Common

Renungan sebelum kita mati

Renungan Sebelum KIta Mati

       Renungan sebelum kita mati. Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 8 malam kami mendengar pengumuman dari kepala dusun kami yang menginformasikan melalui pengeras suara di dua musholla dusun kami bahwa tetangga kami “si Fulan” telah meninggal dunia. Atas pengumuman itu kami warga dusun berduyun-duyun berdatangan ke rumah duka.

   Proses pemakaman dimulai dengan memandikan jenasah, mengkafani lalu menshalati. Tapi sungguh sangat disayangkan bahwa yang ikut menshalati tidak lebih dari dua puluh orang. Mungkin mereka beranggapan bahwa shalat jenasah hukumnya fardlu kifayah sehingga asal sudah ada yang menshalati maka gugurlah kewajiban mereka.

      Proses berikutnya adalah mengantarkan jenasah ke makam yang merupakan tempat tinggal sementara bagi sang mayat. Perjalanan ke makam dimulai sekitar pukul 10 malam dengan lama perjalanan sekitar lima belas menit.

       Ketika kami berada di area pemakaman, suasana begitu hening, kecuali suara para pengantar yang yang saling berbicara urusan masing-masing dan suara binatang malam yang sayup- sayup terdengar agak jauh karena binatang malam didekat makam terdiam karena mendengar suara langkah kaki dan guman para pengantar. read more

shalat sbg kebutuhan kewajiban atau beban

Shalat sebagai Kebutuhan

        Apakah shalat sbg kebutuhan, kewajiban atau beban? Wahai saudara saudariku seiman dan seperjuangan, marilah kita selalu ingat bahwa kita pasti akan dipanggil Allah untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah kita lakukan didunia ini. Dan ingatlah bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah. Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin mengingatkan terutama pada diri kami untuk tidak terlena pada tipuan dunia dengan sharing perlunya sholat. Kami menyadari bahwa kami tidak diberikan ilmu kecuali hanya sedikit.

       Perjalanan hidup manusia bagaikan roda yang berputar. Adakalanya berada pada posisi diatas, namun kadang berada dibawah. Maka janganlah merasa terlalu bahagia manakala berada diatas, tetapi juga  jangan merasa terlalu sedih manakala berada dibawah. Ingatlah bahwa didunia adalah wahana untuk menempa diri, menyaring iman. Apakah kita termasuk golongan yang teruji atau tidak. Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sampai-sampai berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (Q2.21) read more

Rambu-Rambu Kehidupan Menuju Surga

Rambu-Rambu Kehidupan Menuju Surga

Rambu-Rambu Kehidupan Menuju Surga

Rambu-Rambu Kehidupan Menuju Surga

      Kalau kita sedang melakukan perjalanan dan berada di jalan raya, maka kita perhatikan banyak sekali rambu – rambu yang harus kita taati. Lalu mengapa di jalan raya selalu dipasang rambu-rambu lalulintas? Sebab berguna bagi semua pengguna jalan agar tak mengalami hambatan, kesesatan atau kecelakaan dalam melakukan perjalanan. Begitu pula perjalanan dalam kehidupan kita pasti sangat membutuhkan rambu atau tanda bagi keselamatan kita hidup di dunia dan di akherat. Al-Qur’an dan Hadits adalah rambu dalam kehidupan kita. (Baca juga : Renungan dan Doa Awal Tahun)

      Dari Abdullah Jabir bin Abdillah Al-Anshari ra, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw, “Jika aku shalat lima waktu, berpuasa Ramadlan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Lalu aku tidak menambah selain amalan itu. Apakah aku masuk surga?” Beliau menjawab: “Ya.” (HR Muslim)

Segeralah

  • Melaksanakan shalat fardlu lima kali dalam sehari-hari dan lebih utama ditambah shalat-shalat sunnah akan menjadikan jiwa tenang.
  • Taat zakat dan lebih utama ditambah infaq shadaqoh menjadikan harta bersih.
  • Melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan lebih utama ditambah puasa-puasa Sunnah menjadikan sehat jasmani rohani. (Baca juga artikel lain pada : Sahabat Bahagia Tanpa Rasa Iri)
  • Mensuplai tubuh hanya dengan makanan dan minuman halal menjadikan peredaran darah dalam tubuh bersih dan rohani jernih.
  • Mengenakan busana sesuai syariat agama menjadikan diri aman dan elok.
  • Berlaku jujur, adil dan amanah menjadikan orang lain menghargai
  • Bertaubat ketika melakukan maksiat atau syirik menjadikan terhindar dari kerusakan aqidah.

Hindarilah

  • Pergi ke Dukun, peramal atau ketempat pesugihan dengan tujuan untuk meraih prestasi di Dunia kerja atau meraih kekayaan secara instan kerena menyebabkan kesesatan.
  • Miras atau minuman yang memabukkan, Pil Ekstasi, ganja, morfin, dan golongan narkotika yg lainnya mengandung bermacam-macam zat yg sangat berbahaya bagi tubuh dan syaraf otak manusia. (Baca juga artikel lain pada : Sing Kepenak Mung Sawang Sinawang)
  • Mencuri, memperkosa, zina, korupsi, dll yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain ( resiko tertangkap adlh mendekam dipenjara dan disiksa, nama baik diri dan keluarga tercoreng, dll )

       Itulah sebagian rambu-rambu menuju ke surga. Insya Allah masih banyak hal-hal yang seyogyanya segera kita lakukan dan juga masih banyak hal-hal yang seyogyanya kita hindari. Berhati-hatilah dalam memilih jalan hidup di dunia, salah memilih menyebabkan kecelakaan fatal di dunia dan di akhirat kelak. read more

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

Idul Fitri

Hakikat dan Hikmah Idul Fitri

      Setiap tanggal 1 Syawal seluruh umat Islam di Indonesia maupun di negara negara lain di dunia merayakan Hari Raya Idul Fithri dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, setelah menjalani “trainning” 1 bulan lamanya selama bulan puasa dengan melaksanakan ibadah “shaum”. (Baca juga : Adap Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah)

       Hari Raya Idul Fitri merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses ibadah selama bulan Ramadhan dimana dalam bulan tersebut kita melakukan ibadah Shaum dengan penuh keimanan kepada Allah SWT. Penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh Rasulullah dimaksudkan untuk menggantikan Hari Raya yang biasa dilaksanakan orang-orang Madinah pada waktu itu. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yaitu :

       Jabir ra. Berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah sedangkan bagi penduduk Madinah ada dua hari yang mereka (bermain-main padanya dan merayakannya dengan berbagai permainan). Maka Rasulullah SAW bertanya : Apakah hari yang dua ini? penduduk Madinah menjawab : Adalah kami dimasa jahiliyah bergembira ria padanya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Allah telah menukar dua hari ini dengan lebih baik, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri. (HR Abu Daud). read more