Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan

Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan

Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan

      Pada pagi ini saya ingin berjalan lebih lambat. Saya tidak ingin terburu-buru menggapai waktu. Atau mungkin lebih tepatnya, sesekali saya harus membiarkan diri saya untuk menciptakan ritme kehidupan saya sendiri, tidak terjebak oleh hukum “biasanya” belaka. (Baca juga : Akibat Perangkap Tikus)
      Hati saya masih agak sedih. Kemarin, saya harus berusaha mengikhlaskan barang yang saya yakini diambil oleh sekawanan pencopet di stasiun kereta api ketika saya duduk di ruang tunggu dalam kondisi yang agak mengantuk. Iya, saya berusaha untuk ikhlas. Dari kejadian tersebut paling tidak saya mempercayai bahwa sebuah kehilangan selalu punya pesan dan hikmah untuk membuat saya lebih paham tentang arti menjaga dan berhati-hati dalam segala hal.
      Tetapi perasaan sedih dan ikhlas adalah dua hal yang berbeda. Kita bisa melepaskan apa saja yang hilang dari hidup kita. Menerimanya dengan kelapangan hati dan meyakini bahwa mungkin memang sudah waktunya saya melepaskan barang tersebut dari kehidupan saya. Melupakan dari ingatan saya. Tapi, siapa yang kuasa melawan sedih dari kehampaan atas sebuah kehilangan? Siapa yang sanggup melupakannya dari musibah tersebut.
      Saya bisa saja tertawa dan tersenyum lebar sambil mengatakan, “Ya sudahlah, mungkin memang sudah waktunya barang itu hilang” atau, “Mungkin itu sudah kehendak Tuhan” atau, “Tidak apa-apa, aku ikhlas dan aku yakin semuanya akan baik-baik saja setelah ini dan itu pasti ada hikmahnya”, saya bisa melakukannya. Tapi jika saja ada yang bertanya, apakah saya sedih kehilangan barang itu? jawabannya adalah IYA. Berarti saya belum bisa melupakannya. (Baca juga artikel lain pada : Merpati dan Burung Hantu)
      Sedih tidak harus punya alasan mengapa ataupun kenapa. Saat sesuatu hilang dalam hidup kita dan kita menyadari akan kehilangan itu, rasa sedih itu pasti akan menghampiri kita, namun janganlah sedih itu membelenggu kita.
      Agar kita tidak terus sedih ketika kehilangan, maka kita harus berusaha untuk terbiasa dengan kehilangan itu, dan itu bukan perkara mudah. Kita perlu Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan. Belajar tentu tidak hanya sekali dua kali. Dan belajar bukan perkara yang mudah.
      Itulah postingan tentang Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari postingan tentang Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan diatas. (Baca jauga artikel lain pada : Amanda Famous)

2 thoughts on “Belajar Merelakan atas Setiap Kehilangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *