Common

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

Perangkap yang Menggiurkan

 Pernah mendengar pepatah yang berbunyi “Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”? Untuk memahami pepatah tersebut, berikut ini kami sampaikan satu cerita yang berkaitan dengan pepatah tersebut yang kami beri judul “Perangkap yang Menggiurkan” agar kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut. (baca juga : Belajar dari Seorang Anak Kecil)

Inilah cerita yang berjudul Perangkap yang Menggiurkan

 Pada suatu ketika ada burung Elang dan Kalkun yang telah akrab berteman. Kemanapun mereka pergi,  mereka selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi yang melihat Elang dan Kalkun terbang melintasi udara bebas, mereka selalu berdua.

 Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perutku sudah lapar nih!”. Elang membalas, “Baiklah, ide ini sangat bagus”. Maka kedua burung itupun melayang turun. Ketika melihat beberapa binatang lain sedang makan, mereka memutuskan bergabung dengan mereka. Kedua burung itu mendarat dekat dengan seekor sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun ketika melihat ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

 Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka selama ini tidak pernah mendapat ajakan binatang lain yang berbagi makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu untuk kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Elang dan Kalkun menjadi menelan ludah. Lalu mereka makan bersama. Sambil makan, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang bagaiman Tuan Petani itu menyediakan makanan.

 Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah penasaran, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal, sehingga kami tidak perlu kemana mana untuk tinggal atau mencari makanan.” Elang dan Kalkun menjadi iri!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

 Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, dalam penerbangan, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di tempat sapi itu. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah kita bangun. Disamping itu aku telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

 Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Aku tidak tahu tentang semua ini. Namun kedengarannya terlalu baik dan terlalu mudah untuk diterima. Aku menemukan semua ini sulit untuk  aku percaya bahwa ada pemberian sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu aku lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung dimanapun tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, aku mendapatkan hal itu sebagai tantangan menarik”.

 Kalkun memikirkan semua diskusi itu dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan yaitu di tempat sapi. Sedangkan Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kebebasannya dibanding tinggal bersama sapid an kalkun. Ia lebih suka menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup merdeka.

 Setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang meneruskan penerbangan untuk petualangan baru sendirian yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.

 Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang dia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Lama kelamaan dia bertumbuh menjadi burung yang gemuk namun malas.

 Suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa panen raya akan segera datang beberapa hari lagi dan mereka berfikir alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

 Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia mendapatkan bahwa dia telah tumbuh menjadi terlalu gemuk. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya tanpa bisa terbang. Akhirnya hari panen raya tiba. Keluarga Tuan Petani duduk bersama sambil menikmati panggang daging Kalkun besar yang sedap.

 Itulah postingan kami tentang Perangkap yang Menggiurkan yang dapat kami bagikan dengan harapan semoga dengan postingan tentang Perangkap yang Menggiurkan  diatas kita dapat mengambil hikmah dibalik cerita diatas agar tidak bermalas-malasan dalam menikmati sesuatu yang ada ini. (baca juga : Kekayaan dan Kesuksesan dalam Bimbingan Cinta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *