Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Perpisahan Tidak Dapat Dihindari

Sebenarnya,

Aku masih ingin bercerita padamu.

Perihal Hujan yang sore kemarin jatuh di halaman rumah kita.

Perihal angin yang tadi malam menerobos celah dinding rumah kita.

Perihal matahari yang belakangan malas bangun diantara hamparan mendung.

Juga perihal senja yang selalu tampak terburu-buru menjelang malam.

(Baca juga : Ketika Kematian Menjemput Kita)

Sebenarnya,

Aku masih ingin melewati terik matahari bersamamu.

Aku masih ingin meniti gerimis hujan tanpa payung berdua denganmu.

Aku juga masih ingin bercengkerama denganmu sambil menikmati biskuit dan secangkir kopi hangat.

(Baca juga artikel lain pada : Aku terserah pada Pencipta ku)

Sebenarnya,

Aku masih ingin membagi cita hari esok berdua denganmu.

Tentang mendirikan sebuah rumah kecil yang akan menaungi kita.

Tentang sarapan pagi dan dongeng malam yang akan kusediakan untuk anak-anak disetiap pagi dan petang.

Tentang ciuman di kening dan pelukan hangat yang akan selalu kusematkan dalam tidur malam dan sebelum bangun pagimu.

(Baca juga artikel lain pada : Rumah Tempat Mengukir Kenangan Bersama Keluarga)

Sebenarnya,

Aku masih sangat mencintaimu.

Dan tetap mencintaimu.

Namun kau bilang, cinta kita cukup sampai disini.

Namun kau bilang, kebersamaan kita hanya sampai disini.

      Itulah postingan kami tentang Perpisahan Tidak Dapat Dihindari yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan diatas dapat menjadi renungan bagi kita tentang cinta dan perpisahan. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Materi Cahaya dan Cermin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *