Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Air Mata Sedih Ramadhan

Tanpa ku sadari ….

Engkau kian mendekati saat kepergianmu

Sedang aku baru mulai menghitung nilai ibadahku

Yang rupanya terlalu tipis ibadah yang ku gubah

Saat ini baru ku sadari kenikmatanmu

Saat ini baru ku sadari keindahanmu

Duhai Ramadhan …

Ku akui imanku terlalu kecil umpama partikel-partikel yang beterbangan

Ku tahu kedatanganmu terlalu cepat seumpama sambaran kilat

(Baca juga : Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup)

Namun aku tetap terus asyik dengan mainan khayalan benakku

Tanpa memikirkan untuk mengatur cara mendakapmu seerat-eratnya

Sehingga aku akan tetap merasakan kehangatanmu walau kau telah pergi,

Pergi selama sebelas bulan meninggalkan diriku.

Aku lupa bahwa dirimu bisa membimbingku melawan amarah yang menyingga

Dirimu juga berusaha mendidik tembakan nafsu birahiku

Dan daripadamu juga aku mengenal kondisi diriku yang sebenarnya

Kini baru aku mulai bersungguh menggapaimu

PadaNya ku sujud meratab memohon jutaan keampunan

Atas segala bongkahan dosa yang pernah ku pahatkan padaNya

Air mataku basah kuyup membasahi hamparan sujudku

Mangalir deras menyucikan lorong-lorong kelam dosa

(Baca juga artikel lain pada : Bahagia Sarana Hidup Manusia)

Memelihara kebun hati yang tandus baja ketenanganmu

Mutiara jernih itu sangat bernilai mahar bagiku

Karena penawar utama buat sanubari ini

Aku bersyukur di penundaan keinsafan ini

Engkau suntikkan sinar cahaya kesadaran

Akan ku berusaha meraih fase ketiga yang Engkau titipkan

Setelah fase pertama dan kedua yang telah ku abaikan

Ya Allah …

Berilah daku kesempatan untukku mengkoreksi diri

Walau ku tahu RamadanMu akan berlalu pergi

Berilah ruang dan peluang ku mengecap sekelumit berkat darinya

Aku juga hambaMu yang amat mendambakan malam Al-Qadr

Temukanlah aku dengannya agar ia bakal menjadi bekal bagiku nanti

(Baca juga artikel lain pada : Mengejar Mimpi indah)

Ya Illahi …

Akan ku pelihara air mata Ramadan ini hingga ke akhirnya

Takkan ku biarkan air mata ini menetes untuk hal yang sia-sia

Titipkanlah walau secangkir cuma belas IhsanMu kepadaku

Agar ku bisa mewarnai kehidupanku dengan keimanan padaMu

Agar ku bisa pulang dengan penuh rasa kehambaan padaMU

-Allahumma innaka a’fuwwun kariim tuhibbul a’fwa fa’fuanni-

      Itulah postingan tentang Air Mata Sedih Ramadhan yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Air Mata Sedih Ramadhan diatas dapat bermanfaat bagi diriku sendiri dan kita semua. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Seni Lukis)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *