Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

Gita Cinta dalam Balutan Rindu

      Aku kesulitan menemukan makna rasa ini. Dan aku kebingungan mencari arti rasa ini. Rasa yang diam, rasa yang bukan mengganggu hanya saja selalu mengusik warasku. Aku memang tahu saat ini telah barada bersamanya, tetapi aku masih memendam heran bagaimana aku bisa begitu menyayanginya. Aku juga merasa penasaran bagaimana aku bisa begitu mencintainya. (Baca juga : Terindah diantara Padang Rumput)

      Setiap saat aku selalu berharap berada di sampingnya, merangkul rasa yang ia hadirkan untukku. Aku tak tahu mengapa aku seperti terbius dan tak sadar bagaimana aku telah bersamanya dan begitu menyayanginya. Aaach, mungkin ini seperti apa yang dirasakan bintang ketika dengan sendirinya memilih menemani bulan.

      Ya, mungkinkah disana hadir kata takdir itu? Atau aku saja yang melebih-lebihkan rasa itu? Kini aku terdiam bermain dengan pengandaian-pengandaian. Memikirkan apa yang akan terjadi seandainya dulu tidak seperti ini, seandainya dulu tidak begini, seandainya dulu harusnya bukan.

      Aaaah, biarkan saja pikiranku itu bergumul dengan dirinya sendiri. Toh yang aku tahu kini bersamaku ada dirinya, di tempat yang bahkan tak terjamah oleh akal sehatku. Hingga membutakan hati, mungkin ini yang mereka bilang mengapa cinta itu buta. Sebab aku tak bisa lihat, entah di sebelah mana ia menetap, membangun titik-titik rasa yang kompleks.

      Tapi yang ku tahu bahwa mereka tak pernah bilang bahwa cinta itu tuli. Ya, karena aku masih bisa mendengar, seruan suara yang membisikkan setiap saat, aku mencintainya, aku sangat mencintainya. Aku menyayanginya, aku sangat menyayanginya. Suara itu selalu hadir kala aku bersamanya, (Baca juga artikel lain pada : Cinta Bertepuk Sebelah Tangan)

      Ketika aku menatap wajahnya ketika bersamanya, aku merasa ada bersama cintanya. Ketika aku jauh darinya, lalu ku lihat potretnya, atau saat aku teringat akan dirinya, angin rindu ini, ya angin rindu ini yang selalu membawa bayangan tentangnya, bukan sekedar lewat, tapi ia singgah menetap di kepalaku dalam pikiranku, meninggalkan satu pikir berisi satu wajah, seuntai nama, sepenggal kisah dan semua itu menggambarkan dia. Dia yang kini jadi syair Gita Cinta dalam Balutan Rindu. Dia yang kini menjadi tokoh utama dalam kicau hati ini. Aaaah mengapa? Terserah Yang Maha Kuasa.

      Itulah postingan berupa ungkapan hati kami dari Gita Cinta dalam Balutan Rindu yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga anda dapat memahami makna dari Gita Cinta dalam Balutan Rindu yang kami posting diatas. (Baca juga artikel lain pada : HARGAI PENGORBANAN SEORANG WANITA)

One thought to “Gita Cinta dalam Balutan Rindu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *