Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

Filsafat Sepasang Sepatu

      Kita semua pasti mengetahui dan hampir semua orang di dunia ini yang pernah dan sedang, bahkan akan selalu memakai dan membutuhkan sepasang sepatu walaupun fungsi sepatu selalu berada di bawah kaki si pemakai. Namun dibalik fungsi sebagai alas kaki bagi sang pemakai, terdapat filsafat yang dapat kita ambil dari sepasang sepatu yang kita pakai. (Baca juga : Ujian Calon Pimpinan Perusahaan

  1. Bentuk tidak persis sama, namun serasi.

      Sepasang sepatu tidak akan persis sama antara bagian kanan dan bagian kiri demi keserasian sepasang sepatu tersebut dan bentuk telapak kaki dari sang pemakainya.

  1. Saat berjalan tidak pernah kompak, tapi tujuannya sama.

      Ketika sepasang sepatu dugunakan berjalan atau berlari, maka bagian kanan sepatu tidak akan menunjukkan kekompakan. Artinya ketika bagian kanan sepatu dibagian depan dalam suatu langkah, maka bagian kiri sepatu akan berada di langkah bagian belakang dan dari ketidak kompakan tersebut akan sampai pada tujuan yang sama. (Baca juga artikel lain pada : Soal tentang Pengaruh Kolonialisme Barat di Indonesia)

  1. Tidak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.

      Untuk saling melengkapi, bagian kiri sepatu tidak akan pernah jadi bagian kanan, begitu juga sebaliknya.

  1. Tidak pernah ganti pasangan walau sudah usang dan karena dimakan usia.

      Pasangan sepatu tersebut akan selalu setia dengan pasangannya masing-masing dan tidak akan bisa digantikan dengan bagian sepatu lain.

  1. Sederajat, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah.

  2. Bila yang satu hilang, yang lain tidak memiliki arti.

      Bagian kanan dan bagian kiri akan bermanfaat jika keduanya dipasangkan. Jika bagian kiri hilang, maka bagian kanan tidak akan berfungsi, begitu juga sebaliknya.

  1. Tidak pernah saling injak ataupun saling tendang. (Baca juga artikel lain pada : Keluarga Anugerah Terindah Dalam Hidup)

      Masing-masing bagian saling menjaga diri dan menempatkan diri pada posisinya sehingga harmonis.

  1. Walau tidak pernah jalan bergandengan, selalu yang satu depan yang lain di belakang, tapi juga tidak akan pernah tinggalkan satu sama yang lain, seirama.

SEPATU = SEjalan samPAi TUa

      Itulah postingan Filsafat Sepasang Sepatu yang mana SEPASANG SEPATU bisa menjadi contoh yang baik bagi Arti sebuah kebersamaan dan persaudaraan, Bahkan sebuah TEAM. Perbedaan adalah hal biasa namun Demi TEAM kita terkadang harus menekan EGO dari diri masing masing individu. Dan filsafat lainnya. Semoga postingan tentang Filsafat Sepasang Sepatu diatas dapat bermanfaat bagi kita. (Baca juga artikel lain pada : Macam-macam dan Manfaat Setiap Vitamin)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *