Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

Gara-gara Kotoran Ayam

       Suatu ketika Keluarga Panjul yang terdiri dari seorang istri yang bernama Menik dan seorang anak laki-laki yang berusia 7 tahun harus pindah ke lain daerah karena mutasi kerja. Kebetulan Menik juga bekerja di kantor yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka yang baru. Tentu saja hal ini membuat keluarga Panjul sangat senang. Namu resiko kepindahan ini adalah juga kepindahan anak mereka yang bernama Dudung. Dudung harus pindah ke Sekolah Dasar yang baru. Untungnya sekolah tempat Dudung belajar tidak jauh dari rumahnya sehingga setiap hari  walau minggu-minggu pertama, Dudung berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. (Baca juga : Kentut Kejutan)

      Pada suatu hari pada pukul 07.30, Menik yang akan berangkat ke kantor dikejutkan oleh kepulangan anaknya yang bernama Dudung sambal menangis terisak-isak. Menik sangat heran mengapa anaknya pulang dari sekolah pagi amat dan dalam keadaan menangis sesenggukan pula. Namun naluri Menik sebagai seorang ibu keluar, dan dengan bijak Menik menghampiri dan meredakan tangis anaknya dan meminta ijin ke kantornya karena akan terlambat tiba di kantor.

Setelah reda, Menik mulai menginterogasi Dudung anaknya yang masih anak-anak tersebut.

Menik : “Dudung, kenapa Adik pulang pagi dan nangis?”.

Tetapi Dudung yang belum benar-benar hilang rasa sedihnya hanya diam sambil mengusap hidung yang penuh ingus.

Menik : “Adik, kenapa pulang nangis? Ada yang nakalin adik ya?”

Menik mengulang pertanyaan sambil mengelus buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Dudung : “enggak, Bu” (Baca juga artikel lain pada : Rona kehidupan Manusia)

Jawab Dudung singkat.

Menik : “Terus adik kenapa nangis, kok pulang-pulang berderai air mata, apa dimarahi bu Guru?”.

Dudung : “enggak Bu!”

Menik : “Terus kenapa?”

Tanya Menik penuh selidik.

Dudung : “Anu, Bu. Dudung tadi nginjek kotoran ayam, terus aku pegang dengan jari dan aku cium, nah kotorannya nempel di hidung Dudung!”

“???%%%??? Oh My God,” Menik hanya bisa menahan nafas, antara pengen ketawa tapi gengsi dengan anaknya dan pengen marah.

      Itulah postingan cerita tentang Gara-gara Kotoran Ayam yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan kita dapat terhibur dari cerita tentang Gara-gara Kotoran Ayam diatas. (Baca juga artikel lain pada : Selamat Tinggal Nenek Tercinta)

2 thoughts on “Gara-gara Kotoran Ayam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *