Tiada Hati Yang Sempurna

Tiada Hati Yang Sempurna

Tiada Hati Yang Sempurna

        Dibawah ini kami bagikan satu cerita tentang Tiada Hati Yang Sempurna. Cerita ini kami bagikan dengan maksud agar kita dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Kami mohon agar anda tidak mencerna alur ceritanya, melainkan memetik hikmah dibalik isi ceritanya. (baca juga : SAKIT SEBAGAI JALAN UNTUK SABAR)

Inilah cerita selengkapnya tentang Tiada Hati Yang Sempurna:

        Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota sambal membentangkan tangan dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berdatangan, berkumpul dan mendengarkan setiap ungkapan pemuda tersebut. Mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.

        Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku?” 

        Kerumunan orang-orang dan pemuda itu terkejut dan melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ, namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah?

        Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa

        “Anda pasti bercanda, pak tua”, katanya, “bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan”. Lanjut pemuda tersebut.

        “Ya”, kata pak tua itu, “hatimu kelihatan sangat sempurna, meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan.

        Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan – – – – memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?”

        Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Kemudian dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar.

        Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata.

        Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

        Itulah cerita tentang Tiada Hati Yang Sempurna yang dapat kami bagikan pada kali ini. Kami berharap agar cerita tentang Tiada Hati Yang Sempurna diatas agar menjadikan kita tidak sombong dan merasa diri kita adalah yang terbaik. (baca juga : TIKET PERJALANAN MANUSIA MENUJU AKHIRAT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *