Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

      Mungkin kita juga sepakat bahwa dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan, banyak orang yang mengatakan bahwa mencari adalah sesuatu hal yang paling melelahkan. Dibutuhkan segenap energy dan tenaga untuk berpikir, bergegas sana-sini, berkunjung ke suatu tempat ke tempat lainnya, dan juga menghadapi ketidakpastian.

      Seperti halnya mencari “kamu”. Memang, tidak terlalu melelahkan fisik. Tapi, melelahkan hati. Kaki tak perlu menjejak banyak pulau, bahkan negara. Hanya saja, hati yang lelah menahan sesak. Hal lumrah ketika hati mudah terpaut dalam perasaan terhadap seseorang. Di mana, lambat laun rasa itu semakin menguat sampai batas yang tak bisa kita perkirakan. (Baca juga : Buah dari Kesabaran dan Kerajinan)

      Apa yang terjadi jika hati tidak kuat? Dia akan rapuh dalam sebuah ikatan semu. Kenapa semu? karena ikatan ini tidak resmi dan tak mengabadikan hati. Masih ada peluang hati tak terpaut sepenuhnya. Lalu bagaimana jika kemudian hubungan seperti ini selesai? banyak sesak terasa di dada. Bisa saja membuat depresi karena patah hati.

      Bagaimana jika hati kuat? maka ujian akan tetap datang. Mereka yang hatinya kuat, percaya bawa rasa suka adalah hal lumrah yang bisa datang kapan saja. Karena itu, mereka sekuat tenaga terus menjaga hati, dan terus melakukan pencarian. (Baca juga artikel lain pada : Tasbih Pengantar Hijrah)

      Aku memang merasa lelah mencari “kamu”. Seperti mencari sesuatu yang kosong di tempat yang hampa. Kamu berupakan kekosongan di udara yang ketika di jamah tangan tak terjadi apa-apa. Namun, aku percaya. Namamu sudah dituliskan di lauhul mahfudz sana, untuk berlayar bersamaku selamanya.

      Aku tak tahu nama aslimu, tak tahu di mana tempatmu berada, bahkan tak mengenal dirimu seutuhnya, namun pasti akan datang suatu hari ketika Takdir mempertemukan kedua hati kita, pada rindu tak logis yang bisa kita perkirakan. (Baca juga artikel lain pada : Kabut Perangkap Jiwa)

      Hanya demi mencarimu, aku rela terus kelelahan. Hanya demi menginginkan kelak akan ada seseorang menjadi ibu anak-anakku, aku rela kelelahan. Hanya demi orang yang kelak menjadi pendampingku, aku rela kelelahan. Aku dapatkan Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan.

      Hanya demi mendambakan surga bersamamu, aku rela kelelahan.

      Itulah artikel tentang Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga artikel tentang Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan diatas dapat menjadi renungan bagi ita. (Baca juga artikel lain pada : Soal Simple Past Tense)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *