Common

Suami Menghargai Jerih Payah Istri

Suami Menghargai Jerih Payah Istri

Suami Menghargai Jerih Payah Istri

Suami Menghargai Jerih Payah Istri

 Cerita dibawah ini adalah cerita inspiratif tentang keluarga Danny (nama imajinatif belaka) yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita. Sebagaimana menjadi kebiasaan bahwa setiap hari, ibu Vanny selalu menyediakan sarapan dan makan malam untuk suami dan anaknya, Danny.

 Suatu malam, ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yang ternyata gosong di depan meja ayah. Saat itu Danny menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu. Diluar dugaan, ternyata yang dilakukan ayah Danny adalah menyantap makanan yang disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan Danny di sekolah. (Baca juga : Ternyata Kita Sudah Kaya)

 Danny tidak ingat apa yang dikatakan ayahnya malam itu, tetapi dia melihat ayahnya  menikmati lauk telor dadar yang gosong dengan lahap. Ketika dia beranjak dari meja makan malam itu, dia mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena telor dadar yang gosong itu.

 Satu hal yang tidak pernah dia lupakan adalah apa yang ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yang gosong….”

 Sebelum tidur, Danny pergi untuk menemui dan memberikan ucapan selamat tidur pada ayahnya. Dia  bertanya apakah ayahnya benar-benar menyukai telor dadar gosong itu? (Baca juga artikel lain pada : Kisah Seorang Wanita Penjual Rujak)

 Ayah memeluk putranya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi dengan memakan telor dadar gosong tidak akan menyakiti siapa pun”.

 “Tahu kah kamu nak, yang menyakiti hati seseorang itu adalah KATA KATA KASAR,…!!!”

 Lalu ayahnya melanjutkan, “Kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal.

 Dengan demikian yang ayah lakukan adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis. (Baca juga artikel lain pada : Nyanyian Alam yang Syahdu)

 Hidup ini terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian.

 Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya…”.

 Ingatlah pada pepatah, Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini.”

😎 Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif….

😎 Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani.

😎 Jangan terlalu perhitungan.

😎 Jangan hanya mau menang sεndiri.

😎 Jangan suka menyakiti sesama

😎 Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

😎 Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

😎 Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria.

😎 Tak ada yang tak bisa diikhlaskan…

😎 Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan…

😎 Tak ada dendam yang tak bisa terhapus…

😎 Sahabat dan saudaraku…

Setiap detik hidup ini adalah karena Kasih Karunia-Nya.

Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya.

Sudahkah kita bersyukur ??????

 Itulah postingan cerita inspiratif tentang Suami Menghargai Jerih Payah Istri yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga cerita inspiratif tentang Suami Menghargai Jerih Payah Istri diatas dapat memotivasi kita agar kita dapat menghargai setiap jerih payah orang lain demi kita terutama jerih payah ibu dan ayah atau istri atau suami kita. (Baca juga artikel lain pada : Latihan Soal tentang Atletik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *