Istri Yang Dianiaya Suami

Istri Yang Dianiaya Suami

Istri Yang Dianiaya Suami

      Pada suatu hari seorang wanita, sebagai Istri Yang Dianiaya Suami, dengan wajah sedih dan murung mengadukan nasibnya pada seorang ulama tentang perangai suaminya. (baca juga : Harapan Mampu Menghidupkan Cinta dan Iman)

Ulama: Apa keperluanmu wahai Ibu?

Wanita: Saya ingin mengadu kepada Pak Kiai perihal suami saya.

Ulama: Ada apa dengan suamimu?

Wanita: Saya sebagai seorang Istri Yang Dianiaya Suami dan juga dizalimi suami saya, Pak Kiai. Saya diabaikan. Suami saya tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada saya. Nafkah saya tidak ditunaikan. Makan minum saya tidak dihiraukan. Tempat tinggal saya juga tidak diuruskan.

Ulama itu tersenyumsetelah mendengar penuturan wanita itu yang membuat wanita itu merasa heran,  sedang hatinya dirundung sedih, namun Ulama itu hanya tersenyum mendengar aduannya.

Ulama: Wahai Ibu yang dirahmati ALLAH, sesungguhnya kamu wanita istri yang beruntung.

Wanita: Hah??? Beruntung??

Ulama: Ya wahai Ibu. Kamu sangat beruntung. Kamu adalah wanita dan istri yang terpilih.

Wanita: Saya bernasib malang Pak. Saya hidup susah. Saya menderita dan sengsara. Kehidupan saya amburadul.

Ulama: Sudahkah kamu berdoa wahai Ibu?

Wanita: Sudah Pak Kiai. Saya sudah hampir putus asa. Suami saya tetap tidak berubah.

Ulama: Wahai Ibu, ALLAH sedang mengujimu. ALLAH amat kasih dan sayang padamu. Ujian itu memberi peluang kepadamu mengumpulkan pahala. Tahukah kamu, bahawa ALLAH sangat dekat dengan doa orang2 yang teraniaya dan dizalimi. Doa seorang istri yang dianiaya dan dizalimi oleh suaminya itu, lebih dekat dan mendapat perhatian dari ALLAH. Karena apa? Karena seorang istri itu merupakan amanah kepada seorang suami. Maka penganiayaan dan kezalimannya kepadamu akan memberatkannya di sisi ALLAH. Seandainya kamu mendo’akan kehancuran dan kesengsaraannya pun ALLAH akan mendengar do’amu itu wahai Ibu. Kamu pulanglah ke rumahmu dan jalankan tanggungjawabmu terhadap suamimu sebagai istri dengan taat kerana ALLAH. ALLAH akan membantumu.

Wanita: Suamiku sudah tidak pulang ke rumah wahai Pak Kiai. Dia sudah lama meninggalkan aku dalam derita dan sengsara ini.

Ulama: YAA ALLAH….. beruntungnya kamu wahai Ibu…..

Wanita: Kenapa Pak Kiai terus mengatakan saya ini beruntung? Sedangkan saya ini hidup dalam sengsara, derita dan air mata?

Ulama: YAA ALLAH…wahai Ibu, berapa umurmu sekarang ini?

Wanita: 40 tahun Pak Kiai.

Ulama: Berapa lama lagi kamu akan hidup di dunia ini?

Wanita: Saya tidak tahu Pak Kiai. Itu kuasa ALLAH.

Ulama: Kamu mau saya ceritakan apa untungnya kamu sebagai Istri yang dianiaya dan dizalimi suami?

Dengan lemah dan sedih, si Wanita cuma mengangguk.

Ulama: Rasulullah yang mulia telah bersabda bahwa, umur ummatnya sekitar 60 – 70 tahun saja. Andai sekarang kamu sudah 40 tahun, deritamu itu tidak akan lama lagi Ibu. Derita itu akan segera hilang saat Tuhan menjemput kamu kembali pada-NYA.

Andai kamu bersabar, segala derita itu akan ALLAH gantikan dengan syurga yang indah. Tidakkah itu artinya kamu beruntung? Tahukah kamu, berapa lama derita dan sengsara yang bakal ditanggung suamimu di Akhirat nanti?

Wanita: Tentunya Pak Kiai yang dapat menjelaskan.

Ulama: Bagi seorang suami, istri adalah amanah yang wajib dijaga dengan baik. Segala tanggungjawab dan haknya wajib ditunaikan oleh seorang suami. Suamimu yang telah menganiaya dan menzalimimu, akan disiksa oleh azab ALLAH di akhirat sana berjuta-juta kali berbanding derita yang sedang engkau deritai di dunia ini wahai Ibu.

Bukankah sehari di akhirat itu, bersamaan dengan 1000 tahun di dunia? Selagi kamu tidak ridho akan kezaliman dan penganiayaannya terhadapmu, maka selagi itu suamimu itu akan terpaksa menanggung dosanya itu.

Wanita itu tertunduk.

Ulama: Tahukah kamu, siapakah yang paling mudah menyeret seorang suami ke neraka ALLAH di akhirat nanti? Tidak lain dan tidak bukan ialah istri2 dan anak2nya sendiri. Ketika hak istri2 dan anak2 yang tidak ditunaikan, itulah antara hal yang cepat menyeret seorang suami di akhirat nanti.

Wanita: Tapi suami saya itu seorang yang kuat sholat dan beribadah lain Pak Kiai. Mana mungkin dia akan ke neraka?

Ulama: Selama kamu sebagai istrinya dianiaya dan dizalimi, tidak ditunaikan hak dan tanggungjawab, semua ibadahya termasuk sholat, puasa, sedekah dan sebagainya, tidak berpahala di sisi ALLAH. Bahkan jika ALLAH menolak sholatnya itu? Apa lagi yang tinggal pada seorang hamba andai ibadat sholatnya pun telah ditolak oleh ALLAH???

Wanita: Bagaimana andai dia menceraikan saya Pak Kiai? Dapatkah dia menyelamatkan dirinya dari neraka ALLAH?

Ulama: Selama kamu masih istrinya, dan kamu tidak ridho, maka dia tetap akan menanggungnya.

Andai kamu diceraikan, sehingga habis masa iddah, suamimu itu masih wajib mengurus dan menunaikan hakmu sebagai istri. Dosanya padamu sepanjang masa itu tidak akan terluputkan walaupun dia telah menceraikanmu selagi kamu tidak ridho. Suami yang tidak menunaikan hakmu itu adalah suami yang berhutang denganmu.

Wanita itu diam.

Melihat Wanita itu diam, Ulama bertanya; Pernahkah suamimu itu meminta maaf padamu?

Wanita itu menggelengkan kepala.

Ulama: Adakah Ibu masih menyayanginya?

Wanita itu hanya membisu.

Ulama: Adakah kamu ridho akan perbuatannya terhadap kamu wahai ibu?

Wanita itu masih diam.

Ulama: Maha Suci ALLAH… Suamimu itu bukan menganiaya dan menzalimimu wahai ibu, tetapi dia menganiaya dan menzalimi dirinya sendiri…

Sang Ulama menunduk dan tiba2 mengalirkan air mata. Dia menangis. Si-Wanita merasa serba salah, lalu bertanya; Kenapa Pak Kiai menangis?

Ulama: Aku merasa sedih dan amat takut kepada ALLAH. Aku kasihan kepada suamimu itu. Di akhirat nanti, sudah pasti kamu akan menyeretnya ke neraka. Susah dan sukarnya menjadi seorang suami. Bahu seorang suami ini berat dan sarat akan menanggung beban dosa yang banyak. Untungnya kalian para istri. Walau di dunia Allah perintahkan kalian wajib taat dan patuh kepada suami, itu hanya sekejap saja. Hanya ketika menjadi seorang istri. Kesusahan dan kesulitan kalian hanya di dunia, sedang kami para suami, tertanggungjawab hingga ke akhirat. Pulanglah wahai ibu, andai kamu masih menyayangi suamimu, maafkanlah dia. Andai kamu tidak memaafkan dia, dan tidak ridho akan perbuatannya, maka tertanggunglah dibahunya dosa yang berat itu hingga ke akhirat.

Wanita itu pulang, tetapi kali ini wajahnya cerah dan bibirnya mengukir senyum menyejukkan mengingat janji2 ALLAH yang disampaikan oleh Ulama tadi.

Wallahu a’lam bisshawab.

      Itulah postingan tentang Istri Yang Dianiaya Suami yang dapat kami bagikan dengan harapan semoga postingan tentang Istri Yang Dianiaya Suami diatas bermanfaat. (baca cerita lain pada : Derita Dibalik Cinta Yang Hilang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *