan bebas berkata apa saja. Kita tidak akan merenung mata orang yang kita cinta. Tapi kita akan selalu merenung mata orang yang kita suka. Bila orang yang kita cinta sedang menangis, kita akan turut juga menangis. Namun bila orang yang kita suka sedang menangis, kita akan cuba untuk membuat dia gembira. (Baca juga artikel lain pada :

Terpaku Diatas Hamparan Duka read more

Psikolog dan Air dalam Gelas

Psikolog dan Air dalam Gelas

Psikolog dan Air dalam Gelas

      Pada suatu haro seorang psikolog sedang memberikan pengarahan kepada audiens tentang bagaimana cara mengatur stress. Dia menjelaskan sambil berjalan mondar mandir di ruang tersebut dan kemudian dia menghampiri meja dan masih dalam keadaan berdiri dia mengambil segelas air. Para peserta pengarahan mulai beranggapan bahwa mereka akan di tanya mengenai filosofi gelas setegah kosong atau setengah penuh, tapi ternyata pertanyaan yang di ajukan oleh psikolog itu justru lain. (Lihat juga : Perjalanan Burung Merpati)

      Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Ia bertanya ke para peserta, “Brapakah berat dari gelas yang berisi air ini?”

      Banyak sekali yang menjawab, ada menjawab 8 oz, 15 oz sampai 20 oz atau lainnya.

      Psikolog itu kemudian melanjutkan, “Para hadirin. berapapun berat pasti dari gelas ini tidak akan jadi masalah. Tapi masalah sebanarnya adalah berapa lama saya akan memegangnya atau mengangkatnya. Jika saya memegang atau mengangkatnya selama satu menit, tentu tidak akan berpengaruh. Jika saya mengangkatnya selama satu jam, maka tangan saya akan terasa pegal. Jika saya mengangkatnya selama satu hari penuh, maka tangan saya akan mati rasa dan lumpuh. Kenapa bisa demikian, padahal dalam kasus ini, Berat dari gelas yang berisi air tidak pernah berubah. Nah para hadirin sekalian, saya bisa simpulkan bahwa berat dari gelas yang berisi air ini bukanlah letak permasalahannya, tapi berapa lama saya akan memegang dan mengangkat gelas ini, adalah permasalahan sebenarnya.” read more

Hikmah Dibalik Air Telaga

Hikmah Dibalik Air Telaga

Hikmah Dibalik Air Telaga

      Dibawah ini adalah kisah pembelajaran tentang Hikmah Dibalik Air Telaga. (baca juga : Tatap Masa Depan dengan Harapan)

      Pada suatu hari di suatu perkampungan, datanglah seorang pemuda ke rumah seorang ustadz yang terkenal sangat bijak. Pemuda tersebut sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dengan rambut yang acak-acakan dan air muka yang ruwet. Tamu muda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

      Setelah ditemui sang Ustadz, pemuda itu anpa membuang waktu mulai menceritakan semua masalah yang dihadapinya. Pak Ustadz yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Dia membiarkan sang pemuda itu menyampaikan segala masalahnya sampai selesai.

      Setelah sang pemuda itu selesai mengungkapkan semua masalah yang dihadapinya, Pak Ustadz lalu mengambil segenggam serbuk kopi, dan meminta tamunya untuk menuang segelas air putih. Serbuk kopi dalm genggaman sang Ustadz tersebut lalu dimasukkan kedalam gelas yang telah berisi air putih tadi. Kemudian diaduk perlahan-lahan. Kemudian diberikan kepada tamunya itu. “Silahkan, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak Ustadz itu. read more

Jangan Menentang Air yang Mengalir

Jangan Menentang Air yang Mengalir

Jangan Menentang Air yang Mengalir

        Cerita tentang Jangan Menentang Air yang Mengalir merupakan cerita nasihat yang patut kita renungkan agar kita dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang kita hadapi dalam kehidupan ini. (Jangan Bilang Kita Orang Hebat)

Inilah cerita tentang Jangan Menentang Air yang Mengalir:

        Suatu ketika datanglah Seorang pria mendatangi Sang Guru. Ketika dihadapan guru tersebut, mulailah sang pria ttersebut mengutarakan beban hidup yang dialaminya.

        “Guru, saya sudah bosan hidup. Saya sudah tidak tahan menanggung bebabn hidup ini. Usaha yang saya bangun menjadi berantakan. Rumah tangga yang saya bina jadi berantakan. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.”

        Mendengar ungkapan sang pria tersebut, Sang guru tersenyum, lalu berkata: “Oh, kamu sedang sakit anakku.”

        “Tidak guru, saya tidak sakit. Saya merasa sehat. Hanya jenuh dengan segala kehidupan. Itu sebabnya saya ingin matisaja.”

        Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sedang sakit. Dan penyakitmu itu adalah, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” Kata sang guru. read more

Ulang Tahun dalam Air Mata

Ulang Tahun dalam Air Mata

Ulang Tahun dalam Air Mata

Pada suatu hari seorang anak yang berumur 5 tahun bertanya pada ibunya.

“Bu, kenapa tiap aku ulang tahun Ibu gak Pernah ngasih aku apa – apa?

ibunya cuma diam dan meneteskan air mata. Dia belum bisa menjawab.

Namun akhirnya berkata : ”Nak, kamu  kan masih kecil?”

Hari berlalu, bulanpun berganti dan si anak kini tumbuh semakin besar. Hingga pada suatu hari, ketika anak itu umurnya menjelang  8 tahun, dia mengalami kecelakaan.

Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, seorang dokter segera menemuinya dan berkata pada ibunya itu.

”Maaf bu, saya tidak yakin apakaah anak ibu bisa bertahan, Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.

Mendengar penjelasan dokter itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.

Anaknya terbaring lemas dan berkata: ”Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?

ibunya tak kuasa membendung air matanya, kemudian ia menggengam tangan putranya dengan erat sambil menangis. . . read more

Air Nabeez Minuman Kesehatan Rasulullah

Air Nabeez

    Air Nabeez Minuman Kesehatan Rasulullah. Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan seluruh orang muslim yang senantiasa mengagungkan sunnahnya hingga akhir masa.

       Pada postingan kali ini kami ingin berbagi tentang air Nabeez yang merupakan air rendaman kurma atau kismis. Air Nabeez merupakan minuman salah satu minuman kegemaran Rasulullah SAW. Sebagaimana dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

      Aisyah pernah ditanya tentang nabeez, kemudian ia memanggil seorang wanita pelayan asal Habasyah. “Bertanyalah kepada wanita ini!” Kata Aisyah. “Karena ia dahulu pernah membuat nabeez untuk Rasulullah SAW,” tambahnya. Lalu wanita asal Habasyah itu berkata, “Aku pernah membuat nabeez untuk beliau dalam sebuah kantung kulit pada malam hari. Kemudian aku mengikatnya dan menggantungnya. Lalu di pagi harinya beliau SAW meminumnya.”Dari Aisyah dia berkata, “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah SAW di dalam air minum yang bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya dipagi hari.” (HR Muslim). read more