"> Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna - Meaningful Life

Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna

Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna

Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna

      Sore ini langit menyapaku dengan berjuta rintik hujan yang mulai mengetuk jendela kaca kamarku. Aku tak peduli akan hal itu karena aku masih termangu dengan segala anganku yang berkecamuk apakah aku akan mampu meraihmu. Ada mimpi, hasrat, harapan, kekecewaan, cinta ataupun derita. (Baca juga : Idul Fitri Identik Belanja)

      Semuanya serba mungkin yang berarti mungkin bisa menjadi tidak mungkin dan itu berarti semuanya memang tidak pasti. “Karena satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidak pastian” (kata bijak dari Albert Einstein).

      Satu kalimat yang sederhana tapi cukup menggelitik hati dan telinga sekaligus memberikan satu energy positif bagi jiwaku yang tengah meronta ingin pergi dari raga yang selalu dihujat kata-kata setajam pisau sembilu dari manusia-manusia yang (menurutku) berlabel dua. Jika aku berhasil, mereka iri, tetapi jika aku gagal mereka menyoraki.

      Entah apakah nanti apa yang terjadi pada diriku dan dirimu, apakah kita mampu bersama ataukah aku dan dirimu akan jatuh ke jurang kegagalan. Itu adalah kuasanyaNya dan urusanku. Seberapa lama aku melangkah, seberapa jauh aku berlari, seberapa sering aku terpeleset, seberapa sering aku  terjatuh dan seberapa banyak luka yang menggoresku. Sudah ku bilang hanya aku yang merasakan dan Allah yang memutuskan. (Baca juga artikel lain pada : Merpati dan Burung Hantu)

      Biarpun, mereka sering berkata kau terlalu tinggi untuk ku raih dan aku akan terjatuh ke jurang yang sangat dalam dan terjal tanpa sempat melihatmu, apalagi meraihmu dengan tanganku. Namun aku akan berusaha untuk tetap tidak peduli. Karena jurang diciptakan bukan hanya bagi mereka yang dengan sengaja atau tidak sengaja terjatuh ke dalamnya, tapi jurang juga diciptakan bagi mereka yang ingin mendaki ke atas meraih apa yang diimpikannya.

      Selama Allah masih memberikanku otak untuk berpikir, jari-jari untuk menulis, kaki untuk berjalan, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernafas, hati untuk merasa, nurani untuk mengerti, dan mulut untuk berbicara, selama itu pula aku akan tetap berusaha dan terus berusaha tanpa harus merasa lelah. Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna, ini tekadku.

                Itulah artikel tentang Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari postingan tentang Bukan Sekedar Kata Tanpa Makna diatas. (Baca juga artikel lain pada : Menyukai Bukan Berarti Mencintai)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *