Harta Sejati yang Dibawa Mati

Harta Sejati yang Dibawa Mati

Harta Sejati yang Dibawa Mati

Suatu ketika ada seorang yang kaya raya namun dia tergolek di tempat tidurnya untuk menunggu saat maut menjemputnya. Dia tidak berdaya karena derita penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. (baca juga : Tiada Hati Yang Sempurna)

Pada masa sehatnya seluruh hidupnya telah dihabiskan untuk mencari kekayaan dan uang semata. Ketika mengalami gelombang kehidupan ini, dia mempunyai prinsip bahwa uang dan kekayaan adalah segalanya karena uang dan kekayaan akan dapat menolongnya untuk keluar dari setiap masalah dan problema hidup yang dia hadapi. Dia sangat percaya bahwa uang adalah jaminannya dalam hidup ini bahkan dalam kehidupan yang akan datang..

Saat kematiannya sudah menjelang, diapun memerintahkan pada keluarganya agar ketika dia mati maka keluarganya untuk memasukkan sekarung penuh uang dan emasnya di dalam peti matinya nanti. Ketika dia mati maka keinginannya segera dipenuhi oleh keluarganya.

Di alam lain, dia mengambil buku pedoman sepanjang masa semua manusia untuk menemukan namanya dalam salah satu buku kehidupan yang ada. Dikarenakan pencarian itu memakan waktu yang sangat  lama, diapun merasa lapar dan haus. Setelah mencari-cari, diapun menemukan sebuah restoran yang sangat menarik hatinya untuk dimasuki.

“Ah, aku sudah merasa lapar dan haus, ini saatnya sudah tiba untuk membelanjakan uangku,” katanya dalam hati.

diapun akhirnya memutuskan untuk memasuki restoran itu dan memesan makanan. Namun ketika dia menyerahkan beberapa lembar uang, pelayan restoran tersebut menolaknya dan mengatakan bahwa uang yang dibawanya tidak berlaku di situ.

Alangkah kaget dan terkejutnya dia mendengar jawaban dari pelayan restoran tersebut, dan dengan langkah gontai diapun terpaksa keluar dari restoran itu sambil menahan lapar dan haus yang kian membara.

Bebrapa saat dalam perjalanan yang makin berat karena rasa lapar dan haus yang makin menyiksanya, dia bertemu dengan orang berjubah putih yang membawa makanan dan minuman. Orang kaya tersebut bermaksud membeli makanan dan minuman yang dibawa oleh orang berjubah putih tersebut,namun ketika dia menyodorkan ung yang dibawanya kepada orang berjubah putih itu, orang itu mengatakan bahwa semua uang yang telah dibawa oleh orang kaya itu tidak berlaku.

Dengan keadaan yang makin berat, orang kaya itu bertanya kepada orang berjubah putih, “Mengapa uang dan emas yang aku bawa tidak berlaku?”

Orang berjubah putih menjawab, “Karena yang berlaku disini adalah uang yang kamu gunakan untuk menafkahi anakmu sehingga menjadi anak shalih, yang kamu gunakan untuk amal jariyah dan juga uang yang kamu gunakan untuk mencari ilmu dan ilmu itu bermanfaat bagi orang lain. Itulah Harta Sejati yang Dibawa Mati. Namun kamu tidak menggunakan untuk semua itu,”

Itulah cerita bijak tentang Harta Sejati yang Dibawa Mati yang dapat kami bagikan pada pembaca yang mulia. Semoga cerita tentang Harta Sejati yang Dibawa Mati diatas dapat menjadi renungan kita untuk bijak dalam kehidupan ini.(baca juga : Wudlu untuk Menghindari Sifat Marah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *