Common

Buah Untuk Kesehatan Lahir Batin

Buah Untuk Kesehatan Lahir Batin

Buah Untuk Kesehatan Lahir Batin

      Apakah anda ingin hidup anda didunia sehat jasmani dan rohani? apakah anda ingin hidup tenang dan damai? Jika jawaban anda adalah “YA” maka jangan abaikan untuk mengkonsumsi beberapa Buah Untuk Kesehatan Lahir Batin yang ada dibawah ini. Jika anda mengkonsumsinya secara rutin (istiqomah), maka Insya Allah dijamin anda akan merasa sehat baik jasmani maupun rohani.  (Baca juga : Awali Pagi Dengan Prasangka Baik)

Inilah beberapa Buah Untuk Kesehatan Lahir Batin yang seharusnya kita konsumsi.

MARKISA (Mari Kita Sabar ) STROBERI (Selalu Introspeksi dan Belajar Rendah Hati) SALAK (Selalu Baik Dalam Bertindak) JERUK (Jangan Berbuat Buruk) (Baca juga artikel lain pada :

Tiga Musibah Menimpa Manusia Setiap Hari read more

Hujan Gerimis pada Musim Kemarau

Hujan Gerimis pada Musim Kemarau

Hujan Gerimis pada Musim Kemarau

      Dimas, seorang mahasiswa suatu perguruan tinggi ternama, sedang duduk didepan rumah memperhatikan seorang anak kecil sedang menjajakan gorengan dengan semangat agar jualannya laku. Dia yang masih dibawah umur sudah pandai menafkahi hidupnya, bahkan lebih pandai dari Dimas yang sudah mahasiswa. Tak seharusnya dia berjualan. Dia seharusnya berada di balik bangku sekolah memakai pakaian seragam, belajar di dalam kelas, menulis pelajaran, lalu pulang ke rumah membuka kembali pelajaran yang dia pelajari di sekolah. Bukannya berjualan gorengan di setiap gang-gang jalanan maupun lorong-lorong rumah. Bahkan setiap hari dia menjajakannya di area kampus Dimas. (Baca juga : Ada Tiga Hal Dalam Hidup Manusia)

      Tak sedikit mahasiswa yang memanggil-manggil dia untuk membeli gorengan. Dia nampak senang dengan profesi yang dijalaninya. Penuh dengan suka cita dan rasa senang menjalani apa yang menjadi nasibnya. Tak peduli dengan matahari yang selalu murka pada alam dengan kaki telanjang yang terseok melangkahkan di atas tanah berdebu. Sebuah perjuangan yang tidak sebanding dengan apa yang diperolehnya. read more

Istri Wanita Super Hebat

Istri Wanita Super Hebat

Istri Wanita Super Hebat

      Pada suatu hari seorang pegawai kantor Bank ternama (Sebut saja namanya Anton) berkonsultasi dengan Psikolog tentang keluarga pegawai tersebut sehingga terjadilah wawanca diantara keduanya.

Psikolog : Apa yang anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup anda dan keluarga ???

Anton : Saya bekerja sebagai analis d bank nasional!!!

Psikolog : Istri anda ???

Anton : Tidak bekerja. Dia hanya seorang ibu rumah tangga.

Psikolog : Siapa yang membuat sarapan untuk keluarga anda di pagi hari ???

Anton : istri saya sebab dia tidak bekerja. (Baca juga : Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk)

Psikolog : Jam brapa dia bangun untuk menyiapkan sarapan ???

Anton : Jam 4 pagi karena dia membersihkan rumah dulu sebelumnya.

Psikolog : Bagaimana anak anda berangkat sekolah ???

Anton : Istri saya yang mengantar anak-anak kami karena dia tidak bekerja.

Psikolog : Setelah mengantar anak, apa yang dia lakukan ???

Anton : ke pasar lalu pulang kerumah untuk masak dan mencuci pakaian, karena anda pasti tahu, itu dia lakukan karena dia tidak bekerja. read more

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Awali Pagi Dengan Prasangka Baik

Semua harus diawali dengan prasangka baik,

Saat kita mulai melangkahkan kaki menuju suatu tempat yang belum pernah kita ketahui,

Saat kita mulai melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan,

Saat kita mulai bertemu dengan hal-hal baru,

Maka semua harus dimulai dengan prasangka yang baik.

Jiwa kita harus diselimuti dengan prasangka yang baik

Hati kita harus diisi dengan prasangka yang baik,

Saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan,

Saat kita mulai lelah memperjuangkan satu hal yang terasa tidak pernah selesai,

Saat kita kehilangan hal-hal yang kita cintai,

Hati kita harus tetap diisi dengan prasangka yang baik.

(Baca juga : Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan)

Tetaplah berprasangka baik,

Saat senyum dibalas dengan cibiran.

Saat ketulusan dibalas dengan pamrih,

Saat kejujuran dibalas dengan pengingkaran,

Saat cinta dibalas dengan kebencian,

Tetaplah berprasangka baik.

Teruslah berpikir dengan baik dan penuh kebaikan,

Karena kita memiliki hati yang tidak pernah ingkar kepada kita

Karena kita memiliki pemahaman yang tidak pernah mengelabui kita read more

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

Kekuatan Hati Menghapus Kelelahan

      Mungkin kita juga sepakat bahwa dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan, banyak orang yang mengatakan bahwa mencari adalah sesuatu hal yang paling melelahkan. Dibutuhkan segenap energy dan tenaga untuk berpikir, bergegas sana-sini, berkunjung ke suatu tempat ke tempat lainnya, dan juga menghadapi ketidakpastian.

      Seperti halnya mencari “kamu”. Memang, tidak terlalu melelahkan fisik. Tapi, melelahkan hati. Kaki tak perlu menjejak banyak pulau, bahkan negara. Hanya saja, hati yang lelah menahan sesak. Hal lumrah ketika hati mudah terpaut dalam perasaan terhadap seseorang. Di mana, lambat laun rasa itu semakin menguat sampai batas yang tak bisa kita perkirakan. (Baca juga : Buah dari Kesabaran dan Kerajinan)

      Apa yang terjadi jika hati tidak kuat? Dia akan rapuh dalam sebuah ikatan semu. Kenapa semu? karena ikatan ini tidak resmi dan tak mengabadikan hati. Masih ada peluang hati tak terpaut sepenuhnya. Lalu bagaimana jika kemudian hubungan seperti ini selesai? banyak sesak terasa di dada. Bisa saja membuat depresi karena patah hati. read more

Hujan Menghapus Kepedihan

Hujan Menghapus Kepedihan

Hujan Menghapus Kepedihan

      Tetesan air hujan menempel basah pada kaca jendela. Claudia termenung menatap kedua piring yang kini tertata di depan mejanya. Sepiring kue brownies dan nasi padang kesukaan Claudia. Namun dia tidak merasa lapar. Dia hanya butuh Fredo, tunangannya kembali. Kepergian Fredo serasa membunuh dadanya berkali-kali. Tidak ada semangat baginya untuk brtahan hidup.

      “Claudia, kau boleh memakannya.” Seorang lelaki memakai jas putih memanjang hingga ke lutut dan stetoskop di lehernya. (Baca juga : Kebebasan Yang Terbelenggu)

       “Silakan kau pilih. Atau kau mau yang ini?” Sang Dokter menyodorkan piring nasi padang. Mata Claudia mendelik kepada lelaki berkaca mata itu.

      “TIDAK!” Claudia menolak piring itu dan melemparkannya sejauh mungkin. Ke lantai. Pecahan piring berserakan. Nasinya ikut berceceran. Sang Dokter menatapnya lirih.

      “Tahu apa dia dengan apa yang kurasakan?” batin Claudia.

      “Kau tidak suka dengan Nasi padang? Baiklah.” Dia mengatup bibirnya rapat ke tengah. “Kau butuh makan, Claudia. Kamu tidak bisa terus meratapi kepergian Fredo.” read more

Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

Kebebasan Yang Terbelenggu

      Sepertinya memang harus mengalah dengan keadaan ini. Walau ada lelah tertahan, mungkin sudah jalan tergaris untuk ditapak dan untuk dilalui.

      Hanya tak ingin menopang pada ego ini dan mencoba untuk membuka diri, berharap tak salah dalam melangkah, walau dalam ragu bertepi bimbang yang menghadang.

      Senyum ini belum bisa lepas mengembang. Seperti masih ada rasa tertahan dan masih harus dipaksakan. Belum juga ada jawaban terhadap apa yang menjadi harap dalam tujuan.

(Baca juga : Belajar dari Pengalaman Pahit atau Manis)

      Memang hidup di dunia ini tak pernah sempurna. Tak selamanya harapan yang diangankan bisa menjadi kenyataan. Hanya mampu untuk bertahan dan terus berharap; semoga perubahan yang lebih baik itu akan segera datang sesuai dengan harapan.

      Terkadang rasa sedih menghampiri, saat merasa ada sesuatu yang hilang, kebebasan yang harus terlewati, kebebasan yang terbelenggu. Tapi lagi-lagi semua itu harus dihadapi. Kebebasan yang terlewati dan Kebebasan Yang Terbelenggu yang harus dihadapi read more

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka

      Kita kadang rancu membedakan istilah cinta dengan suka, sehingga ketika kita mencintan seseoarang, kita mengatakan “Aku cinta Kamu”, padahal makna cinta dan suka itu pada dasarnya adalah beda. Begitu juga ketika ada orang yang mengatakan “Aku suka kamu”, kita menganggap bahwa orang yang mengatakan itu berarti mencintai kita, padahal belum tentu persaannya seperti itu. (Baca juga : Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang)

      Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka agar kita memahami bagaimana perasaan cinta itu, dan bagaimana pula perasaan suka itu.

Inilah Perbadaan Perasaan Cinta dan Suka:

Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang. Tapi di hadapan orang yang kita suka, hati kita akan gembira. Di hadapan orang yang kita cinta, musim senantiasa berbunga-bunga. Sedangkan di depan orang yang kita suka, musim itu cuma berangin sahaja. Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku. Tapi jika kita melihat ke dalam mata orang yang kita suka, kita akan tersenyum. Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Sedangkan di depan orang yg kita suka, kita akan menunjukkan penampilan yang sebenarnya. Di depan orang yang kita cinta, lidah kelu untuk berkata-kata. Sedangkan di depan orang yang kita suka, kita akan bebas berkata apa saja. Kita tidak akan merenung mata orang yang kita cinta. Tapi kita akan selalu merenung mata orang yang kita suka. Bila orang yang kita cinta sedang menangis, kita akan turut juga menangis. Namun bila orang yang kita suka sedang menangis, kita akan cuba untuk membuat dia gembira. (Baca juga artikel lain pada :

Terpaku Diatas Hamparan Duka read more

Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang

Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang

Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang

      Fenomena yang sering  kita jumpai dalam kehidupan sekarang sering kita menjadi geleng-geleng kepala, karena banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan dari nasehat orang tua, atau pelajaran kewargaan maupun agama dari guru atau ustadz yang telah mengajarkan moral pada kita. Fenomena – Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang dapat kita jumpai dalam keseharian ini. (Baca juga : Sifat Setan Yang Patut Ditiru)

Beberapa Fenomena Kontras Kehidupan Sekarang antara lain:

  • Belajar semakin mudah, Guru semakin tidak dihargai.
  • Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam.
  • Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.
  • Gelar semakin tinggi, namun akal sehat semakin rendah.
  • Pengobatan semakin canggih, namun penyakit semakin kronis.
  • Travelling keliling Indonesia, bahkan dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri.
  • Penghasilan semakin meningkat, namun ketentraman jiwa semakin berkurang.
  • Kualitas ilmu semakin tinggi, kualitas iman semakin rendah.
  • Jumlah manusia semakin banyak, namun rasa kemanusiaan semakin menipis.
  • Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang.
  • Perzinahan semakin marak, sehingga kesetiaan semakin punah.
  • Semakin banyak teman di dunia maya, tetapi tidak punya sahabat yang sejati.
  • Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.
  • Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu. (Baca juga artikel lain pada : Buku Jembatan Menuju Sukses)
  • Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap.
  • Teknologi informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.
  • Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang. Akhirnya Tontonan yang kurang baik, kurang mendidik berkembang jadi Tuntunan. Sehingga yang Rusak Makin tambah Rusak.
  • Baca tulisan ini anda merasa Sakit hati…? Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. ??
  • read more

    Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk

    Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk

    Menjaga Hati dari Perbuatan Buruk

    Renungkanlah selalu tentang hati kita

    Kerana ia merupakan sumber kebaikan dan kejahatan

    Karena ia merupakan sumber ketaatan dan kemunkaran

    Karena ia merupakan wadah kekufuran dan keimanan

    Karena ia jadi rebutan di antara malaikat dan syaitan

    Hati kita perasaannya halus

    Sentuhannya tiada terasa

    Tapi sangat memberi kesan di dalam kehidupan kita

    (Baca juga : Masa Tua Kelabu Seorang Ayah)

    Siapa yang arif dalam perjalanan hatinya

    Faham kebaikan dan kejahatannya

    Bersungguh-sungguh bermujahadah membuang kejahatannya

    Diganti segera dengan kebaikan

    Orang itu akan selamat dari tipu daya syaitan dan dunia

    Ramai orang tidak faham perjalanan hatinya ….

    Sekalipun para penguasa

    Sekalipun para ahli ilmu

    Sekalipun para pengusaha

    Sekalipun para pengelana

    Sekalipun rakyat jelata

    Mereka terima saja yang baik dan yang buruknya

    Kemudian merasakan baik semuanya

    Tiada terasa lagi membuat dosa

    Di sinilah perlu pimpinan, guru atau ulama yang mengenal hati manusia

    Tanpa pemimpin maka mudah bercerailah kita

    Tanpa pembimbing maka mudah tersesatlah kita read more