Wudlu untuk Menghindari Sifat Marah

   Jangan Marah

    Wudlu untuk Menghindari Sifat Marah. Dalam kehidupan sehari-hari kemungkinan besar ada hal-hal atau kejadian yang dapat membuat perasaan hati kita menjadi sakit hati karena ada orang lain yang suka mengganggu kitaentah itu karena kesengajaan ataupun ketidak sengajaan pada waktu berinteraksi melalui komunikasi. Dan biasanya sering perasaan itu kita tumpahkan dalam bentuk kemarahan. Tetapi tahukah saudaraku bahwa kemarahan itu akan dapat menyusahkan kita sendiri?

      Mengapa marah bisa menyusahkan kita sendiri? Karena ketika kita marah akan menyebabkan berbagai hal negative misalnya stres berkepanjangan, tekanan darah tinggi, serangan jantung, gangguan pernapasan, sakit kepala, sulit tidur dan lain-lain. Untuk itulah maka kita harus berusaha menjaga diri kita dari kemarahan dengan berwudlu atau lainnya.

      Berikut ini adalah firman Allah dan hadits Nabi yang hendaknya kita renungkan.

       Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafqahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran : 133 – 134)

       Dari Sa’id bin Musayyab, bahwasanya ia berkata, “Pernah suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama shahabat-shahabatnya, lalu ada seorang laki-laki yang mencaci dan menyakiti Abu Bakar, tetapi Abu Bakar diam saja. Kemudian ia menyakitinya yang kedua kali, tetapi Abu Bakar masih diam saja. Lalu ia menyakitinya yang ketiga kali, lalu Abu Bakar membalasnya. Maka Rasulullah SAW berdiri ketika Abu Bakar membalasnya, lalu Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau marah kepadaku, ya Rasulullah ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Tadi malaikat turun dari langit seraya mendustakan apa yang ia katakan terhadapmu, tetapi setelah engkau membalasnya, syaithan lalu duduk di situ, maka tidaklah pantas aku duduk karena syaithan duduk di situ”. (HR. Abu Dawud)

            Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari).

      Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

     Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.”(HR. Ahmad, Shohih)

       Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ada dua orang saling mencaci di sisi Nabi SAW. Lalu salah seorang diantara keduanya menjadi marah, dan merah mukanya. Kemudian Nabi SAW melihat kepada orang itu dan bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya, kalimat itu ialah : A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk)”. Maka berdirilah seorang laki-laki diantara orang yang mendengar sabda Nabi SAW tersebut menghampiri orang yang marah itu dan berkata, “Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tadi ?”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya. Kalimat itu ialah : A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim”. Lalu orang yang marah itu berkata, “Apakah engkau menganggap aku ini gila ?”. (HR. Muslim)

       Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata : Ketika kami duduk di sisi Nabi SAW, ada dua orang saling mencaci. Lalu salah seorang diantara keduanya menjadi marah, merah mukanya. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat seandainya ia mau mengucapkannya pastilah hilang marah itu darinya, seandainya ia mengucapkan : A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk)”. Kemudian orang-orang berkata kepada laki-laki tersebut, “Tahukah kamu apa yang disabdakan oleh Nabi SAW tadi ?”. Orang yang marah itu menjawab, “Aku ini tidak gila !”. (HR. Bukhari).

       Dari Abu Wail Al-Qaashsh, ia berkata, “Saya pernah datang kepada ‘Urwah bin Muhammad As-Sa’diy, lalu ada seorang laki-laki yang berbicara kepadanya yang membuatnya marah, maka ia bangkit lalu berwudlu. (Setelah berwudlu) kemudian ia berkata : Ayahku mencerita-kan kepadaku dari kakekku yaitu ‘Athiyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan sesungguhnya syetan itu diciptakan dari api, dan hanyasanya api itu dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang diantara kalian marah hendaklah ia berwudlu”. (HR. Abu Dawud)

     Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan,“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani)

       Dari renungan diatas maka hal-hal yang harus kita lakukan menanggulangi ketika kita marah adalah:

  1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  2. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  3. Duduk atau berbaring.
  4. Mengambil air wudlu.
  5. Dan lain-lain cara sesuai dengan kemampuan anda.

       Itulah beberapa hal yang berkenaan dengan marah. Semoga kita dikuatkan oleh Allah dalam rangka menghindari marah. Laa haula wa laa quwwata illa billaah.

        Semoga bermanfaat.

1 thought on “Wudlu untuk Menghindari Sifat Marah”

  1. artikel.nya sangat bagus dan mrngajarkan tentang tata cara berwudhu dan mengingatkan kan agar kita terhindar dari hadas kecil maupun hadas besar. dengan berwudhu kita bisa terhindar dari godaan setan dan juga terhindar dari marah yang berlebihan. berwudhu membuat hati kita menjadi lebih tenang dan membuat pikiran kita menjadi jernih dan mengingat kan kita kpda Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *