Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

      Sepertinya memang harus mengalah dengan keadaan ini. Walau ada lelah tertahan, mungkin sudah jalan tergaris untuk ditapak dan untuk dilalui.

      Hanya tak ingin menopang pada ego ini dan mencoba untuk membuka diri, berharap tak salah dalam melangkah, walau dalam ragu bertepi bimbang yang menghadang.

      Senyum ini belum bisa lepas mengembang. Seperti masih ada rasa tertahan dan masih harus dipaksakan. Belum juga ada jawaban terhadap apa yang menjadi harap dalam tujuan.

(Baca juga : Belajar dari Pengalaman Pahit atau Manis)

      Memang hidup di dunia ini tak pernah sempurna. Tak selamanya harapan yang diangankan bisa menjadi kenyataan. Hanya mampu untuk bertahan dan terus berharap; semoga perubahan yang lebih baik itu akan segera datang sesuai dengan harapan.

      Terkadang rasa sedih menghampiri, saat merasa ada sesuatu yang hilang, kebebasan yang harus terlewati, kebebasan yang terbelenggu. Tapi lagi-lagi semua itu harus dihadapi. Kebebasan yang terlewati dan Kebebasan Yang Terbelenggu yang harus dihadapi

      Apakah karena hidup selalu tak puas? Selalu mencari yang lebih dan lebih lagi? Sampai kapan pencarian itu? Dan sampai dimana pencarian itu? Jawabannya: tak kan ada habisnya.

      Tak ada batas kepuasan untuk urusan dunia ini. Hanya kembali pada pencarinya. Bersyukur adalah hal terbaik untuk menjawab ketidakpuasan itu. Terasa sulit memang, tapi itulah yang menjadi kenyataan.

(Baca juga artikel lain pada : Syukur Jalan Menuju Surga)

      Mungkin juga ini waktu yang belum tepat untuk melangkah. Waktu yang bersamaan saat lelah bersandar pada diri yang rapuh. Tapi berharap untuk bisa bersabar pun selalu terbantahkan, seperti lupa bahwa kebahagiaan itu tak sepenuhnya tercipta karena gemilangnya harta, seperti lalai bahwa kebahagiaan itu tak sepenuhnya terpenuhi karena menjulangnya jabatan.

      Belum ada jawaban dari pertanyaan ini, dari masalah yang harus dilalui ini. Sekali lagi hanya bisa berharap, semoga akan ada titik terang dalam jalan yang temaram. Semoga segera sampai pada tujuan sebelum malam menjelang, tanpa terhalang hujan dan berselimut kabut.  

      Itulah postingan curahan hati (curhat) tentang Kebebasan Yang Terbelenggu Yang Harus Dihadapi yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga curhatan tentang Kebebasan Yang Terbelenggu Yang Harus Dihadapi diatas dapat sebagai renungan bagi kita semua. (Baca juga artikel lain pada : Makna Dibalik Ikhlas)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *