Common

Antara Doa Anak dan Orang Tua

Antara Doa Anak dan Orang Tua

Antara Doa Anak dan Orang Tua

 Dibawah ini sengaja kami bagikan satu kisah yang berisi perbandingan Antara Doa Anak dan Orang Tua sebagai bahan renungan kita untuk menakar rasa kasih sayang kita kepada orang tua yang kami yakin bahwa kita tidak akan bisa menyetarakan betapa sangat besarnya rasa kasih sayang orang tua yang tak terbalaskan. (baca juga : Perbuatan yang Membuat Orang Tua Sedih)

Inilah kisah Antara Doa Anak dan Orang Tua:

 Suatu ketika terjadi musibah, seorang pemuda yang bernama Nasrul terlibat dalam kecelakaan. Dia yang sedang mengendarai sepeda motor ditabrak oleh sebuah mobil avanza yang sedang melaju kencang di jalan raya.

 Akibat kecelakaan tersebut dia mengalami cedera berat. Kepalanya luka parah, tangan dan kakinya patah dan perutnya robek. Segera dibawa ke rumah sakit, dokter yang menanganinya mendapati keadaannya terlalu parah dan menurut analisa dokter dia tidak ada harapan lagi untuk bertahan hidup. Ibunya yang bernama Sa’udah segera dihubungi oleh dokter dan diberitahu tentang kecelakaan yang menimpa anaknya.

 Hampir pingsan Bu Sa’udah mendengar berita tentang kecelakaan yang menimpa anaknya itu. Dia langsung bergegas ke rumah sakit tempat anaknya dirawat. Berlinang air mata sang ibu melihat keadaan anaknya. Namun, walaupun telah diberitahu bahawa anaknya sudah tiada harapan lagi untuk diselamatkan, Bu Sa’udah tetap tidak henti-henti berdoa dan bermohon kepada Allah agar anaknya itu selamat.

 Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, keadaan Nasrul tidak banyak berubah. Tiap hari Bu Sa’udah merawat anaknya di rumah sakit tanpa jemu. Tiap malam pula Bu Sa’udah bangun untuk menunaikan solat malam bertahajjud kepada Allah dan memohon keselamatan anaknya. Dalam keheningan malam, sambil berlinangan air mata, Bu Sa’udah merintih meminta agar anaknya disembuhkan oleh Allah.

Diantara do’a Bu Sa’udah untuk anaknya itu adalah;

”Ya Allah ya Tuhanku, kasihanilah aku dan kasihanilah anakku. Susah payah aku membesarkannya, dengan air susuku yang Engkau karuriakan kepadaku, aku menyusuinya. aku suapkan nasi kepada dia agar di tumbuh sehat. Ya Allah, aku pasrah dengan apa jua keputusan-Mu! Aku ridho dengan qada’ dan qadar Mu yaa Allah.”

”Yaa Allah, yaa Tuhanku, dengan air mataku ini, aku bermohon kepadaMu, Engkau sembuhkanlah anakku dan janganlah Engkau cabut nyawanya. Aku sangat sayang kepadanya. Aku sangat rindu kepadanya. Susah rasanya bagiku untuk hidup tanpa anakku ini. Terngiang-ngiang suaranya kedengaran di telingaku memanggil-manggil aku ibunya.”

“Ya Allah, tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau saja. Tunjukkanlah kuasa Mu yaa Allah. Aku ridho kalau anggota badanku dapat didermakan kepadanya agar dengannya dia dapat hidup sempurna kembali.”

“Ya Allah, aku ridho nyawaku Engkau ambil sebagai ganti asalkan Engkau sembuhkan anak  kesayanganku. Engkaulah yang Maha segala hal, berkat kebesaran-Mu ya Allah, terimalah do’aku ini…. Aamiin”.

 Keyakinan Bu Sa’udah terhadap kuasa Allah sangat kuat walaupun tubuh badan anaknya hancur cedera dan dikatakan sudah tiada ada harapan lagi untuk hidup. Namun, Allah benar-benar mau menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya.

 Setelah 6 bulan terlentang di rumah sakit, akhirnya Nasrul menampakkan tanda-tanda kesembuhan dan akhirnya dia sembuh sepenuhnya. Berkat doa seorang ibu yang ikhlas.

 Nasrul dapat meneruskan perjalanan hidupnya hingga berumahtangga dan mempunyai anak. Ibunya, Bu Sa’udah semakin hari semakin tua dan uzur.

 Suatu hari, Bu Sa’udah yang berusia hampir 80 tahun jatuh sakit dan dimasukkan ke rumah sakit. Pada mulanya, Nasrul masih melawat dan menjaga ibunya di rumah sakit. Tetapi semakin hari semakin jarang dia datang menjenguk ibunya hingga pada suatu hari pihak rumah sakit menghubunginya untuk memberitahu keadaan ibunya yang semakin buruk.

 Nasrul segera bergegas ke rumah sakit. Di rumah sakit tersebut, Nasrul mendapati keadaan ibunya semakin lemah. Nafas ibunya turun naik. Dokter memberitahu bahwa ibunya sudah tidak lama untuk hidup. Ibunya akan segera meninggal sewaktu-waktu.

 Melihat keadaan ibunya yang sedemikian dan dokter telah menyatakan bahwa ibunya akan segera meninggal, lantas Nasrul menengadah tangan dan berdo’a seperti ini;

“ Yaa Allah, seandainya mati lebih baik untuk ibu, maka Engkau matikanlah ibuku! Aku tidak sanggup melihat penderitaannya. Yaa Allah, aku akan ridho dengan kepergiannya … Aamiin.”

 Begitulah bedanya Antara Doa Anak dan Orang Tua, beda do’a ibu terhadap anak dan doa anak terhadap orang tuanya. Apabila anak sakit, walau separah apapun, walau badan hancur sekalipun, walau anak tinggal bernafas seperti gelepar ikan sekalipun, namun ibu bapak akan tetap mendo’akan semoga anaknya diselamatkan dan dipanjangkan umur.

 Tetapi anak-anak yang dikatakan “baik” pada hari ini akan mendoakan agar ibu atau bapanya yang sakit agar segera diambil oleh ALLAH, padahal ibu bapa itu baru saja sakit. Mereka meminta pada Allah agar segera mematikan ibu atau bapanya karena dia sudah tidak tahan melihat “penderitaan” ibu atau bapaknya.

 Itulah postingan kami tentang Antara Doa Anak dan Orang Tua yang dapat kami bagikan kali ini. Kami mohon maaf jika ada diantara para pembaca yang tersinggung. Bukan maksud kami untuk menyinggung para pembaca yang tercinta. Semoga kisah tentang Antara Doa Anak dan Orang Tua diatas dapat bermanfaat. (baca juga artkel lain pada : Ucapan Syukur Atas Kasih Sayang Orang Tua)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *