Matematika Anak Pintar

Matematika Anak Pintar

Matematika Anak Pintar

        Pada suatu hari diruang kelas pada sekolah dasar pada waktu pelajaran matematika diadakan Tanya jawab secara lisan antara guru matematika dengan murid-murid tersebut untuk melihar Matematika Anak Pintar (baca juga : Tunggu Teman Alasan Tidak Mau Berenang), sehingga percakapannya adalah sebagai berikut:

“Anak-anak sekarang coba Bapak akan menguji kemampuan berhitung cepat kalian dengan cara menjawab pertanyaan Bapak secara lisan. Apabila ada yang sudah merasa menemukan jawabannya maka langsung acungkan tangannya. Apakah kalian sudah siap?” Tanya Ibu guru.

“Siaaaap, Pak Guru!” jawab murid-murid serentak.

“Baiklah, misalkan Badu mempunyai sembilan butir kelereng, lalu diberi oleh kakaknya enam kelereng lagi, maka berapa jumlah kelereng Badu sekarang?” Tanya Pak guru.  

“Saya bisa Pak. Amir Bu, aku juga bisa Pak …….” Saling bersahutan murid-murid sambal mengacungkan tangannya.

“Baiklah, kamu Rudi.” Tunjuk Pak guru pada salah satu murid yang mengacungkan tangan.

“Lima belas, Pak guru.” Jawab Rudi.

“Benar sekali. Sekarang jika Pak Anton punya empat orang anak dan masing-masing diberi tiga buah buku tulis, maka berapa buah buku yang telah diberikan kepada empat orang anaknya tersebut? Tanya Pak guru lagi.

“Saya Pak, saya tahu Pak, Intan Pak! …….” teriak murid-murid bersahutan lagi.

 “Ya, kamu Rina!” tunjuk Pak guru pada Rina.

“Dua belas, Pak.” Jawab Rina.

“Pinter. Nah sekarang jika ada sepulh ekor burung pipit yang hinggap diatas dahan sebuah pohon ditembak satu, maka tinggal berapakah burung tersebut? Tanya Pak guru lagi.

“Dedi Pak, Tatik Pak, Saya Pak …….” Teriak murid-murid masih sangat antusias.

“Nah sekarang giliranmu, Dung!” tunjuk Pak guru pada Dudung.

“Nol, Pak guru.” Jawab Dudung dengan suara lantang.

 “Lho, KoK bisa. Masa’ Sepuluh dikurangi satu tinggal Nol? Tanya Pak guru penasaran. Sementara murid-murid yang lain memandang Dudung dengan heran.

“Kan waktu burung pipit itu ditembak satu, tetapi tidak kena, Pak. Sehingga karena burung-burung itu terkejut, yaaaa semuanya terbang dech. Jawab Dudung ringan.

“Hahahahahaha ……. Hahahaha ……….” Suasana kelas menjadi gaduh.

“Sana, kamu cuci muka dulu …..” tegur Pak guru pada Dudung.

        Itulah cerita humor tentang Matematika Anak Pintar yang dapat kami bagikan. Semoga cerita humor tentang Matematika Anak Pintar diatas dapat menjadi penghibur bagi kita. (baca juga : Teknologi Komunikasi Canggih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *