Common

Belajar dari Seorang Anak Kecil

Belajar dari Seorang Anak Kecil

Belajar dari Seorang Anak Kecil

 Berikut ini adalah certa tentang Belajar dari Seorang Anak Kecil yang mungkin dapat kita jadikan bahan renungan bahwa sesuatu hal yang kecil dapat menjadikan kita belajar dari hal tersebut sehingga siapapun dapat menjadi guru kita agar kita menjadi lebih baik. (baca juga : Pelajaran Dibalik Hujan Turun)

Inilah cerita tentang Belajar dari Seorang Anak Kecil:

 Pada suatu hari, Alisya yang bekerja sebagai seorang babysitter menemani seorang anak kecil berumur sekitar enam tahun berada ditaman dekat tempat penginapan untuk mengisi liburan. Saat itu merupakan saat yang paling mengesankan dalam pekerjaannya.

 Seperti biasanya Fatimah (nama anak kecil tersebut)  dan Alisya selalu berjalan jalan di taman setiap hari pada waktu liburan. Setelah makan siang, Fatimah suka bermain ayunan dan perosotan di taman itu. Walaupun masih kecil, Fatimah mempunyai yang baik hati, dan dia selalu membuat Alisya kagum pada kebaikannya terhadap orang lain. Kedua orang tuanya pun juga sama, selalu ada kedamaian, keteladanan diantara mereka. Alisya selalu bertanya dalam hati, mengapa mereka sangat berbeda dari orang orang lain?

 Saat di taman itu, Alisya sedang mendorong Fatimah yang bermain ayunan, dan mereka berdua mendengar banyak anak anak kecil tertawa. Mereka berdua melihat ada sekelompok anak anak yang berkerumun di sebuah tempat di taman itu.

 Fatimah menyetop ayunannya, dan ingin pergi kesana untuk melihat apa yang sedang mereka tertawakan. Maka Fatimah dan Alisya berjalan, dan seorang anak laki-laki berlari menuju Fatimah dan mengatakan, “Ayo ke sini dan lihat orang perempuan aneh ini! Ia kotor dan berbau, sedang menangis lagi!”

 Fatimah menyeruak diantara kerumunan anak-anak itu dan menuju ke seorang wanita yang sedang duduk di tanah. Wanita itu kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, walaupun kemungkinan umurnya lebih muda dari yang Nampak karena terlihat kehidupannya sangat susah.

 Dan anak laki-laki itu benar, orang itu berbau dan kotor. Suatu hal yang akan Alisya pikir bahwa yang dilakukannya adalah memegang Fatimah dan menyingkirkannya dari orang itu. Namun Alisya mendekati Fatimah, ternyata Fatimah sudah duduk di samping wanita itu, dia memegang tangan orang itu.

 Orang itu melihat kepada Fatimah dan tersenyum. Untuk beberapa menit lamanya orang itu rasanya tidak lagi terlihat lusuh, dia cantik!! Anak-anak yang lain akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan orang itu. Fatimah memeluk orang itu, lalu Fatimah minta beberapa lembar uang puluhan ribuan kepada Alisya dan memberikannya pada orang tersebut, lalu dia diameninggalkannya. Orang itu tersenyum sambil memandang Fatimah yang meninggalkannya.

 Di sepanjang jalan, Fatimah menggumamkan sebuah nyanyian, dan berlompat-lompat kecil, sesuai kebiasaannya. Ia sangat gembira, sepertinya tidak memikirkan kesusahan. Dalam perjalanan Alisya  menunggu Fatimah mengatakan sesuatu tentang wanita itu, tetapi ia tidak mengatakan sepatah katapun.

 Akhirnya ketika sampai di tempat penginapan, Alisya tidak tahan lagi. Dia menghampiri Fatimah dan berkata, “Mengapa kamu lakukan itu?”

 Fatimah bertanya balik, “Melakukan apa Mbak Alisya?”

 Dan Alisya menjawab, “Mengapa kamu memegang tangan dan memeluk orang itu, lalu memberi uang kepadanya, sedangkan anak anak lain menertawainya dan menakut-nakutinya?”

 Fatimah menatap Alisya dan berkata, “Mbak Alisya, aku mendengar dari guru ngaji aku bahwa ketika Nabi Muhammad SAW dilepari kotoran dan batu oleh orang-orang Thaif, Beliau tidak marah, bahkan orang Thaif tersebut dido’akan oleh Nabi agar mendapat hidayah. Setiap orang menertawakan dan memperlakukan lebih buruk lagi, tapi apa yang telah mereka perbuat, dibalas dengan kebaikan oleh Nabi. Beliau sangat mencintai mereka. Maka ketika aku melihat orang tua itu maka aku memegang tangannya, memeluknya dan memberi uang karena aku ingin berbagi kebahagiaan padanya.”

 Alisya yang berumur 23 tahun, seharusnya lebih pintar. Tetapi anak berumur 6 tahun ini mengetahui lebih banyak daripada dia. Dan itulah Fatimah. Alisya berubah mulai hari itu, dunia terlihat berbeda,

 Dan hal itu dikarenakan Belajar dari Seorang Anak Kecil, anak perempuan kecil berumur sekitar enam tahun yang telah memperlihatkan apa arti sebenarnya kebaikan terhadap orang lain.

 Itulah postingan kami tentang Belajar dari Seorang Anak Kecil yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Kami berharap semoga postingan tentang Belajar dari Seorang Anak Kecil diatas dapat menjadi renungan bagi kita agar berbuat baik pada orang lain. (baca juga : Doa Pemilik Android)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *