Makin Gaya Semakin Kita Boros

Makin Gaya Semakin Kita Boros

Makin Gaya Semakin Kita Boros

        Sudah menjadi tabiat manusia secara umum, kita akan menjadi lebih konsumtif dan menghamburkan uang, manakala kita mulai mengenyam kehidupan yang mapan dan kemudahan ekonomi. Seolah-olah kekayaan kurang berarti banyak bila pemiliknya tidak mempergunakannya untuk keperluan yang lebih besar dan kemewahan. Begitulah keadaan seseorang, ia lebih mudah beradaptasi dengan hidup enak ketimbang dengan hidup menderita. Tapi marilah kita sadari bahwa Makin Gaya Semakin Kita Boros. (baca juga : Harta Sejati yang Dibawa Mati)

Lalu hal-hal apakah yang bisa menyebabkan kita Makin Gaya Semakin Kita Boros?

        Untuk menjawab pertanyaan diatas marilah kita parhatikan beberapa hal dibawah ini yang kita anggap kecil dan tanpa kita sadari, namun menjadikan kita Makin Gaya Semakin Kita Boros.

  1. Gengsi terhadap penampilan

        Memang tidak ada salahnya jika anda ingin berpenampilan “WOW”. Berpakaian lebih “TRENDY”, kendaraan lebih “NYAMAN”, rumah lebih “MENTERENG”, dan lain-lain  karena penghasilan anda memang di atas rata-rata. Hamper semua orang pastinya ingin tampil lebih baik dibandingkan orang lain. Hal ini merupakan hal yang dianggap wajar untuk setiap manusia.

        Tapi, hal tersebut tidaklah harus dilakukan secara berlebihan. Jika anda terus mempertahankan gengsi berlebihan seperti itu, bukan tidak mungkin bila gaji anda setiap bulannya akan habis untuk memenuhi keinginan tersebut. Meskipun gaji anda terbilang besar, tapi tidak ada salahnya bila anda menerapkan pola hidup sederhana dan hemat untuk bekal di masa tua.

2. Selalu makan di tempat yang mahal

        Mereka yang makan ditempat yang mahal, seringkali beralasan untuk menjaga mutu dan kualitas dari makanan. Maksudnya agar mereka mendapatkan makanan yang benar-benar higienis dan bernutrisi untuk mereka.

        Hal ini tidak salah untuk dilakukan, tapi jika dilakukan setiap hari mungkin lama-kelamaan akan berimbas pada pengleluaran anda yang semakin boros dan tidak terkendali. Pengeluaran seperti ini biasanya dilakukan tanpa sadar tahu-tahu uang sudah habis.

        Maka dari itu, memasak makanan sendiri di rumah merupakan pilihan yang paling tepat untuk mendapat makanan berkualitas dan higienis. Ketimbang makan di luar yang meskipun mahal, kualitas dan kebersihan belum tentu terjamin. Kalau terpaksa harus beli, bukankah di warung-warung sederhana juga menyediakan makanan yang bermutu dan higienis?

3. Anti angkutan umum

        Salah satu cerminan lain dari gaya hidup bermewah-mewahan, yakni menjadi pribadi yang anti terhadap angkutan umum. Alasan yang biasa terlontar dari mereka yang terbiasa anti angkutan umum, karena angkutan umum terkesan panas dan kumuh untuk dipergunakan oleh mereka.

        Karena anggapan bahwa angkutan umum merupakan sarana transportasi yang tidak nyaman, maka sebagian besar orang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. Padahal, menggunakan kendaraan pribadi (Terlebih untuk daerah padat lalu lintas) akan menyebabkan bahan bakar lebih cepat terkuras. Ini tentu akan berimbas pada keuangan anda yang selalu dipergunakan untuk mengisi ulang bahan bakar.

4. Kebiasaan boros di Internet

        Nah ini yang lagi ngetrend disemua lapisan masyarakat, terutama para generasi muda. Internet yang akhir-akhir ini berperan sebagai jendela informasi dan pepustakaan elektronik ini, sepertinya turut berperan dalam membentuk kebiasaan boros yang dalam penerapannya tidak dapat disadari.

        Mengapa seseorang yang cenderung boros di internet tidak menyadari kebiasaanya ? Jawabannya adalah karena internet itu “MURAH”.

        Dengan murahnya biaya dan fasilitas super lengkap yang tersedia di internet, maka tidak jarang mereka tidak menyadari saat mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal yang berbau premium, toko-toko online. Harga yang relatif murah membuat mereka berpikir “Duit segini mana mungkin buat gue kere”. Padahal “Ketagihan” produk premium atau barang-barang yang dijual melalui toko online di internet juga mampu menyedot duit dan membuat pengeluaran semakin boros.

        Terkurasnya paket data dengan cepat, otomatis menyebabkan anda perlu membeli, membeli, dan terus membeli kuota paket data itu sendiri. Dan terlalu sering membeli kuota tentunya dapat membuat kantong anda semakin kering. Karena membeli paket data sendiri tidak akan terasa pengeluarannya, tapi jika dihitung-hitung jumlanya sangat banyak sekali.

        Maka dari itu, bijaklah dalam penggunaan paket data jika anda ingin berhemat dan menabung. Sebab kebiasaan boros seperti ini tidak akan terasa, tapi anda harus rela jika nantinya pengeluaran semakin boros.

5. Terlalu “mendewakan” merek

        Hal selanjutnya yang tanpa disadari membuat pengeluaran semakin boros, yaitu sikap “mendewakan” suatu merek tertentu. Hal seperti ini banyak sekali dialami oleh masyarakat, khususnya di Indonesia.

        Masyarakat kita biasanya terlalu beranggapan bahwa produk merek A dengan harga yang mahal, akan lebih baik ketimbang produk B dengan harga yang relatif murah.

        Pemahaman seperti itu justru lama-kelamaan hanya akan merugikan pengeluaran anda. Padahal banyak merek yang mengeluarkan produk murah walaupun memiliki kualitas yang di atas merek lain yang menyediakan produk serupa dengan harga yang lebih mahal.

        Jika anda tidak “mendewakan” merek tertentu, maka anda akan bisa menghemat pengeluaran dengan mencari merek lain dengan harga yang lebih murah untuk produk yang serupa. Sehingga pengeluaran semakin hemat.

6. Membawa uang dalam jumlah yang besar

        Kita memang memerlukan uang untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, sehingga membawa uang menjadi hal yang wajib jika kita ingin bepergian ke suatu tempat. Tapi, kebiasaan membawa uang dalam jumlah yang besar/banyak justru tidak baik untuk memulai hidup hemat.

        Dengan membawa uang dalam jumlah yang besar, sering-kali kita tidak mampu menahan godaan untuk berbelanja, meskipun produk yang tersbut bukanlah produk yang diinginkan. Contohnya seperti berbelanja di sebuah mall. Padahal tujuan awal hanya untuk membeli baju, namun karena uang masih banyak maka godaan untuk membeli celana dan sepatu tidak dapat terelakkan.

        Hal yang berbeda jika anda membawa uang yang pas, membawa uang pas akan lebih baik karena anda akan lebih berhemat dalam menggunakan uang tersebut. Seandainya anda ingin membeli baju, tidak mungkin anda tergoda untuk membeli celana dan sepatu (Karena duitnya kurang). Uang yang banyak lebih baik dan lebih aman jika disimpan di bank ketimbang disimpan di dalam dompet.

7. Terlalu mudah kepincut harga promo

        Mudah kepincut dengan harga promo menjadi salah-satu hal yang diam-diam mampu membuat pengeluaran tidak teratur dan cenderung boros.

        Coba bayangkan, jika anda adalah orang yang mudah terbuai dengan diskon dan promo. Mungkin anda rela membeli produk tersebut dengan pertimbangan bahwa harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga aslinya. Tapi kebanyakan orang yang mudah kepincut dengan harga diskon dan promo seperti ini, tidak memikirkan kegunaan dari produk melainkan hanya berfikir yang penting harga murah.

        Padahal yang perlu kita fikirkan adalah apakah barang yang didikon tersebut benar-benar penting dan dibutuhkan, sehingga kita tidak membeli barang yang sebenarnya tidak anda butuhkan sama sekali.

        Itulah beberapa hal yang secara tidak disadari membuat kita Makin Gaya Semakin Kita Boros. Karena itulah maka kita harus selalu waspada dan pandai-pandailah menahan godaan agar bisa menjadi pribadi yang lebih hemat dan teratur dalam menggunakan uang yang dimiliki.

        Semoga postingan kami tentang Makin Gaya Semakin Kita Boros dapat mengingatkan kita agar mampu menerapkan pola hidup hemat. (baca juga : Filosofi Lima Jari Tangan Manusia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *